Bisnis Layanan Pesan Antar Melonjak 183 Persen di Masa Pandemi

in ,
Bisnis Layanan Pesan Antar PAndemi COVID-19
Jeda.id

WOW! Bisnis layanan pesan antar (delivery service), melonjak hingga 183 persen di masa pandemi ini. Wah bisa jadi lahan baru nih guys!

Gak dipungkiri semenjak masa pandemi COVID-19 melanda, rata-rata dari kita lebih memilih untuk menggunakan layanan pesan antar (delivery service). Tentunya hal ini dikarenakan kekhawatiran yang masih tinggi terhadap teror dari Mr. Corona.

Rata-rata kita menggunakan jasa ini untuk memesan makanan. Nah tahu gak sih guys? Dengan selama hampir 1 tahun ini kita menggunakan jasa ini, secara perlahan tapi pasti, bisnis pesan antarnya ini langsung mengalami lonjakan yang sangat signifikan loh!

Pesan Antar Signifikan Peningkatannya

bisnis layanan pesan antar
Nawacita

Jadi menurut laporan data yang diperoleh Momentum Works, terungkap bahwa persentase layanan pesan antar antara tahun 2019 dan 2020, mengalami peningkatan yang sangat gila-gilaan. Spesifiknya, di tahun 2019 adalah 91 persen, dan 2020, 183 persen.

Dan perlu diingat persentase ini mencakup seluruh Asia Tenggara (southeast asia) jadi, bukan Indonesia saja.

Tapi berdasarkan penelitian lainnya. Bisa dikatakan masyarakat Indonesia, juga termasuk tinggi persentase nya dalam menggunakan layanan pesan antarnya.

ARTIKEL TERKAIT •
Takut Terinfeksi Corona, Pria ini Tidak Ketahuan Tinggal di Bandara Selama 3 Bulan

Spesifiknya, juga di tahun 2020 dilakukan penelitian terhadap hal tersebut dengan menggunakan metode wawancara, survey, dan juga data yang diperoleh dari pihak ketiga.

Dan dari penelitian yang dilakukan, terungkap kalau masyarakat Indonesia di sepanjang pandemi, menghabiskan total $3.7 juta Amerika Serikat atau sekitar Rp. 52.1 triliun. Hanya untuk pesan antar makanan. WOW beli rumah udah berapa tuh?

Grab Food Berjaya!

5e677b256ad66
Money Kompas

Lalu diketahui juga bahwa sebanyak 53 persen penduduk Indonesia melakukan pesan antarnya melalui layanan milik Grab. Dan 47 persen, menggunakan layanan milik Gojek.

Dan memang gak salah sih. Karena hingga detik ini, brand layanan pesan antara atau transportasi online di Indonesia, yang masih sangat bergaung di kalangan warga Indonesia, adalah Grab.

Alhasil gak heran juga kalau gross merchandise volume (GMV) milik Grab, bisa mencapai total keuntungan hingga $5.9 miliyar atau sekitar Rp. 83.3 triliyun. WOW makin berjaua deh mereka.

Nah bagaimana nih sekarang pendapatmu dengan fakta gokil dan keren ini? Dan apakah kamu adalah salah satu yang masih sering menggunakan layanan pesan antar ini?

Berikan Nilai Untuk Konten ini