Tips Membuat Judul Cerita yang Menarik

in
Menulis Judul Cerpen
Credit Image: Fastwork

Suka menulis cerita tau ikutan event menulis cerpen? Namun, saat naskah sudah selesai, sulit untuk menentukan judul yang bagus.

Yuk, intip tips di bawah ini!

1. Judul jangan sampai membocorkan ending cerita

Menurut Isa Alamsyah, ada beberapa kata yang haram untuk dijadikan judul. Di antaranya adalah: terakhir, ternyata, adalah.

Judul yang menggunakan kata ‘terakhir’ biasanya dalam kisahnya akan ada tokoh yang meninggal.

Contoh: 
Pelukan Terakhir
(Ini judul salah satu cerpen, endingnya si tokoh utama mati).

Kado Terakhir Untuk Sahabat

Pun dengan penggunaan kata ‘ternyata’ yang biasanya dipakai untuk judul drama di chanel ikan terbang.

Istriku Ternyata Selingkuh
Bapakmu Ternyata Bapakku

Fiuh …

Sama hal seperti kata ‘adalah’ yang juga sering muncul di layar kaca ikan terbang.

Mertuaku Adalah Mantan Istriku
Mertuaku Adalah Bapak Dari Anakku

Oh, wow … sangat tidak elegan sekali, ya.

2. Hindari pemakaian nama untuk judul

Ada Apa Dengan Cinta? Judul yang sangat fenomenal, bukan? Namun, siapa sangka jika nama tokohnya juga Cinta.

ARTIKEL TERKAIT •
Belajar PUEBI, Yuk! Berikut 10 Kesalahan yang Sering Terjadi Dalam Menulis

Harry Potter, judul buku dan film yang sangat terkenal sekali.

Jadi, bagaimana? 
Tidak ada salahnya menggunakan nama tokoh untuk judul cerita atau buku, tapi jika kita adalah penulis yang sudah go … bukan penulis yang masih mengandalkan like serta komentar di grup FB, Wattpad, atau penulis yang masih dalam taraf penerbit indie.

Salah satu Novel berjudul “Satya dan Santa” setelah dipelajari, akhirnya kita akan tahu kesalahan fatal dalam judul tersebut. Secara tidak langsung, penulis sudah membocorkan tokoh utama (Satya) yang akan berpasangan dengan Santa.

3. Jangan terlalu panjang membuat judul

“Bertamasya ke Tasik Nambus yang Berakhir Tragis”

Wah, daebak! Seperti kereta api panjangnya.

Berapa kata minimal untuk judul? Menurut kami, tiga kata saja sudah panjang. Apalagi lebih dari itu.

4. Buatlah judul yang membuat penasaran

Tahu judul buku Mariposa? Nah, buku yang hanya memakai satu kata, tapi bikin orang penasaran. Judul buku tersebut merupakan buku dari Kak Lulu, buku tersebut bisa menjadi patokan dalam memilih judul.

ARTIKEL TERKAIT •
Mengenal Lebih Dalam, Apa Itu Berpikir?

Selain itu, berikut judul-judul yang memiliki filosofi tersendiri, yang kami ambil dari Narasumber, Thatha Sastra.

Rosemary: buku NuBar ThaTa batch 1 yang bertemakan kenangan. Pemilahan judul tersebut karena rosemary adalah bunga yang melambangkan sebuah kenangan.

Konjungsi: buku NuBar ThaTa batch 2. Temanya impian . Pemilihan judul tersebut karena konjungsi adalah kata penghubung. Menghubungkan mimpi dan juga harap. Selain itu dalam meraih impian pasti akan ada sebab dan akibat serta alasan untuk bangkit.

Seruni: buku NuBar ThaTa batch 3. Bertemakan sahabat, pemilihan judul tersebut karena seruni adalah bunga yang melambangkan persahabatan, kasih sayang, serta dukungan.

Cygnus: buku NuBar ThaTa batch 4 ini memiliki tema love yourself. 
Cygnus adalah rasi bintang yang memiliki 4 bintang terang dan memiliki bentuk seperti angsa yang sedang terbang. Angsa sendiri akan mengingatkan pada cerita Ratu Odette dan Black Swan, di mana mereka meragukan diri sendiri dan akhirnya harus berjuang melawan sisi gelap mereka sendiri.

5. Buatlah judul yang sesuai dengan penggambaran keseluruhan cerita

Jangan sampai judul dan isi cerita yang kamu buat sangat jauh, bahkan tidak nyambung sama sekali. Kasian pembaca, mereka akan merasa tertipu atau kena PHP.

ARTIKEL TERKAIT •
Penulisan Dialog yang Benar Sesuai PUEBI

Mari praktik sejenak!

Misalkan, kita membuat cerita tentang penantian seorang wanita yang ingin punya anak, tapi entah kapan, sedangkan dirinya sudah divonis menderita penyakit mematikan.

Nah, judul apa yang ada dalam pikiran kalian?

Jangan gunakan kata menanti, wanita, atau yang lainnya sebagai judul. Kenapa? Karena itu akan mudah ditebak.

Jika ada kata ‘menanti’, pembaca akan berpikir, oh ceritanya tentang penantian.

Apa yang bagus? 
Ayo, berpikir. Penantian itu identik dengan waktu, bukan? Si wanita juga menanti entah sampai kapan.

Jadi, apa? Kami rasa “Batas Waktu” bagus, karena si wanita menunggu batas waktu antara dia mati atau punya anak.

Nah, bagaimana? Sudah mulai punya bayangan untuk judul ceritamu?

Narasumber: Thata Sastra

Berikan Nilai Untuk Konten ini