Teknologi AI Menjadi Ancaman Bagi Calon Pekerja?

in
Artificial Intelligence In Manufacturing E1536611933869

Teknologi memanglah menjadi sebuah alat yang dapat membantu pekerjaan sehari-hari kita menjadi lebih mudah, cepat dan akurat. Dengan adanya teknologi kini kita tak perlu mengirim surat menggunakan selembar kertas yang memakan waktu berhari-hari lamanya seperti dulu, cukup menggunakan layanan internet kita dapat mengirim pesan dengan orang yang berada di tempat jauh kurang dari satu detik saja.

Whatsapp menjadi salah satu media yang digunakan banyak orang untuk mengirim pesan berupa teks, audio bahkan video melalui jaringan internet.

Salah satu perkembangan teknologi yang akan menggebrak dunia di masa depan adalah teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence, sebagai sebuah teknologi yang banyak diperbincangkan oleh manusia modern dikarenakan akan mengancam peradaban manusia di masa depan. Kita memang tidak mengetahuinya apakah ini benar atau tidak, karena untuk saat ini kita tidak dapat pergi ke masa depan. Daripada berpikir yang tidak-tidak mengenai kecerdasan buatan, mari kita lihat dahulu apa itu kecerdasan buatan itu sendiri.

Apa Itu Kecerdasan Buatan?

Machine Learning sebagai salah satu bidang yang menerapkan kecerdasan buatan didalam sebuah komputer, agar komputer tersebut dapat mengembangkan perilaku menggunakan data empiris atau basis data.

Istilah Artificial Intelligence itu sendiri dicetuskan oleh John McCarthy pada tahun 1956, yang mana ditunjukan sebagai sebuah bidang yang menggambarkan kecerdasan manusia yang diproses melalui sebuah program dan diaplikasikan menggunakan mesin. AI (Artificial Intelligence) atau kecerdasan buatan merupakan teknologi yang dapat mensimulasikan kecerdasan manusia yang diproses dengan mesin, tepatnya sistem komputer. Proses-proses pada AI ini termasuk mempelajari, berpikir dan koreksi diri. Aplikasi tertentu yang diterapkan pada AI termasuk kedalam sistem pakar, pengenalan suara dan penglihatan mesin.

Kecerdasan buatan termasuk salah satu cabang dari komputer sains yang mana mempelejari desain agen cerdas. Cabang ini sendiri berhubungan dengan bidang linguistik, kognitif sains dan logika matematika serta lebih dekat ke bidang dunia robotika. Tujuan utama dari kecerdasan buatan ini adalah untuk membuat sebuah komputer dapat berfungsi dengan cara yang lebih cerdas.

Sejarah Singkat Dari Kecerdasan Buatan

Seperti yang dijelaskan diatas tadi kalau istilah AI itu dicetuskan oleh seorang bernama John McCharty pada tahun 1956. Teori mengenai kecerdasan buatan ini dicetuskan oleh seorang pelopor logika komputasi yaitu Alan Turing, teori yang menjadi gagasan utama dalam menyatakan kalau dengan menggunakan informasi berbentuk bit atau bytes, sebuah komputer dapat melakukan komputasi dalam menyelesaikan pernyataan matematika yang tepat.

Garry Kasparov yang berhadapan kembali dengan Deep Blue Super Computer pada tahun 1997 di kota New York, menjadi tahun kekalahan pertamanya oleh sebuah super komputer.
https://www.pri.org/stories/2018-01-05/garry-kasparov-and-game-artificial-intelligence

Ada satu cerita yang menarik mengenai perkembangan dunia AI, yaitu super komputer milik IBM yang dinamakan sebagai Deep Blue ditantang untuk bermain papan catur dengan seorang Grandmaster Garry Kasparov pada tahun 1996 di Philadelphia. Pada babak pertama permainan dimenangkan oleh Garry, tetapi pada babak selanjutnya pada tahun 1997 di  kota New York permainan dimenangkan oleh super komputer milik IBM. Menjadikan sebuah kekalahan pertama sebagai seorang Grandmaster yang telah dikalahkan oleh sebuah super komputer.

Akankah Kecerdasan Buatan Mengancam Calon Pekerja?

Penerapan teknologi berbasis kecerdasan buatan dapat dikatakan telah menyebar luas, seperti dibidang fotografi smartphone misalnya. Dengan menerapkan kecerdasan buatan pada kamera smartphone, pengguna bisa secara otomatis mendapatkan mode foto yang sesuai dengan kebutuhan. Dengan adanya fitur AI pada kamera smartphone memudahkan kita mengenali objek yang sebelumnya kita tidak ketahui. Kini para pengusaha juga sudah mulai menggunakan mesin-mesin berteknologi kecerdasan buatan sebagai para pekerjanya, mereka membatasi para pekerja manusia karena beberapa alasan.

Jadi apa yang menjadi alasan para pengusaha lebih memilih mesin berteknologi kecerdasan buatan ketimbang tenaga kerja manusia? Mari kita ketahui 3 kelebihan yang dimiliki oleh AI.

1. Pekerjaan Menjadi Lebih Efisien

Tenaga kerja mesin AI itu bekerja lebih baik dari apa yang manusia lakukan dalam pekerjaannya, mereka bisa mengurangi kesalahan saat bekerja, mereka bekerja tanpa istirahat setiap waktu, mereka juga bisa melayani konsumen dengan lebih baik. Mesin-mesin seperti itu sangat dibutuhkan karena mereka bisa bekerja 7 x 24 jam, tidak seperti manusia yang butuh shift malam atau siang untuk bergantian kepada pekerja lainnya.

