Bahas Tuntas Galaksi Bima Sakti, Rumah Bagi Kita Semua

in
Galaxy Bima Sakti

Galaksi pada umumnya adalah tempat tinggal para bintang-bintang yang indah, padahal sebenarnya begitu panas dan cukup menyeramkan. Didalam galaksi juga ada banyak benda langit selain bintang, ada nebula, planet, komet, asteroid, meteoroid dan juga terdapat SMBH (Super Massive Black Hole/Lubang Hitam Super Masif).

Khusus untuk galaksi kita (Bimasakti) SMBH-nya dikenal dengan Sagitarius A. Pada Bimasakti juga terdapat “manusia” si makhluk paling cerdas yang pernah diketahui.

Sejauh ini, hasil dari pengamatan terhadap galaksi, telah ditemukan setidaknya ada sekitar 2 triliun galaksi. Wah, lebih banyak daripada manusia yang ada diplanet bumi.

Hehehe, salah satunya adalah galaksi tempat kita tinggal, Bimasakti. Yap, galaksi Bimasakti atau Milky way. Galaksi tempat kita tinggal mempunyai 2 nama yang terkenal di Indonesia, Bimasakti dan Milky way. Bimasakti berasal dari cerita pewayangan jawa, sedangkan Milky way berasal dari legenda mitologi yunani.

Pada saat itu Zeus menempatkan bayi laki-laki nya bernama Heracles/Hercules (Romawi) yang dilahirkan oleh seorang wanita pujannya yang telah mati, di dada Hera pada saat itu tidur.

Si Heracles menyusu Hera dan pada saat terbangun Hera kaget melihat bayi yang tidak dikenalinya. Hera sontak mendorong si bayi hingga terlempar bersama dengan air susunya yang memuncrat ke langit malam.

Nah percikan air susunya inilah yg konon menjadi pita bercahaya di malam hari atau biasa kita sebut dengan Milky way (jalur susu). Dalam bahasa Yunani, Milky way disebut dengan Galaxias Kyklos (Milky Circle)

Nama Milky way pertama kali disebutkan dalem puisi berbahasa inggris yg diciptakan oleh Chaucer. Sedangkan nama Bimasakti, diberikan oleh presiden pertama kita, Soekarno.

Bimasakti mempunyai sekitar 200 miliyar bintang didalamnya dan berukuran 100.000-120.000 tahun. Didalamnya pun terdapat bintang terbesar yang pernah diketahui selama ini ( Uy Scuti) yg terletak di konstelasi Scutum. Serta jarak Matahari ke pusat Bimasakti adalah sekitar 26.000 s/d 28.000 tahun cahaya Matahari bergerak mengorbit pusat Bimasakti dengan kecepatan 782.000 km/jam. Matahari membutuhkan waktu 226 juta tahun untuk mengitari Bimasakti. Matahari berumur sekitar 4.5 miliyar tahun. Semenjak pertama kali terbentuk, Matahari baru mengeliling pusat Milkyway 20,4 kali dalam hidupnya.

Bimasakti diperkirakan memiliki massa 700 miliyar hingga 2 triliun kali massa Matahari kita. Menimbang massa galaksi, terlebih lagi galaksi tempat kita tinggal bukanlah perkara yang mudah. Tidak ada hasil yang benar-benar absolut dan mutlak dalam perhitungan ini. Terlebih lagi sebagian besar massa yang membentuk galaksi kita terdiri dari materi gelap/Dark Matter, substansi misterius yang tidak memancarkan cahaya apapun, tapi menyumbang 85% massa dari keseluruhan massa galaksi Bimasakti.

Bimasakti juga termasuk ke dalam galaksi tipe spiral. Galaksi kita juga sebenarnya berada pada sebuah kelompok galaksi yang biasa disebut dengan grup lokal/Local Group, yang ukurannya mencapai 1MPc (Mega Parsec, 1 Mpc=1000.000 Parsec, 1 Pc/Parsec=3,26 Tahun Cahaya) dan bisa terdiri lebih dari 30 galaksi didalamnya. Hanya ada 3 galaksi berbentuk spiral dalam kelompok ini :

  1. Milky way/Bimasakti
  2. M31/Andromeda
  3. M33/Triangulum

Sisanya adalah galaksi yang lebih kecil dengan bentuk elips tak beraturan. Grup lokal ini merupakan kelompok dinamis. Maksudnya, adalah kelompok yang didalamnya terdapat galaksi- galaksi yang mengalami interaksi gravitasi. Termasuk galaksi Bimasakti dan Andromeda juga mengalami hal tersebut. Akibat interaksi gravitasi tersebut diperkirakan kedua galaksi ini akan mengalami tabrakan 4 miliyar taun lagi.

Bimasakti juga mempunya satelit alami, atau biasa disebut dengan galaksi kerdil (Dwarf galaxy) yang mengitari Bimasakti. Galaksi ini cukup kecil hanya berukuran 1/100 atau hanya berukuran 100 Pc dari ukuran galaksi induknya, Milkywau. Hanya terdiri dari beberapa miliyar bintang. Saat ini diketahui Bimsakti memiliki sekitar 60 satelit alami dan diperkirakan ada sebanyak 300-500 satelit lagi yang belum teramati. Galaksi satelit  terbesar yang diketahui saat ini adalah Awan Magellan Besar. Seperti galaksi induknya, galaksi kerdil juga di klasifikasikan sebagai ellips, spiral, dan tak beraturan.

Nah, Bimasakti bisa kita amati pada bulan April sampai dengan Oktober, tapi waktu yang paling ideal adalah pada bulan Juli hingga Agustus soalnya pada bulan2 seperti ini langit malam lumayan bersih dari awan dan pada saat Matahari terbenam Milkyway sudah berada pada posisi yang dekat dengan Zenith. Jadi, tidak perlu menunggu tengah malam untuk mengamati Bimasakti. Bimasakti jika dilakukan pengamatan dengan mata telanjang (jika polusi cahaya dan udara cukup rendah) maka akan terlihat sebagai kabut putih yang tipis.

Inti bimasakti berada pada konstelasi Sagitarius walau nampaknya berada pada konstelasi Scorpius.

Jika Bumi mengitari matahari, Matahari mengitari galaksi Bimasakti, lalu Bimasakti mengitari apa? Apakah mengorbit satu sama lain dengan galaksi lainnya? Dalam beberapa kasus itu benar, contohnya galaksi satelit/galaksi kerdil yang mengorbit galaksi induknya. Lalu bagaimana dengan Bimasakti dan semacamnya? Jawabannya tidak. Beberapa galaksi yang termasuk dalam Local Group atau yang skala besar masuk ke dalam Super gugus galaksi Virgo itu saling terikat bersama karena gravitasi, namun tidak saling mengorbit. Contohnya seperti yang disebutkan sebelumnya, Bimasakti dan Andromeda akan bertabrakan beberapa miliyar tahun kedepan akibat adanya interaksi gravitasi. Mereka berdua saling mendekati satu sama lain, tidak mengorbit.

Alam semesta kita ini bersifat homogen. Artinya bersifat sama dan merata diseluruh bagiannya, jadi tidak ada yg menjadi pusat/Barisenter. Sehingga galaksi-galaksi yang ada sebenarnya tidak mengorbit sesuatu.

Artikel ini Dibuat oleh Komunitas Bebaspedia. Segala sesuatu yang berhubungan dengan tulisan diatas sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis. Ingin bergabung dalam komunitas Ensiklopedia Bebas? Buat Artikelmu! Klik Disini!

Tinggalkan Balasan