811 Warga China Datang ke Indonesia Meski Ada Pelarangan Dari Pemerintah

in ,
811 Warga China Datang ke Indonesia Meski Ada Pelarangan Dari Pemerintah
811 Warga China Datang ke Indonesia Meski Ada Pelarangan Dari Pemerintah

Pemerintah resmi melarang warga negara China masuk Indonesia sejak 5 Februari 2020. Kebijakan itu dilakukan sebagai langkah antisipasi agar Indonesia tak terjangkit virus corona.

Namun meski kebijakan ini diterapkan oleh pemerintah, masih tetap ada warga negara China yang nekat datang ke Indonesia.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC Kementerian Keuangan, sebanyak 811 warga China masih berdatangan ke Indonesia, di mana sebanyak 550 warga China berkunjung pada tanggal 5 Februari pasca ditetapkan larangan tersebut.

Kemudian, pada tangan 6 Februari kembali masuk ke Indonesia sebanyak 285 orang, tercatat masih ada 3 orang yang masuk ke Indonesia. Sehingga total keseluruhan sejak diberlakukan kebijakan pelarangan tersebut, pemerintah kecolongan sebanyak 811 warga China masuk ke Indonesia.

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Ditjen Bea dan Cukai Kemenkeu, Syarif Hidayat menjelaskan, masuknya ratusan warga China tersebut dikarenakan adanya transit penerbangan. Sehingga mau tidak mau masih terdapat di Indonesia.

“Kalau yang tiga orang itu mungkin transi. Bisa juga pesawat lain yang melalui Singapura atau Timor Leste, atau transit juga bisa,” ujar dia di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (3/03/2020).

ARTIKEL TERKAIT •
5 Desa Paling Horor di Indonesia

Berdasarkan Catatan, jumlah penumpang asal China di puncaknya saat Tahun Baru Imlek pada 25 Januari 2020, sebanyak 7.792 penumpang. Setelah tanggal itu, jumlah penumpang asal China menurun.

Sejak 25 Januari 2020 hingga saat ini, jumlah penumpang asal China menurun drastis hampir 100 persen. Sementara sejak 9 Januari higga hari ini, tak ada jumlah penumpang asal China yang berkunjungan ke Indonesia.

MRT Gencar Sosialisasikan peihal virus corona

Pasca presiden Jokowi mengumumkan dua orang Indonesia yang positif terkena virus COVD-19 atau yang lebih dikenal dengan virus corona. Indonesia terus memperketat pengamanan di tempat umum seperti di stasiun.

Sejak 2 minggu lalu, seluruh jaringan stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) telah dilengkapi dengan hand sanitizer yang menempel di dinding beserta sosialisasi cara penggunaan masker.

“Gunakan masker bila batuk, atau tutup mulut dengan lengan atas bagian dalam (etika batuk),” demikian tertulis dalam papan sosialiasi tersebut.

Penumpang juga dianjurkan untuk menjaga kebersihan tangan dengan hanz sanitizer setiap keluar dan masuk kamar kecil.

ARTIKEL TERKAIT •
Karena Virus Corona, Asuransi Syariah Tidak Mau Menanggung Kerugian Pembatalan Umrah

Berikan Nilai Untuk Konten ini