15 Pertanyaan yang Sering Diajukan Saat Interview Kerja

Ketika interview kerja, pihak perusahaan akan menanyakan beberapa pertanyaan kepada calon karyawan. Berikut daftar pertanyaan interview kerja.

5
0

15 pertanyaan yang sering muncul saat melakukan wawancara atau interview kerja dan cara menjawabnya.

Setelah mengirim berkas lamaran ke perusahaan yang diinginkan, para pelamar pekerjaan akan menghadapi tahap interview kerja. Bagi calon karyawan, proses interview ini sangat penting karena dapat menjadi penentu apakah mereka diterima atau tidak.

Bagi mereka yang belum siap, proses ini bisa menjadi menakutkan. Ketika interview kerja, pihak perusahaan akan menanyakan beberapa pertanyaan kepada calon karyawan. Oleh karena itu, penting untuk mempersiapkan diri dengan baik sebelum menghadapi proses wawancara tersebut.

Dalam situasi formal, proses interview kerja melibatkan HRD dengan kandidat. Pewawancara akan mengajukan pertanyaan yang mendalam dan terarah untuk menilai kemampuan dan kompetensi kandidat.

Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk mempersiapkan jawaban yang sesuai agar proses ini dapat berjalan dengan lancar dan meyakinkan HRD untuk memilih kamu.

Daftar Pertanyaan Interview Kerja

Daftar Pertanyaan Yang Harus Diajukan Kepada Hrd Saat Interview Kerja Medium

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan dalam wawancara kerja yang bisa kamu pelajari dari berbagai sumber.

1. “Perkenalkan diri Anda!”

Pertanyaan ini bertujuan untuk mengetahui lebih lanjut tentang latar belakangmu dan memberikan kesempatan kepada kamu untuk mempromosikan diri.

Saat menjawab pertanyaan, hindari memberikan informasi yang terlalu rinci dan tidak relevan dengan posisi yang sedang dilamar. Fokuslah untuk menyebutkan nama, usia, tempat tinggal, pendidikan terakhir, pengalaman dalam organisasi atau pekerjaan, serta kemampuan yang kamu miliki.

Salam pagi, Bapak/Ibu. Izinkan saya memperkenalkan diri, nama saya Rani. Saya baru saja lulus dari program studi Matematika di Universitas A pada tahun 2020. Selama masa kuliah, saya aktif terlibat dalam organisasi di kampus dan juga memiliki pengalaman magang selama 6 bulan di perusahaan X sebagai digital marketing.

2. “Mengapa Anda mengajukan lamaran di perusahaan ini?”

Untuk menjawab pertanyaan ini, kamu perlu melakukan penelitian tentang prestasi dan nilai-nilai perusahaan. Hindari memberikan jawaban yang terlalu umum, seperti “Saya ingin berkontribusi sebagai bagian dari perusahaan ini”.

Anda harus menjelaskan jawaban tersebut dengan cara menjelaskan bagaimana kamu dapat memberikan kontribusi bagi perusahaan. Kamu juga bisa memberikan jawaban yang berfokus pada keahlian yang kamu miliki.

Salah satu contohnya adalah, “Saya tertarik melamar di perusahaan ini karena perusahaan ini memiliki reputasi yang baik. Fakta ini diperkuat dengan sejumlah penghargaan yang telah perusahaan ini raih, salah satunya adalah penghargaan terbaik dalam tata kelola perusahaan.”

3. “Mengapa Anda melamar di posisi ini?”

Pertanyaan mengapa kamu melamar di posisi ini sebaiknya dijawab dengan memperhatikan keterampilan, pengalaman, dan motivasi kerja yang kamu miliki. Lebih baik menghindari jawaban yang terlalu personal, seperti alasan ingin mendapatkan gaji yang lebih besar atau bekerja di perusahaan bergengsi.

Sebagai contoh, saya memiliki keterampilan lunak dan keterampilan keras yang cocok dengan posisi ini. Selain itu, saya aktif terlibat dalam organisasi internal kampus di divisi PDD, dan sudah pernah melakukan beberapa proyek desain untuk organisasi. Dengan keterampilan dan pengalaman yang saya miliki, saya sangat antusias dalam bidang desain grafis.

