Homo Sapiens Dan Migrasi Manusia Purba

Homo sapiens berevolusi dari pendahulu hominid awal mereka antara 200.000 dan 300.000 tahun yang lalu dan mengembangkan kemampuan bahasa sekitar 50.000 tahun yang lalu.


Di mana kita mulai? Di mana kisah manusia kita dimulai?

Homo sapiens adalah bagian dari kelompok yang disebut hominid, yang merupakan makhluk mirip manusia paling awal. Berdasarkan bukti arkeologis dan antropologis, hominid terlihat berbeda dari primata lain di suatu tempat antara 2,5 dan 4 juta tahun yang lalu di Afrika timur dan selatan. Meskipun ada tingkat keragaman di antara keluarga hominid, mereka semua memiliki sifat bipedalisme, atau kemampuan untuk berjalan tegak dengan dua kaki.

Evolusi

Para ilmuwan memiliki beberapa teori tentang mengapa hominid awal berevolusi. Satu, hipotesis kekeringan, menunjukkan bahwa hominid pertama berevolusi ketika daerah sabana kering Afrika meluas.

Menurut hipotesis Savannah, hominid penghuni pohon awal mungkin telah diusir dari rumah mereka karena perubahan lingkungan menyebabkan kawasan hutan menyusut dan ukuran sabana bertambah. Perubahan-perubahan ini, menurut hipotesis savannah, mungkin telah menyebabkan mereka beradaptasi untuk hidup di tanah dan berjalan tegak alih-alih memanjat.

Hominid terus berevolusi dan mengembangkan karakteristik unik. Kapasitas otak mereka meningkat, dan sekitar 2,3 juta tahun yang lalu, seorang hominid yang dikenal sebagai Homo habilis mulai membuat dan menggunakan alat-alat sederhana. Sejuta tahun yang lalu, beberapa spesies hominid, khususnya Homo erectus, mulai bermigrasi keluar dari Afrika dan masuk ke Eurasia, di mana mereka mulai membuat kemajuan lain seperti membuat api.

Picture of a _Homo habilis_ skull on a blue background. Skull is missing two of its front teeth.

Tengkorak Homo habilis . Gambar dari Wikimedia

Picture of a _Homo erectus_ skull on a white background. The cranium is more shallow than that of a _Homo sapiens_ skull.

Tengkorak Homo erectus. Gambar dari Wikimedia

Meskipun ada banyak jenis hominid, hanya satu yang tersisa: Homo sapiens. Kepunahan adalah bagian normal dari evolusi, dan para ilmuwan terus berteori mengapa spesies hominid lain tidak bertahan hidup. Beberapa petunjuk menjelasakan mengapa beberapa spesies kurang berhasil bertahan hidup daripada yang lain, seperti ketidakmampuan untuk mengatasi persaingan untuk makanan, perubahan iklim, dan letusan gunung berapi.

Migrasi dan Orang-Orang di Bumi

Antara 70.000 dan 100.000 tahun yang lalu, Homo sapiens mulai bermigrasi dari benua Afrika dan menghuni bagian Eropa dan Asia. Misalnya, mereka mencapai benua Australia dengan sampan sekitar 35.000 hingga 65.000 tahun yang lalu.

Para ilmuwan yang mempelajari massa daratan dan iklim tahu bahwa Zaman Es Pleistosen menciptakan jembatan darat yang menghubungkan Asia dan Amerika Utara (Alaska) lebih dari 13.000 tahun yang lalu. Teori migrasi yang diterima secara luas adalah bahwa orang menyeberangi jembatan darat ini dan akhirnya bermigrasi ke Amerika Utara dan Selatan.

Bagaimana nenek moyang kita dapat mencapai prestasi ini, dan mengapa mereka membuat keputusan untuk meninggalkan rumah mereka?. Perkembangan bahasa sekitar 50.000 tahun yang lalu memungkinkan orang untuk membuat rencana, menyelesaikan masalah, dan mengatur secara efektif. Meski alasannya tidak dapat dipastikan mengapa manusia pertama kali bermigrasi ke benua Afrika, tetapi kemungkinan berkorelasi dengan menipisnya sumber daya (seperti makanan) di wilayah mereka dan persaingan untuk sumber daya tersebut.

Begitu manusia mampu mengomunikasikan keprihatinan ini dan membuat rencana, mereka dapat menilai bersama apakah tekanan di rumah mereka saat ini lebih besar daripada risiko pergi untuk mencari yang baru.

Map of the world showing the spread of _Homo sapiens_ throughout the Earth over time. _Homo sapiens_ are reflected with red arrows (shown populating the entire world over time), _Homo neanderthalensis_ is reflected in orange in what is Europe and the Middle East today, and _Homo erectus_ is represented in yellow in Africa, South Asia, and Southeast Asia.

Penyebaran Homo sapiens. Gambar dari Wikimedia

Adaptasi dan efek pada alam

Ketika manusia bermigrasi dari Afrika ke iklim yang lebih dingin, mereka membuat pakaian dari kulit binatang dan membuat api untuk menghangatkan diri. Seringkali selama musim dingin, mereka membuat api terus menerus.

Senjata canggih, seperti tombak dan busur dan panah, memungkinkan mereka untuk membunuh mamalia besar secara efisien. Seiring dengan perubahan iklim, metode perburuan ini berkontribusi pada kepunahan mamalia darat raksasa seperti mamut, kanguru raksasa, dan mastodon.

Selain berburu hewan dan membunuh mereka untuk membela diri, manusia mulai menggunakan sumber daya bumi dengan cara baru ketika mereka membangun pemukiman semi permanen. Manusia mulai beralih dari gaya hidup nomaden ke rumah tetap, menggunakan sumber daya alam di sana.

Referensi:

  1. Strayer, Robert W. and Eric W. Nelson, _Ways of the World: a Global History (New York: Bedford/St. Martin’s, 2016).
  2. “The Evolution of Humans”, Boundless.
  3. Bulliet, Richard W. et. al.: _The Earth and its Peoples: A Global History (Boston, Wadsworth, Cengage Learning, 2011).
  4. Spodek, Howard: The World’s History (New Jersey: Pearson, 2006).
  5. Bentley, Jerry H. et. al., Traditions and Encounters: A Global Perspective on the Past (New York: McGraw-Hill Education, 2015).
  6. Bentley, Jerry h. et. al., Traditions and Encounters.
0/5 (0 Reviews)

Tinggalkan Balasan

Legend

Written by Fianaa

Content Author