Perkiraan Puncak Virus Corona di Indonesia Pada Bulan Ramadhan

in ,
Perkiraan Puncak Virus Corona di Indonesia Pada Bulan Ramadhan
Perkiraan Puncak Virus Corona di Indonesia Pada Bulan Ramadhan

Deputi V Badan Intelijen Begara (BIN), Afini Boer, menyampaikan puncak penyebaran virus corona (outbreak) akan berlangsung pada bulan Mei, bertepatan dengan Ramadan 1441 Hijriah.

Afini menjelaskan skema yang ia buat telah menggunakan perhitungan matematis untuk menemukan hasil tersebut. Berdasarkan penelitiannya bersama berbagai pihak, outbreak akan terjadi terhitung dari 60 hari sejak ditemukan virus corona di Indonesia

“Kita sudah membuat skema menggunakan perhitungan matematis, di Indonesia outbreak akan terjadi dalam 60 hari, berarti bulan Mei,” ujarnya di Kebayoran Baru, Jakarta, Jum’at (13/03/2020).

Penelitian tersebut menurut Afini bertujuan untuk membantu langkah-langkah pemerintah dalam menangani kasus virus corona. Terutama menekan angka infeksi dalam dua bulan ke depan.

“Tujuannya bukan menebar kepanikan, tapi supaya pemerintah bisa sigap dalam menangani virus ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Afini menyatakan Indonesia akan mampu menekan penyebaran virus corona jika pemerintah melakukan upaya maksimal dalam pecegahan dan penanggulangan.

Meski demikian, ia tetapi apresiasi upaya yang sudah dilakukan pemerintah selama ini, termasuk penunjukkan juru bicara untuk virus corona

ARTIKEL TERKAIT •
Kasus Virus Corona 369 di Indonesia, 32 Meninggal Dunia

“Jika pemerintah melakukan persiapan yang optimal, tentu bisa menekan angka infeksi virus corona, sehingga nanti grafik yang kita siapkan tidak akan mencapai puncak, tentunya skema yang dibuat untuk mencegah ini,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Ketua Komisi I DPR Meuty Hafid menyampaikan Indonesia belum memasuki tahap untuk lockdown atau isolasi.

Menurutnya perlu persiapan yang optimal untuk melakukan lockdown, terutama persiapan rumah sakit di daerah dan komunikasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

“Kalau lockdown itu belum perlu, kita masih harus optimalisasi informasi dengan daerah, persiapan rumah sakit dan lab juga perlu dilakukan,” ujarnya.

Meutya juga mengingatkan pentingnya personel TNI dalam menjaga perbatasan dan pelabuhan di pintu masuk Indonesia, untuk mengantisipasi penyebaran virus corona yang dibawa dari luar negeri.

“Saya rasa penjagaan oleh TNI perlu dilakukan saat ini tidak hanya di jalur udara, tapi juga non udara, penjagaan pintu masuk non udara seperti laut, itu harus diperketat lagi,” ujarnya.

ARTIKEL TERKAIT •
Terungkap Asal Virus Corona, Bukan Dari Sup Kelelawar

Berikan Nilai Untuk Konten ini