Apa Itu Personal Ideologis? Berikut Ulasannya!

Pengertian Ideologi

Kata ideologi sepertinya sudah tidak asing lagi terdengar di telinga kita semua. Namun sebenarnya apasih ideologi itu? Dalam Kamus besar bahasa Indonesia di jelaskan bahwa ideologi artinya, kumpulan konsep bersistem yang dijadikan asas pendapat yang memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup. Nah, dalam KBBI di jelaskan bahwa ideologi adalah “kumpulan” sistem.

Maksudnya ideologi itu ada banyak karena berupa “kumpulan”. Ideologi-ideologi populer yang biasa kita dengar seperti; Pancasila yang dianut oleh negara kita—Indonesia—,Komunis yang di anut oleh negara-negara blok timur sana, dan sebagainya. Disini saya tidak akan menjelaskan satu per satu apa ideologi itu, seperti apa sajakah ideologi itu dan bagaimana terapannya. Namun, sesuai judul nya “Personal Ideologis” atau Ideologi perseorangan/pribadi.

Maksudnya seperti apa? Ini ideologi macam apa? Siapa pencetusnya? Dan apakah ini legal?. Berikut penjelasannya! Seperti yang kita ketahui bersama bahwa setiap negara yang berdiri di muka bumi ini pasti memiliki ideologi tersendiri, pasti memiliki dasar negara tersendiri, pasti memiliki arah tujuan tersendiri. Nah, jika melihat dari kulit ari-nya saja, kita akan berfikir bahwa rupanya ideologi ini adalah persoalan “politik”. Oh, jangan salah, ideologi ini tidak sesederhana itu penerjemahan-nya. Ideologi bisa juga diartikan sebagai cara berfikir satu orang ataupun golongan.

Jadi sudah jelas, ideologi bisa di kaitkan dengan personalia atau urusan yang lebih kompleks di banding urusan kenegaraan. Inilah yang sempat saya pikirkan, rupanya ideologi itu tidak semata-mata hanya urusan politik atau ketatanegaraan semata, namun bisa di artikan dan di terapkan ke mode yang lebih kompleks dan kecil. Dalam artian pembahasan kita disini, personal atau pribadi manusia. Ya, maksud saya setiap orang harus punya ideologi masing-masing, suatu ideologi bisa menentukan jalan, pilihan dan kehidupan Anda kedepannya.

Dengan ideologi yang baik, kokoh, solid dan kuat Anda akan benar-benar membuat masa depan Anda gemilang, yakin dan percayalah. Inilah Ideologi yang paling signifikan modelnya, “personal Ideologis”, rasanya tak ada pencetus yang pasti dari ideologi ini, karena setiap manusia sudah tentu memiliki ideologi sendiri, cara pandang sendiri, pola pikir sendiri, tindak-tanduk sendiri. Artinya “Personal Ideologis” ini di cetuskan oleh masing-masing pribadi, oleh tiap-tiap roh, oleh setiap jiwa-jiwa yang ingin kehidupan-nya lebih baik.

Namun saya berfikir kembali dan otak saya bertanya, apakah ideologi itu harus sesuai dengan apa yang ada di lingkungan sekitarnya? Oh tentu saja tidak, masing-masing manusia di berikan kapasitas otak yang berbeda-beda, cara pandang yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Contoh yang paling kompleks yang bisa kita temukan di sekitar kita. Terkadang kita sering melihat orang yang pola pikirnya aneh, kesannha bak idiot, rasanya aneh saja dan asing jika dilakukan di lingkungan ini, namun kita tidak boleh langsung men-judge orang itu bahwa dia itu ‘edan, gila, atau stress, kalau kata orang “Don’t judge book by is cover”, kalau kata saya “Don’t judge a something by is the outside” (jangan menilai sesuatu hanya dari luarnya).

Itu bisa saja karena pemikiran kita dan dia itu berbeda, Ia punya cara pandang sendiri untuk menjalani hidupnya. Kisah yang paling jelas dan bisa menunjukkan contoh dari “Personal Ideologis” ini adalah kisah yang ada didalam buku cerita untuk anak SD “Harta Karun Bukit Cadas” Ya ketika Anda membaca buku itu maka Anda akan meng’iya-iyakan apa yang saya tuliskan di atas ini. Soal legal atau tidak legalnya ideologi ini sebenarnya kembali lagi ke masing-masing individu. Terkadang ada orang yang ideologi hidupnya itu bertentangan dengan norma yang ada, melanggar tata-hukum yang berlaku dan sebagainya.

Namun, inilah hak anda sebagai Khalifah dan sebagai warga negara. Mungkin ada pertanyaan seperti ini, apakah “Personal Ideologis” yang ada pada setiap orang itu bisa berubah atau diubah? Jawabannya adalah, Ya! “Personal Ideologis” yang ada pada diri setiap manusia itu bisa diubah, J.B. Lammarck mengatakan bahwa inilah evolusi, manusia akan merubah ideologi atau pandangan hidupnya jika dirasa tidak cocok lagi dengan ideologi itu dan semua ini sah-sah saja. Dalam kurung, tidak menyalahi aturan-aturan serta hukum yang berlaku, karena kita berada dalam ranah wilayah negara hukum.

Intinya, tak ada ideologi yang buruk dan tak ada ideologi yang terlalu baik, semua ideologi itu ada titik celahnya, ada lubang, ada jeratnya. Jadi jikalau anda benar memilih suatu ideologi atau pandangan hidup Anda harus benar-benar memperhatikan setiap celah itu, timbun lubang-lubang itu, anda harus bisa melepas jerat-jerat yang ada. Dan ingat, jangan pernah memaksa-kan kehendak Anda kepada orang lain, karena yakinlah orang lain juga banyak urusan yang akan dibereskan dan lebih penting di banding apa yang anda tawarkan. Namun, disisi lain Anda juga harus menerima kehendak orang lain, catatan’ yang penting itu tidak merugikan Anda sama-sekali.

Meski Anda tak mendapat keuntungan setidaknya Anda sudah membuat orang yang memberikan kehendak kepada anda itu senang. Dan Tuhan Allah pernah berfirman, “Sebaik-baiknya manusia, Ialah manusia yang berguna bagi sesamanya” (Al-ayat) Terimakasih saya harap opini saya ini tidak berhenti hingga di sini saja namun bisa di berikan tanggapan oleh kawan-kawan netizen semua. [iS]

Artikel ini Dibuat oleh Komunitas Bebaspedia. Segala sesuatu yang berhubungan dengan tulisan diatas sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis. Ingin bergabung dalam komunitas Ensiklopedia Bebas? Buat Artikelmu! Klik Disini!

5/5 (1 Review)

Tinggalkan Balasan