Apa itu berita hoax? Mengapa banyak dari kita seringkali termakan informasi hoax?

in
Sumber gambar: Pixabay

Hal ini seringkali karena kebanyakan orang tidak sungguh-sungguh membaca dan memahami informasi yang di peroleh, dan bahkan tidak memeriksa kebenaran suatu informasi. Nah maka dari itu kita harus cek & ricek informasi yang diperoleh. Itulah kenapa kita bisa termakan berita hoax.

Fenomena bias Kognitif

Ada sebuah fenomena yang bernama bias kognitif, bias kognitif adalah kesalahan dalam berpikir, menilai, mengingat, atau proses kognitif. Yaitu, sebuah pola penyimpangan dari standar dalam pertimbangan, di mana inferensi bisa terjadi secara tidak wajar. Orang-orang membuat “Realitas sosial subjektif” mereka berdasarkan persepsi mereka, pandangan dunia mereka bisa menentukan tingkah laku mereka. Karena itu, bias kognitif bisa menyebabkan penyimpangan persepsi, pertimbangan yang tidak tepat, penafsiran yang tidak logis, atau yang sering disebut keirasionalan.

Informasi hoax memberi dampak psikologis

Secara umum hoax  memiliki daya untuk mengubah dan memperkuat sikap atau persepsi yang dimiliki seseorang terhadap suatu hal. Bisa jadi ketidaksetujuan terhadap kebijakan tertentu, orang tertentu, kelompok tertentu, dan sebaliknya. Namun, khusus informasi-informasi hoax yang bersifat negatif dapat menyebabkan kecemasan berlebih.

Cara agar tidak terkena berita hoax

Periksa keaslian berita dengan mencari tahu asal sumbernya

Sudah umum kalau berita dikuatkan dengan sumber. Biasanya kamu akan melihat sumber, misalnya dari polisi atau KPK. Kamu bisa mengecek dan membandingkannya dari siaran pers langsung atau dari media berita. Selain itu, kamu pun perlu membedakan mana berita berupa fakta dan mana yang berupa opini. Itu karena tidak semua opini perlu kamu sepakati. Bisa jadi kamu punya pemikiran lain.

Perhatikan keaslian gambar maupun foto

Tidak hanya tulisan saja, berita bohong ada kalanya berupa foto yang telah dimanipulasi. Pembuat berita palsu bisa saja telah mengedit sebuah foto lalu disiarkan ke internet dengan tujuan memprovokasi. Namun, kamu pun bisa mengecek keaslian sebuah foto dengan mesin pencari Google Images dengan tautan images.google.com. Kamu bisa mengunggah sebuah foto atau dengan fitur drag and drop. Dengan begitu, kamu bisa membandingkan hasilnya dan mengambil kesimpulan apakah foto tersebut asli atau bohong.

Cari tahu keaslian dan kevalidan alamat situs laman

Jika kamu mendapatkan berita dari sebuah artikel, coba perhatikan tautannya. Apakah tautan tersebut berupa blog atau media berita asli. Jangan sampai terkecoh, kadang ada orang yang gak bertanggung jawab membuat berita bohong dengan menggunakan tautan yang mirip dengan media berita asli.

Dilansir dari Dewan Pers, di Indonesia terdapat lebih dari 43.000 situs yang mengklaim dirinya sebagai media berita. Namun, yang sudah terverifikasi gak sampai 300. Itu artinya, ada kemungkinan banyak berita bohong yang bisa beredar.

Jangan mudah percaya dari berita yang tersebar dari internet. Mulailah banyak membaca. Teliti sebelum share, teliti sebelum percaya.


Sumber referensi:

Bias kognitif : https://id.m.wikipedia.org/wiki/Bias

Berita hoax memberi dampak psikologis:https://nasional.kompas.com/read/2017/01/23/18181951/mengapa.banyak.orang.mudah.percaya.berita.hoax.?page=all

Terhindar dari berita hoax :https://www.idntimes.com/science/discovery/viktor-yudha/cara-efektif-mencegah-berita-hoax-tersebar

Bagikan Jika Kamu Suka

Tinggalkan Balasan