Pembunuh Berantai Hanya Membunuh Para Penjahat

in
Pembunuh Berantai Hanya Membunuh Para Penjahat
Pembunuh Berantai Hanya Membunuh Para Penjahat

Pedro Rodriguez Filho adalah pembunuh berantai, tapi yang ia bunuh hanya para penjahat termasuk ayahnya sendiri. Dia lahir di Santa Rita, Brazil pada 17 Juli 1954 dan dia memiliki kehidupan yang tidak baik.

Pedro lahir dengan tengkorak yang terluka karena ketika ibunya mengandung dirinya, sang ayah menendang perut ibunya saat berkelahi. Pada umur 13 tahun, Pedro sudah punya naluri seorang pembunuh.

Saat dia bertengkar dengan sepupunya, dia mendorongnya ke mesin tebu dan hal itu hampir membuat sepupunya tewas. Korban pembunuhan pertama Pedro adalah wakil Walikota Santa Rita. Pada saat itu Pedro berumur 14 tahun dan ia menembaknya dengan senapan di depan balai kota.

Motif pembunuhan ini adalah karena ayahnya dipecat sebagai penjaga sekolah, ayahnya dituduh mencuri makan siang di sekolah. Pedro juga membunuh penjaga sekolah lain yang diduga pencuri sebenarnya. Akhirnya Pedro melarikan diri ke daerah Mogi das Cruzes di Sao Paulo, Brazil.

Target pembunuhan Pedro selanjutnya adalah ayahnya sendiri, ibunya dibunuh oleh ayahnya dengan 21 pukulan parang. Pedro membunuh ayahnya di penjara dengan menyiksa dan menusuk badan ayahnya sebanyak 22 kali, bahkan Pedro memotong hati ayahnya dan menguyahnya.

Pada 24 Mei 1973, Pedro ditangkap. Ketika ditangkap, dia ditempatkan di mobil polisi bersama 2 orang penjahat termauk seorang pemerkosa.

Saat polisi membuka pintu mobilnya, seorang pemerkosa sudah tidak bernyawa lagi dan menemukan bahwa Pedro yang membunuhnya. Di dalam penjara justru Pedro akan kembali melakukan aksinya karena penjara merupakan tempat yang dikelilingi oleh para penjahat.

Pedro sudah membunuh eetidaknya 47 napi. Dilaporkan bahwa napi yang dibunuh Pedro saat dipenjara adalah orang-orang yang menurutnya pantas mendapat balasan.

Saat diwawancari, Pedro mengaku bahwa dia mendapat sensasi dan kebahagiaan karena membunuh penajahat. Dia juga mengatakan bahwa metode yang ia gunakan saat membunuh adalah menusuk dan menyayat dengan pisau.

Pedro dipenjara selama 34 tahun, usai menjalani hukuman, Pedro dibebaskan pada tahun 2007, dia pensiun menjadi seorang pembunuh dan menjalani hidup normal.

Avatar

Written by Bayu Pamungkas