Yuk Cari Tahu Apa Itu Thingkubator, Sebuah Startup Competition yang Diselenggarakan Grab

in
Foto 3

Saat ini Indonesia mulai gencar menanamkan sistem proyek 4.0 (Four point zero), atau dengan kata lain menggencarkan penggunaan teknologi. Tentunya proyek model ini sangatlah di senangi, utamanya oleh para kaum Millenial di negeri ini. 4.0 (Four point zero) ini haruslah memerlukan kreativitas dalam menyikapinya, maka dari itulah kebanyakan orang yang memanfaatkan bidang ini adalah para generasi muda atau Millenial.

Startup (atau ejaan lain yaitu start-up), merujuk pada semua perusahaan yang belum lama beroperasi. Perusahaan-perusahaan ini sebagian besar merupakan perusahaan yang baru didirikan dan berada dalam fase pengembangan dan penelitian untuk menemukan pasar yang tepat.

Dengan memulai usaha bisnis online ini banyak pengusaha-pengusaha muda yang sukses dan bisa meraih omset yang besar di setiap bulannya. Sebut saja Zacky (pemilik Bukalapak) dan masih banyak yang lainnya.

Namun tidak kurang juga para start up muda yang gagal, proyek mereka mangkrak. Kebanyakan disebabkan oleh kurangnya modal, atau kurangnya penanam modal.

Atas dasar itulah Semalam (Jumat, 29/03/19) Grab Melaksanakan kompetisi/ajang untuk para start up-start up muda yang telah melalui proses yang sangat panjang, live pitching di Trans TV. Yang dimana model kompetisi ini sangatlah unik. Sistemnya; masing-masing startup muda memaparkan online bisnis mereka ataupun penggunaan teknologi dalam bidang usaha mereka, setelah itu para juri—Chairul Tanjung yang merupakan Chairman and Founder of CT Corp, William Tanuwijaya Co-Founder Tokopedia, dan Frederica Widyasari Dewi yang merupakan Presiden PT KSEI—akan memberikan satu pertanyaan (bila ada) kepada Start up muda itu, lalu host—Daniel Mananta dan Luna Maya— akan menyebutkan nama masing-masing juri dengan maksud akan memberikan berapa banyak modal kepada Start up muda itu. Dengan catatan bahwa masing-masing juri di berikan kuota sebesar Rp.500.000.000.00-, (Lima Ratus Juta Rupiah) atau Setengah Miliyar.

Juri akan memberikan uang sesuai dengan kriteria mereka masing-masing. Tak main-main, keenam startup ini nantinya bakal mengantongi senilai total Rp3 miliar yang bisa digunakan untuk mengembangkan startup yang sedang dijalankan. Untuk sampai dalam tahap ini, startup-startup ini harus melewati serangkaian seleksi. Ada beberapa syarat yang juga harus dipenuhi agar terpilih dan menjadi pemenang.

Adapun syaratnya antara lain harus menjelaskan secara singkat, apa dan bagaimana startup yang didaftarkan. Kemudian, menjelaskan permasalahan apa yang telah diselesaikan serta apa solusi yang digunakan dalam memecahkan masalah tersebut. Dan yang paling penting, bagaimana produk dari startup tersebut bisa menjadi solusi.

Business Model juga menjadi salah satu poin yang tak boleh luput dari penilaian. Karena, dari situlah bisa diketahui berapa banyak calon pengguna serta bagaimana strategi pemasaran yang dilakukan.

Poin yang juga tak kalah penting adalah terkait proyeksi keuangan. Di antaranya bagaimana proyeksi keuangan selama satu hingga tiga tahun ke depan. Selanjutnya pencapaian sampai saat ini dan roadmap ke depan, hingga berapa jumlah transaksi yang sudah dikumpulkan dan berapa banyak jumlah pelanggan.

Thinkubator adalah hasil dari kerja sama antara Grab dengan lima kementerian dan badan pemerintahan (Menko Kemaritiman, KSP, Kominfo, BKPM & Bekraf) untuk meningkatkan ekspansi dan pengembangan industri teknologi serta startup di Indonesia. Dengan Indonesia sebagai premiere edition, Grab juga berencana menghadirkan program ini ke berbagai negara Asia Tenggara untuk memberikan kesempatan lebih besar bagi startup-startup regional untuk berkembang.

Sebanyak 1.165 startup telah mendaftar dalam program ini dengan tim yang tidak hanya berasal dari kota-kota besar, namun juga dari wilayah Indonesia Timur dan berbagai provinsi lainnya.

Dari jumlah tersebut, 150 startup telah terpilih dan akan bergabung dalam konferensi yang dimulai hari ini termasuk kegiatan workshop dan sesi networking. Dari 150 finalis, 75 finalis berasal dari luar Jabodetabek, 17 berasal dari luar Jawa dan 35 tim memiliki founder dan co-founder perempuan.

Dari 150 StratUp hanya 6 Start Up yang lolos untuk Live pitching;

1) Startup DarahKita adalah startup yang menawarkan solusi atas masalah donor darah di Indonesia. Startup ini juga menghubungkan mereka yang sedang mencari acara donor darah.

2) Startup SIAB (Siaga Air Bersih) merupakan startup yang menawarkan solusi ketersediaan air bersih dan berkualitas bagi masyarakat yang tidak mendapatkan pasokan air bersih dari PDAM.