4. “Mengapa kami harus menerima Anda?”

Jangan khawatir. Tetaplah tenang dan berikan penjelasan yang detail tentang keahlian Anda. Dengan begitu, pewawancara akan memahami sumbangan positif yang dapat Anda berikan kepada perusahaan.

Sebagai contoh, saya memiliki kemampuan menulis yang sesuai dengan kebutuhan posisi ini. Sebelumnya, saya pernah bekerja sebagai penulis konten di perusahaan X dan berhasil mencapai tujuan yang diinginkan.

5. Apa kontribusi yang bisa Anda berikan kepada perusahaan?”

Untuk menjawab pertanyaan ini, kamu dapat membagikan prestasi yang pernah kamu capai, dan bagaimana cara mencapainya. Kemudian, kamu dapat mengaitkannya dengan posisi yang kamu lamar. Berikan jawaban yang realistis sebisa mungkin.

Sebagai contoh, saya pernah bekerja sebagai digital marketing selama sekitar 1 tahun. Selama itu, saya berhasil meningkatkan penjualan online sebesar 70%. Jika saya diterima di perusahaan ini, saya akan memberikan kontribusi dengan menggunakan keterampilan dan pengalaman yang saya miliki untuk menciptakan strategi yang efektif dalam meningkatkan penjualan di perusahaan Bapak/Ibu.

6. “Apa kelebihan Anda?”

Anda dapat menjelaskan keunggulan yang Anda miliki sesuai dengan posisi yang Anda lamar. Sertakan pencapaian yang pernah Anda capai atau contoh penerapan keunggulan tersebut.

Misalnya, saya memiliki keahlian dalam berkomunikasi yang baik. Dengan keahlian tersebut, saya pernah menjadi pembawa acara dalam beberapa acara. Sebagai seorang pencipta konten, tentunya diperlukan kemampuan komunikasi yang baik untuk mencapai tujuan.

7. “Apakah kelemahan Anda?”

Selain itu, kamu juga diminta untuk menjelaskan bagaimana kamu mengatasi kekurangan tersebut. Jangan khawatir dalam menjawab pertanyaan ini, karena setiap orang pasti memiliki kelemahan.

Sebagai contoh, ada kelemahan yang saya miliki yaitu mudah lupa. Untuk mengatasi masalah ini, saya mencatat semua hal penting yang perlu saya lakukan.

8. “Apa pencapaian terbesar Anda?”

Kamu bisa menceritakan penghargaan atau apresiasi yang pernah kamu terima dari orang lain. Jika kamu baru lulus, kamu juga bisa berbagi pencapaian selama berkuliah atau bersekolah, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik.

Sebagai contoh, meskipun saya tidak memiliki latar belakang pendidikan, saya dipilih sebagai pengajar di sekolah Y. Selama itu, saya bertanggung jawab untuk mengajar mata pelajaran di sekolah tersebut. Dalam waktu 6 bulan, saya berhasil meningkatkan tingkat pencapaian belajar siswa dari 50% menjadi 75%. Keberhasilan ini memungkinkan saya untuk melanjutkan karir sebagai pengajar di pekerjaan sebelumnya.

9. “Bagaimana cara Anda mengatur suatu pekerjaan?”

Sebelum memberikan jawaban, penting untuk memahami diri sendiri terlebih dahulu. Untuk pertanyaan ini, Anda dapat menjawab dengan memberikan contoh konkret tentang bagaimana Anda mengatur pekerjaan di masa lalu.

Sebagai contoh, saya sering membuat daftar tugas yang harus dilakukan sehari sebelumnya dan mengatur prioritas pekerjaan berdasarkan tingkat kepentingannya. Dengan demikian, saya dapat bekerja lebih teratur dan terarah.

10. “Apakah Anda sedang mengajukan lamaran di perusahaan lain?”

Kamu bisa memberikan jawaban yang jujur namun tidak perlu terlalu detail.

Sebagai contoh, saya mengatakan, “Ya, saya juga telah mengajukan lamaran di perusahaan lain di sektor pemasaran. Namun, saya sangat berharap bisa diterima di perusahaan ini.”

11. “Apa yang ingin Anda capai dalam waktu 5 tahun kedepan?”

