Para Petugas Penanganan Virus Corona di Berbagai Negara, Bunuh Diri

in ,
Para Petugas Penanganan Virus Corona di Berbagai Negara Bunuh Diri
Para Petugas Penanganan Virus Corona di Berbagai Negara Bunuh Diri

Seorang pria yang bekerja sebagai petugas di badan yang menangani virus corona di Korea Selatan berakhir bunuh diri. Dia melompat dari atas sebuah jembatan di kota Seoul pekan lalu.

Diberitakan Naver, pria berusia 30 tahunan itu bekerja di Badan Perencanaan Darurat Keamanan Korea Selatan yang menangani wabah virus corona atau COVID-19.

Rekaman CCTV pada Selasa pekan lalu menunjukkan pria itu menabrakkan mobilnya ke pagar keamanan Jembatan Dongjak pada pukul 05.00 pagi. Dia kemudian keluar dari mobil dan melompat ke Sungai Han.

Media Arirang memberitakan, tubuhnya ditemukan sekitar pukul 09.00 pagi oleh tim penyelamat. Belum diketahui apakah bunuh dirinya terkait dengan pekerjaannya menjadi petugas penanganan virus corona, penyelidikan polisi masih dilakukan.

Virus corona di Korea Selatan berkembang sangat signifikan. Saat ini jumlah penderita di Korea Selatan telah mencapai lebih dari 4.300 orang dengan angka kematian 28 orang. ada 30 pasien yang berhasil pulih setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Ini bukan kali pertama petugas penanganan virus corona bunuh diri. Sebelumnya di Jepang pada 2 Februari lalu, petugas karantina warga yang dievakuasi dari Wuhan ditemukan tewas bunuh diri.

ARTIKEL TERKAIT •
Indonesia Dan "Revolusi Industri 4.0"

Begitu juga terjadi di Jepang, Tragedi terjadi di tengah upaya pemerintah Jepang menghindari penyebaran virus corona. Seorang petugas karantina bagi warga Jepang yang dievakuasi dari Wuhan, China, dilaporkan bunuh diri.

Dilansir dari Reuters, petugas tersebut ditemukan tewas di salah satu fasilitas karantina yang disediakan pemerintah Jepang di Tokyo pada Sabtu (1/02/2020). Polisi Jepang menolak menyebutkan detail peristiwa tersebut.

Media Jepang Kyodo News mengatakan petugas yang bunuh diri adalah pria berusia 37 tahun. Dia adalah aparat yang bertugas di kantor sekretaris kabinet.

Peristiwa ini terjadi di gedung asrama Institut Nasional Kesehatan Publik di Prefektur Saitama, kota Tokyo. Dia disebut melompat dari atas gedung, tidak ditemukan ada pesan terakhir dari yang bersangkutan.

Jepang sejauh ini telah mengevakuasi lebih dari 400 warganya dalam dua gelombang penerbangan dari kota Wuhan, China. Karantina perlu dilakukan untuk memastikan tidak ada warga yang mengidap virus corona.

Berikan Nilai Untuk Konten ini