2. Bekerja Dengan Akurasi Yang Tinggi

Yah tentu, itu karena para ilmuwan yang meneliti dan mengembangkan mesin berteknologi kecerdasan buatan melatih atau mengajari mereka untuk dapat menyelesaikan berbagai masalah sulit, seperti menyelesaikan rumus matematika yang kompleks dan mampu melakukan tugas yang genting dengan cara mereka sendiri. Tentu cara ini agar bisa mendapatkan hasil kerja dengan akurasi yang tinggi, itulah kenapa mesin ini sangat sangat dibutuhkan dalam bidang yang membutuhkan tingkat konsentrasi yang tinggi seperti bidang kedokteran. Karena mereka mampu membuahkan hasil yang terbilang akurat.

3. Mengurangi Biaya Pelatihan dan Operasi Para Pekerja

Yah seperti manfaat pertama dimana mereka bekerja secara efisien, sehingga bisa mengurangi biaya pelatihan maupun operasi para pekerja. Mereka itu menggunakan algoritma mesin belajar dan jaringan neural sehingga mereka bisa belajar hal-hal baru seperti yang manusia lakukan, tetapi lebih cepat. Karena ada penelitian dan pengembangan AI yang sedang berjalan untuk mengoptimalkan kemampuan mesin pembelajaran mereka sehingga bisa belajar hal baru lebih cepat lagi. Inilah salah cara para pengusaha untuk mengurangi pengeluaran biaya perusahaan.

Dilihat dari keuntungan yang dapat kita raih jika menerapkan kecerdasan buatan memang kemungkinan kita tak memerlukan tenaga kerja manusia, bahkan dilansir dari inc.com menurut analisis Oxford University bahwa sudah mendekati separuh dari seluruh pekerjaan yang ada akan diambil alih oleh robot dalam 25 tahun kedepan. Tetapi disana juga dikatakan bahwa Artificial Intelligence juga memberikan dampak baik yaitu adanya pekerjaan baru, menurut perusahaan layanan IT Cognizant bahwa ada 21 pekerjaan baru yang hadir dalam 10 tahun kedepan.

Berikut 10 dari 21 pekerjaan yang akan hadir dalam 10 tahun kedepan menurut Cognizant.

  1. Detektif Data
  2. Fasilitator IT
  3. Manager Pengembangan Perusahaan Kecerdasan Buatan
  4. Ahli Komputasi / Komputer
  5. Penasihat Kebugaran Jasmani
  6. Asisten Medis AI
  7. Analisis Dunia Maya
  8. Direktur Portofolio Genomik
  9. Penjahit Digital
  10. Kepala Petugas

Dan menurut UIPath yang dilansir oleh technopedia kalau perkembangan dunia AI justru menciptakan lapangan pekerjaan yang baru, dan permintaan pekerjaan di bidang AI yang paling banyak dicari adalah Software Engineering, Spesialis Teknologi Kecerdasan Buatan, Analisis Data dan Pengusaha Produk. Sebagai estimasi saja bahwa peminatan pekerjaan seperti diatas ternyata paling banyak dicari di negara China, mencapai lebih dari 12.000 pekerja yang setuju dengan penawaran pekerjaan di bidang AI. Lalu diikuti oleh Amerika Serikat yang mendekati 7.000 pekerja, yang lebih difokuskan ke pusat teknologi di California, Washington, Virginia, Massachusetts dan New York.

Berita buruknya adalah mereka yang memiliki peran non-teknis kemungkinan akan hilang atau tak dibutuhkan. Tapi kabar baiknya juga ada loh, kalau aktivitas ekonomi kita akan melonjak sampai 50 persen bahkan lebih yang berarti dengan teknologi kecerdasan buatan ini memungkinkan kehidupakan ekonomi kita menjadi lebih baik.

Kesimpulan

Artificial Intelligence yang diterapkan pada robot yang akan sangat membantu berbagai perusahaan industri memang mungkin membuat kita seakan-akan tergantikan, tetapi pemikiran itu untuk orang yang tidak ingin berusaha. Karena faktanya artificial intelligence juga menciptakan pekerjaan baru bagi kita, mesin berteknologi kecerdasana buatan itu tetaplah mesin yang membutuhkan perawatan baik fisik maupun non-fisik. Dengan terciptanya lapangan pekerjaan baru, kita yang hidup di zaman sekarang ini terpaksa harus memiliki skill yang dibutuhkan sesuai dengan lapangan pekerjaan yang telah tercipta.

Tujuannya agar kita bisa bersaing di era kecerdasan buatan nanti, mau tidak mau kita memang harus melakukannya. Jadi kecerdasan buatan memang akan menggantikan peran manusia dalam beberapa hal tetapi mereka juga menciptakan pekerjaan baru untuk kita, yang harus kita lakukan adalah beradaptasi.

Referensi:

Artikel ini Dibuat oleh Komunitas Bebaspedia. Segala sesuatu yang berhubungan dengan tulisan diatas sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis. Ingin bergabung dalam komunitas Ensiklopedia Bebas? Buat Artikelmu! Klik Disini!

Bagikan Jika Kamu Suka