Mumifikasi Mayat Era Mesir Kuno

in
Proses Mumifikasi Mesir Kuno
Proses Mumifikasi Mesir Kuno | Credit Image: Egypt Museum

Mesir kuno memiliki tradisi mumifikasinya yang terkenal hingga kini. Tradisi ini unik yang diturunkan turun temurun sejak ribuan tahun silam. Dikatakan unik, karena proses mumifikasi ini diikuti dengan membuat piramida.

Menurut mereka , piramida bisa mengumpulkan energi alam semesta untuk memberikan kekuatan abadi bagi jasad. Mereka yakin, tubuh yang telah mati itu akan dipakai kembali saat hidup di alam keabadian.

Proses mumifikasi mesir kuno memiliki beberapa tahapan, berikut ulasannya.

Minyak Suci

Ketika seseorang meninggal, hal pertama yang akan dilakukan adalah mencuci tubuh jasad. Memandikan jasad ini dilakukan di tepi barat Sungai Nil, lalu setelah dimandikan, jasad akan diusapi minyak yang diyakini merupakan minyak suci.

Sbfaer4ux3tiamireizw
Source Picture: kumparan

Setelah diusapi minyak suci, jasad akan dibawa ke ruangan yang bernama wabet. Ruangan ini bisa dibilang semacam ruang operasi pada saat itu. Proses ini dilakukan oleh orang terpilih, biasanya dilakukan oleh pendeta yang dipimpin oleh orang yang memakai topeng Anubis.

Garam Natron

Jasad yang sudah diusapi dengan minyak tadi, dimandikan lagi dengan menggunakan garam natron untuk mempercepat dehidrasi pada jasad.

ARTIKEL TERKAIT •
Asal Usul Kehidupan di Bumi Menurut “SAINS”

Lalu tubuh jasad akan dibedah untuk diambil beberapa organnya. Melalui sayatan dari perut organ vital seperti hati usus, paru-paru dan semua organ perut dikeluarkan kecuali jantung dan dua buah ginjal.

Jantung dan ginjal dibiarkan karena dipercaya memberikan keabadian kepada si jasad. Setelah dikeluarkan, organ-organ tadi akan dimasukan ke dalam toples kanopik yang memiliki tutup berbentuk anak-anak dewa “horus”.

Mengeluarkan otak

Melalui tulang ethimod, yaitu tulang yang terletak tepat di atas lubang hidung, otak akan dicairkan dengan cara dipluntir (diaduk) menggunakan alat berbentuk pengait yang dimasukan ke dalam lubang itu. Setelah itu otak akan ditiriskan melalui hidung.

Pembungkusan jasad

Jasad akan dilakukan proses pengeringan dengan cara dilumuri garam natron. Proses pengeringan ini membutuhkan waktu 40 hari. Setelah itu isi perut yang sudah kosong, akan diisi kain atau kapas.

Mummy2
Credit picture: webnode

Lalu, selama 70 hari jasad akan dilumuri lagi dengan minyak suci serta cairan khusus, wewangian lotus, dan bahan-bahan lain. Kemudian dengan posisi tangan menyilang di dada, jasad akan dibungkus dengan kain kafan, juga diselipkan semacam jimat yang dipercaya melindungi jasad menuju ke alam baka.

ARTIKEL TERKAIT •
Asal Usul Sudirman Cup, Kompetisi Bulutangkis Internasional yang Diambil Dari Tokoh Indonesia

Pembuatan topeng

Topeng
Credit Picture: Line Today

Proses terakhir adalah pemberian topeng yang dibuat semirip mungkin dengan wajah jasad. Hal ini dilakukan karena menurut mereka, agar ruh mengenalinya jasadnya saat ia kembali memasuki jasadnya.

Lalu, jasad akan dimasukan ke dalam peti berlapis-lapis agar tidak diganggu oleh binatang di dalam tanah.

Begitulah proses-proses mengerikan mumifikasi pada era Mesir kuno.

Berikan Nilai Untuk Konten ini