PNS, profesi aparatur negara yang di idam-idamkan jutaan pemuda-pemudi Indonesia

in ,

Seperti yang kita ketahui, menjadi PNS adalah harapan besar bagi mayoritas masyarakat Indonesia. Khususnya akademisi-akademisi baru.

Tentu Dengan alasan klasik seperti kepastian karir, terjaminnya tunjangan hidup, dana pensiun serta feodalisme yang masih kental pada masyarakat kita, yang menganggap menjadi PNS adalah hal yang terpandang.

Pendaftaran CPNS, Permintaan SKCK Meningkat Lima Kali Lipat

Jumlah pendaftar menyentuh angka 4 juta orang, sedangkan Negara hanya membutuhkan 238 ribu saja

Dibukanya Pendaftaran CPNS, Pemohon SKCK di Polres Bogor Meningkat

Hal ini dapat kita lihat dalam setiap tahunnya, CPNS Bak sepotong roti yang diperebutkan ribuan semut, Sebelum penutupan Pendaftaran CPNS 2018 saja, terhitung para pelamar CPNS sudah mencapai angka 4 juta orang. Tepatnya 4.410.228 orang.

“Kebutuhan PNS secara nasional adalah 238.015,” kata Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin, dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (6/9/2018).


Gaji yang menjanjikan serta berbagai tunjangan lain, membuat PNS tetaplah pekerjaan yang menggiurkan

Suasana pelantikan Calon ASN di Aula Serbaguna, Kementerian Sekretariat Negara (Foto:Humas)

Gajih pokok PNS memang lumayan menjanjikan, belum lagi terjaminnya dana pensiun dan ditambah tunjangan tunjangan lain yang menggiurkan, seperti:

  • Tunjangan beras
  • Tunjangan kinerja
  • Tunjangan anak istri
  • Tunjangan umum
  • Tunjangan jabatan
  • Dan lain lain.

Dituntut untuk mumpuni, tetapi kenyataannya banyak yang tidak mumpuni

Ilustrasi PNS bolos kerja

Sebenarnya, dengan segala iming iming itu para Aparatur sipil negara ini dituntut memiliki kemampuan yang mumpuni, berintegeritas, professional, mandiri, kreatif, bebas KKN, netral, dan sebagainya. Karena pada hakikatnya, para Aparatur Sipil Negara ini adalah “Abdi Negara”. Oleh karena itu, seorang PNS atau Aparatur Sipil Negara wajib memiliki komitmen penuh dalam menjalankan tugasnya melayani keperluan rakyat.

Realitnya, para Aparatur Sipil Negara di Indonesia dinilai tidak mumpuni. Padahal, pemerintah Indonesia sudah mengeluarkan anggaran yang cukup besar  untuk belanja pegawai negara bahkan lebih besar dari anggaran belanja modal, yaitu kisaran 1/4% bahkan pernah menyentuh 1/3% dari total anggaran belanja negara.


Catatan

Jadi buat kalian yang mempunyai niatan menjadi PNS, buatlah tekad dan komitmen untuk bertugas, jangan malah hanya fokus pada iming-iming nya saja. Buatlah dirimu pantas menerima segala iming-iming itu!

Indonesia ini Luas dan kaya kawan, Jangan terlalu terobsesi untuk menjadi PNS, hingga seakan akan satu satunya lapangan kerja adalah PNS, fokus lah untuk mengembangkan potensi diri kita pada banyak bidang lainnya.

Contoh: enterpreneurship dan teknik agrikultur.

Karena Indonesia ini butuh lebih banyak pengusaha pengusaha lokal. Dengan itu peluang terciptanya lapangan kerja baru lebih besar.

Lalu agrikultur, potensi Indonesia berdikari pada bidang ini sebenarnya sangat besar, karena Indonesia ini adalah negara agraris.


Referensi:

wikipns.com

tirto.id

detik.com

tirto.id

 

[zombify_post]

4 Comments

Leave a Reply
    • Nah miris kan? Bahkan ada juga oknum yang sewa jasa joki(dosen dan semacamnya) pas tes CPNS dan bayar 100-150 juta, mereka rela sampe segitunya buat jadi PNS. Tentu hal ini hal yang tak terpuji, belum jadi PNS aja kelakuannya kaya gitu kan, miris. Makanya saya menghimbau sama teman-teman semua yang nanti ada niatan buat jadi PNS, tanamkan komitmen buat mengabdi.. Negara udah keluar anggaran banyak buat membiayai pegawai, kalo pegawainya Sontol*yo kan kasian rakyat2 kaya kita :”

Tinggalkan Balasan