Mau Jago Motret Galaksi Bima Sakti? Ikuti Tips Berikut Ini!

What Is Milky Way Galaxy Expanding 1294514

Nah, sekarang udah bulan Maret, bukan? itu artinya, musim Milkyway telah tiba. Meskipun dibeberapa daerah di Indonesia cuacanya masih sering tidak bersahabat. Sabar, mungkin bulan depan nanti cuaca langit sudah bisa bersih dari awan hitam, heheheh.

Menghasilkan gambar yang menarik, lalu diupload ke media sosial dan mendapat banyak tanggapan baik dan positif membuat kita merasa senang dan lebih bersemangat. So, untuk menghadapi musim Milkyway tahun ini, maka kita harus mempunyai persiapan. Apalagi bagi teman – teman yang baru mendalami dunia astrophotography. Kesempatan kali ini, akan diberikan beberapa tips dalam mengabadikan Milkyway. Meskipun penulis sendiri, masih banyak kekurangan dalam mengabadikan bentangan galaksi Bimasakti ini.

1) Lokasi

Pilihlah lokasi yang sepi dan jauh dari pemukiman/ kota untuk menghindari polusi cahaya. Kamu bisa pergi ke pantai, bukit, gunung, atau bahkan kuburan heheh dan tempat – tempat lainnya yang minim polusi cahaya. Tak lupa juga uintuk mengajak kawan dan keluarga untuk menemani kamu, sekalian liburan dan camping.

2) Waktu

Milkyway tidak selalu hadir setiap bulannya. Setiap benda langit atau bintang – bintang di langit malam akan terbit sekitar 2 jam lebih awal setiap bulannya yang mengakibatkan Milkyway dapat terbit atau terbenam bersamaan dengan Matahari, sehingga tidak dapat diamati. Milkyway bisa diamati, dimulai pada bulan Maret hingga bulan Oktober. Namun, waktu terbaik untuk pengamatan adalah sekitar bulan Juli hingga Agustus. Karena pada waktu – waktu seperti ini Bimsakti terbit tidak terlalu larut malam serta langit malam selalu cerah akibat dari musim kemarau yang terjadi.

Hindari juga memotret Milkyway pada saat Bulan berada pada Fase Purnama dan Fase Kuater Yang dimana polusi cahaya yang dihasilkan oleh Bulan akan mengganggu pengamatan dan membuat kenampakan Milkyway menjadi semakin tidak jelas.

3) Posisi dan Letak Milkyway

Setelah penentuan waktu dan lokasi yang tepat, kini menetukan posisi dan letak dari Bimasakti itu sendiri. Untuk masalah ini, kalian bisa menggunakan beberapa aplikasi dan softwere yang tersedia. Misalnya, Stellarium, Starwalk, Starchart dan aplikasi sejenis lainnya. Silahkan masukkan letak lintang dan bujur/kota tempat tinggal kalian dan amati, kapan Milkyway terbit dan terbenam di tempat tinggal kalian.

4) Alat – alat yang dibutuhkan

Apa saja alat yang dibutuhkan dalam memotret Milkyway? Teleskop? Tidak, justru Teleskop sama sekali tidak membantu dalam mengabadikan Milkyway, salah satunya karena medan pandang yang dimiliki oleh teleskop sangat kecil. Lalu apa? Tentunya kamera. Digital Single Lens Reflex atau DSLR dapat kita gunakan dengan mengatur beberapa settingan pada kamera tersebut. Bagaimana settingan dalam memotret Milkyway menggunakan DSLR?

  • Atur diafragma terbesar yang ada pada kamera, misal f/2.8, f/3.5.
  • Gunakan shutterspeed terendah yang ada pada kamera kamu. Misal 30″ atau 32″. Semakin lama waktunya, maka hasilnya akan semakin jelas. Namun jangan terlalu lama juga, soalnya shutterspeed yang terlalu lama akan menghasilkan efek star trail yang akan mengakibatkan Milkywaynya menjadi blur dan tidak jelas.
  • Atur ISO ke 800 atau 1600, tak perlu terlalu tinggi untuk menghindari noise yang berlebihan.
  • Untuk format gambar, sebaiknya menggunakan RAW untuk hasil yang lebih baik dan jelas serta enak dalam proses editing.
  • Atur fokus ke “infinity” agar bintang – bintang disekelilingnya bisa terlihat lebih tajam.
  • Gunakan lensa kit 18mm.

Tak lupa juga, kita sebaiknya menggunakan tripod dan Cable Shuttel Release untuk memperkecil resiko kamera yang tidak stabil. Untuk hasil yang lebih baik dan jelas bisa diakukan editing

Apakah harus menggunakan kamera digital? Tidak. Smartphone saat ini juga bisa digunakan dalam mengabadikan Milkyway, tapi tidak semua yah… hanya beberapa saja. Silahkan buka kameranya, lalu masuk ke mode Manual/profesional/pakar. Untuk settingannya tidak beda jauh dengan settingan pada DSLR diatas, cukup atur segitiga eksposure (F, ISO, dan SS)

Bagi kalian yang mempunyai Smartphone yang hanya mempunyai shutterspeed maksimal 16s atau 20s maka mempertajam gambar bisa dengan menggunakan metode stacking. Caranya adalah dengan mengambil beberapa frame/gambar dengan settingan yang tertera diatas lalu masukkan ke aplikasi stacking yang banyak tersedia.

Yahhh, itulah beberapa tips, semoga bermanfaat.

Selamat mencoba!

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

0/5 (0 Reviews)

Tinggalkan Balasan