Selain COVID-19, Berikut 5 Wabah Mematikan Sepanjang Sejarah

in
Wabah Flu Spanyol
Wabah Flu Spanyol | Credit Image: Kompas.com

Dalam peradaban, wabah mematikan seperti COVID-19 bukanlah hal yang baru. Saat ini dunia telah dilanda oleh wabah tersebut, namun sudah sejak dahulu kala, ada setidaknya 5 wabah paling mematikan sepanjang sejarah.

1. Black Death (1347-1353)

Wabah ini dapat dikatakan merupakan wabah paling mematikan di dunia. Bagaimana tidak, setidaknya sekitar 50 juta hingga 200 juta populasi di dunia meninggal akibat wabah ini.

Menurut ilmuwan, wabah ini berasal dari Asia seperti COVID-19. Bermula dari Hubei pada 1334, kemudian melalui jalur dagang, wabah ini menyebar hingga ke Eropa oleh bangsa Mongolia.

Caffa di Laut Hitam, merupakan kota dengan dampak yang terparah oleh wabah ini. Bagaimana tidak, bangsa Mongol yang ketika itu mengepung kota ini, menggunakan jasad prajuritnya yang mati akibat wabah untuk dilemparkan ke dalam kota.

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Yersina pestis yang dibawa oleh tikus.

2. Flu Spanyol (1918-1920)

Penyakit ini pertama kali muncul pada tahun 1916 di sebuah rumah sakit tentara Inggris di Etaples, Prancis ketika Perang Dunia I. Flu Spanyol merupakan salah satu wabah yang terburuk.

ARTIKEL TERKAIT •
Eropa Pernah Kehilangan 60 Persen Populasinya Karena Tikus

Sekitar 50 juta populasi dunia tewas karena infeksi virus H1N1 akibat wabah ini. Mirip dengan COVID-19, saat wabah ini melanda, masyarakat diperintahkan untuk karantina mandiri, melakukan social distancing, dan mencuci tangan.

3. HIV/AIDS (2005-Sekarang)

Sebenarnya, wabah ini mulai ditemukan pada tahun 1920 yang diduga berasal dari Kongo–ketika virus ditularkan oleh simpanse ke manusia. Lalu, pada tahun 1981, ditemukan seorang pria gay dan pengguna heroin mengidap penyakit ini.

Tahun 2005 hingga 2012 lah puncak dari wabah HIV/AIDS. Diperkirakan sekitar 36 juta orang meninggal karena tanda-tanda penyebab AIDS. Yang terparah terjadi di kawasan Sub-Sahara Afrika: terhitung ada 2,7 juta orang terinfeksi HIV, dan 2 juta orang meninggal akibat AIDS.

4. Wabah Justinian (540-542)

Wabah ini sama dengan Black Death yang disebabkan oleh bakteri Yersina pesitis. Dari waktu ke waktu, wabah ini menyebar di Asia, Eropa, dan Afrika dan menewaskan jutaan orang pada saat itu.

Wabah ini ditularkan oleh tikus melalui gigitan kutu yang membawa bakteri Yersina pesitis. Gigitan kutu tersebut menyebabkan ruam nanah tumbuh di tubuh. Lalu menyebabkan demam.

ARTIKEL TERKAIT •
10 Rekomendasi Hand Sanitizer Ampuh Membunuh Kuman dan Virus

Menurut Procopius, seorang akademisi dari Yunani-Bizantium, wabah ini dibawa oleh kapal-kapal dagang yang penuh tikus ketika berlayar ke Mesir.

5. Wabah Antonine (165-180)

Wabah ini memiliki gejala seperti, batuk, diare, demam, tenggorokan kering, dan papula merah. Mereka yang terjangkit wabah ini diawali dengan memiliki kulit papula merah dan hitam yang akhirnya menjadi keropeng.

Wabah tersebut pada tahun 165 menjangkit tentara yang melakukan march dari Roma ke Mesopotamia, mereka kemudian mengalami sakit. Karena itu, wabah pun menyebar ke seluruh Kekaisaran Romawi.

Menurut peneliti, penyakit ini mirip seperti cacar. Mereka yang terjangkit wabah ini lalu bisa sembuh, akan memiliki kekebalan tubuh.

Referensi: National Geographic Indonesia

Berikan Nilai Untuk Konten ini