menu
Bebaspedia.com
Bebaspedia.com Gaya Hidup Meski Tidak ada Masa Kadaluwarsa, Ini Waktu yang Tepat Untuk Mengganti Pakaian Dalam

Meski Tidak ada Masa Kadaluwarsa, Ini Waktu yang Tepat Untuk Mengganti Pakaian Dalam

Meski Tidak Ada Masa Kadaluwarsa, Ini Waktu Yang Tepat Untuk Mengganti Pakaian Dalam
Ini Waktu Yang Tepat Untuk Mengganti Pakaian Dalam (genielday.com)

Dalam beraktivitas, pastinya semua orang menggunakan pakaian dalam. Seperti bekerja, berolahraga, atau hangout bersama teman-teman. Bahkan saat bersantai di rumah pun, orang-orang pasti mengenakan CD atau celana dalam.

Namun, meski celana dalam tidak memiliki masa kadaluwarsa, kita harus tahu kapan waktunya untuk menggantinya. Hal itu dilakukan tentunya untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan orang yang menggunakannya.

Harus mengganti pakaian dalam secara teratur

Menurut Ginekolog di NYU Langone Health, Taraneh Shirazian menyebutkan memang tidak ada bukti medis yang jelas jika menggunakan pakaian dalam jangka waktu yang lama akan menimbulkan efek yang tidak baik bagi kesehatan penggunanya.

Akan tetapi, untuk urusan kenyamanan dan meminimalisir kemungkinan menimbulkan masalah seperti infeksi atau alergi, ada baiknya disarankan untuk mengganti celana dalam secara rutin dan teratur.

Harus Mengganti Pakaian Dalam
Harus mengganti pakaian dalam (idntimes.com)

Dilansir dari laman Health, menurut Philip Tierno selaku Profesor klinis mikrobiologi dan patologi di NYU School of Medicine, mengungkapkan pakaian dalam memang tidak mempunyai tanggal kadaluwarsa dan tak ada yang mengetahui kapan itu waktunya.

ARTIKEL TERKAIT •
5 Ciri Pakaian Dalam Yang Sudah Tidak Layak Pakai Lagi

Lain ceritanya jika celana dalam sudah tidak bisa digunakan karena tidak muat, karetnya sudah melar, atau sudah berlubang. Maka sudah waktunya untuk segera menggantinya dengan yang baru.

Karena pada dasarnya menggunakan pakaian dalam yang telah usang dapat menimbulkan gejala atau masalah pada kesehatan.

Shirazian mengatakan, jika jahitan pada celana dalam sudah robek atau koyak, dan masih tetap digunakan, akan menyebabkan iritasi pada kulit dan menimbulkan luka atau lecet yang mana akan meningkatkan risiko terkena infeksi kulit.

Ketika mengganti dengan yang baru

Kemudian, ketika ingin mengganti pakaian dalam dengan yang baru, kamu harus teliti dan memperhatikan hal-hal penting, seperti bahan, pewarna, dan bahan kimia yang terdapat di dalamnya.

Selain itu, Shiraizian memberitahu jenis bahan yang baik untuk celana dalam ialah berbahan katun. Hal itu karena, bahan katun tidak membiarkan kelembapan menjadi menumpuk, sehingga tidak akan menimbulkan adanya infeksi.

Sementara itu, untuk kain sintetis seperti jenis spandex atau nilon malah akan menahan kelembapan dan tidak gampang kering. Sehingga akan menyebabkan risiko infeksi atau iritasi pada kulit.

ARTIKEL TERKAIT •
4 Dampak Minus Kalau Sering Tidak Menggunakan Celana Dalam

Yang paling terpenting gunakan pakaian dalam yang membuat kamu nyaman, bahannya lembut, dan dapat menyerap kelembapan.

Add comment

Hidupkan Notifikasi    OK No thanks