Kamu dapat menceritakan tujuan yang ingin Anda capai dalam waktu lima tahun ke depan. Coba hindari jawaban yang berlebihan seperti “Saya ingin menjadi sangat kaya, Pak”. Pastikan Anda memberikan jawaban yang konkret dan jelas.

Misalnya, dalam waktu lima tahun mendatang, saya berharap dapat fokus mengembangkan karier saya sebagai pencipta konten dan meningkatkan keterampilan yang diperlukan, sehingga saya dapat mengambil tanggung jawab yang lebih besar di masa depan.

12. “Mengapa Anda melamar di posisi yang tidak relevan dengan jurusan Anda?”

Banyak orang yang sering melamar pekerjaan yang tidak sesuai dengan jurusan kuliah mereka. Misalnya, seperti jurusan Akuntansi yang ingin melamar sebagai graphic designer. Namun, kamu bisa menjawab pertanyaan ini dengan menjelaskan bahwa kamu memiliki minat yang besar di bidang tersebut, pengalaman, dan hobi yang mendukung.

“Ya, Pak/Bu, memang benar bahwa saya tidak berasal dari jurusan Desain Komunikasi Visual atau jurusan yang relevan dengan posisi ini. Namun, saya memiliki minat yang sangat besar di bidang ini. Selama kuliah, saya dengan tekun mempelajari perangkat lunak yang diperlukan untuk posisi ini, bahkan saya diberi kepercayaan untuk mengerjakan beberapa proyek di kampus. Hal ini telah meningkatkan keterampilan yang diperlukan untuk bekerja di bidang ini.”

13. “Apakah bersedia ditempatkan di luar kota?”

Jika kamu ragu atau belum siap untuk ditempatkan di luar kota, kamu bisa mengemukakan pendapatmu dengan alasan yang jelas dan masuk akal. Tetapi jika kamu memang setuju untuk ditempatkan di luar kota, kamu bisa menyetujui kebijakan tersebut.

Misalnya: “Tentu, Bapak/Ibu, jika saya diperbolehkan memberikan pendapat, saya sangat berharap dapat bekerja di kota tempat tinggal saya saat ini. Namun, saya juga siap jika perusahaan nantinya memiliki kebijakan untuk menempatkan saya di luar kota berdasarkan pertimbangan perusahaan.”

14. “Berapa besaran gaji yang Anda harapkan?”

Pertanyaan mengenai besaran gaji yang diharapkan sebaiknya tidak dijawab dengan angka pasti. Jika kamu baru lulus, sebaiknya melakukan riset terlebih dahulu mengenai kisaran gaji UMR yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan hidupmu.

Sebaliknya, kamu bisa memberikan jawaban dengan menyebutkan rentang gaji yang kamu terima saat ini dan menambahkan angka yang lebih tinggi. Jangan ragu untuk menyampaikan keterampilan yang kamu miliki guna mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan tawaran gaji yang lebih tinggi.

Sebagai contoh, saya mendapatkan gaji sekitar 5 juta hingga 7 juta rupiah saat ini, Pak/Ibu. Saya sangat siap untuk membahas mengenai kompensasi yang mungkin diberikan perusahaan kepada saya.

15. “Ada yang ingin ditanyakan?”

Apabila kamu mendengar pertanyaan “Apakah ada yang ingin ditanyakan?”, jangan langsung menjawab “Tidak”. Meskipun terdengar sepele, hal itu dapat memperlihatkan seberapa antusias kamu dalam bekerja di perusahaan tersebut. Ada beberapa pertanyaan yang bisa kamu ajukan kepada interviewer, seperti:

  • “Bagaimana kriteria karyawan yang sukses menjalani bidang ini?”
  • “Bagaimana budaya lingkungan kerja di perusahaan ini?”
  • “Apa ada tahapan lagi yang harus saya ikuti setelah tahapan ini? Kira-kira kapan saya mendapatkan hasil dari interview ini?”

Itulah beberapa pertanyaan yang sering diajukan oleh HRD saat interview kerja. Penting untuk diingat, kamu harus tetap rileks saat menghadapi tahapan ini. Semoga informasi ini bermanfaat bagi kamu, teman-teman!

Tinggalkan Balasan