3) Startup Nanobubble merupakan startup yang menawarkan solusi atas masalah dalam pertambakan udang.

4) Startup Ngorder merupakan startup yang menawarkan solusi bagi pedagang online. Ngorder menawarkan solusi pengelolaan pemesanan, produk, konsumen, pengiriman dan analisa bisnis dalam satu platform.

5) Mandor.id merupakan startup yang menawarkan jasa konsultasi, pembangunan rumah dan rehabilitasi. Startup juga menawarkan layanan kontrol dan manajemen proyek pembangunan.

6) Phiniship merupakan startup yang menawarkan solusi dalam aktivitas ekspor-impor hingga pembayaran invoice yang bekerja sama dengan perbankan.

Hasilnya, masing-masing pasangan peserta mendapatkan modal sesuai dengan kriteria masing-masing juri.  Thinkubator Conference dan Startup Competition ini untuk mencari startup decacorn masa depan di Indonesia.

Beberapa Pihak Yang Terkait Juga Mengeluarkan Pendapat Tentang Ini :

Luhut B Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesiamengatakan, “Kami terus berfokus untuk membangun sumber daya manusia untuk berkompetisi secara aktif di era Industri 4.0 ini.  Bakat yang ditingkatkan dapat membantu membuat revolusi industri seperti di transportasi, perikanan dan pariwisata.

Kami melihat Thinkubator sebagai model sinergi yang kuat antara pemerintah dan pihak swasta seperti Grab untuk memberikan wadah bagi putra-putri Indonesia yang berbakat untuk maju dan membuat perubahan yang nyata!”

Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informasimengatakan, “Pemerintah telah melakukan berbagai inisiatif untuk membantu startup tumbuh di Indonesia, dalam hal kebijakan dan peraturan. Dan kami terus bekerja sama dengan berbagai mitra dan lembaga untuk menjadikan Indonesia tempat terbaik untuk berkembangnya startup. Thinkubator merupakan inisiatif kolaborasi yang kami dukung karena memberikan manfaat tidak hanya bagi startup, tetapi juga bagi warga Indonesia melalui pengetahuan dan pengalaman yang dibagikan serta produk dan solusi yang akan dihasilkan. Kami berharap bahwa para startup yang bergabung dalam ajang ini akan menawarkan inovasi di berbagai industri, terutama di bidang Logistik, Transportasi, Pertanian, Lingkungan, Pendidikan dan Kesehatan.”

Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF)mengatakan, “Para startup yang telah sukses di Indonesia hingga saat ini adalah mereka yang menawarkan solusi paling kreatif untuk masalah yang sudah lama ada. Kami berharap dapat menemukan lebih banyak orang kreatif di seluruh negeri yang dapat membantu mempersiapkan Indonesia untuk menjadi negara maju pada tahun 2025. Dan bagi mereka yang mencari inspirasi untuk membuat bisnis mereka sendiri, Thinkubator akan menawarkan kesempatan dan pengalaman.”

Eko Sulistyo, Deputi IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden (KSP) Republik Indonesiamengatakan, “Kita sebagai satu bangsa harus tanggap terhadap transformasi bisnis dan sosial yang akan datang. Perubahan adalah hal yang konstan dan itulah alasan kemitraan Pemerintah dan swasta yang unik ini untuk menemukan bakat generasi berikutnya sangat penting.

Kami terus berupaya menciptakan lingkungan yang kondusif bagi startup untuk berkembang dan menciptakan pekerjaan dan karir baru di berbagai industri. Kami bangga menjadi bagian dari kolaborasi ini, dan semoga kita dapat menemukan decacorn berikutnya untuk membantu negara ini lebih berkembang!”

Haris Izmee, Presiden Direktur Microsoft Indonesiamengatakan “Salah satu kendala bagi Indonesia untuk menjalani Transformasi Digital adalah kurangnya keterampilan yang tepat. Oleh karena itu, kami melihat perlunya reskilling sumber daya manusia di Indonesia agar siap di masa depan. Kami bangga dapat mendukung program Thinkubator sebagai mitra teknologi dan kami melihat ini sebagai peluang besar bagi pengembang Indonesia untuk menciptakan solusi dunia nyata dalam kategori yang biasanya kurang terlayani. Kami berharap dapat memberikan lebih banyak dukungan dan kontribusi pada pertumbuhan ekosistem digital di Indonesia.”

Ridzki Kramadibrata, President of Grab Indonesiamengatakan, “Kami sangat bangga untuk menghadirkan program Thinkubator yang pertama di Indonesia. Program ini menjadi bukti kolaborasi kuat kami dengan pemerintah Indonesia untuk mendorong perkembangan dan pertumbuhan startup dan teknologi di Indonesia.

Kami sangat senang dapat melihat banyak startup yang membawa misi sosial, yang sejalan dengan perjalanan Grab di Indonesia untuk juga membantu berbagai isu sosial. Kami berharap dapat menemukan startup Indonesia selanjutnya yang akan menyandang status decacorn.”

Sumber :

Artikel ini Dibuat oleh Komunitas Bebaspedia. Segala sesuatu yang berhubungan dengan tulisan diatas sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis. Ingin bergabung dalam komunitas Ensiklopedia Bebas? Buat Artikelmu! Klik Disini!