Paus Sperma Mati Terdampar dengan 100 kg Sampah Di Perutnya

in ,
Paus terdampar di Skotlandia | Liputan6

Tim Schottish Marine Animal Strandings Scheme menemukan seekor Paus sperma mati di Pantai Seilebost, Skotlandia. Dalam perut paus sepanjang 14 meter tersebut terdapat puing-puing dan sampah seberat 100 kilogram. Puing-puing itu di antaranya yaitu, jaring ikan, tali pengikat tas, dan gelas plastik.

Diyakini, benda-benda itu berasal dari industri perikanan dan sampah daratan.

Dengan bantuan dari Dewan Kepulauan Barat dan penjaga pantai, Tim Schottish Marine Animal Strandings Scheme (SMASS) menguburkan bangkai paus besar tersebut.

Meskipun ditemukan banyak sampah dalam perut paus tersebut, Tim SMASS masih belum bisa memastikan apakah kematian paus itu disebabkan oleh sampah itu atau ada sebab lain.

Bedah perut paus

060166900 1575278582 109961397 Collage1
Jaring ikan dan tali dalam perut paus | liputan6

Pembedahan perut paus menyebabkan darahnya menguncur keluar dan mengalir di sekitar pantai. Dengan terjadinya kematian paus sperma ini, menunjukan bahwa terdapat masalah polusi laut.

Seorang warga yang mengikuti aksi pembedahan tersebut dalam unggahan facebooknya menghimbau agar orang-orang melestarikan hewan yang berada di lautan.

Dalam pembedahan tersebut, ditemukan alat-alat pancing dan jaring yang diduga milik industri yang bekerja di lautan.

Tentang paus sperma

Paus sperma | kompas

Dalam kelompok paus bergigi, paus sperma merupakan hewan terbesar. Mereka juga sekaligus merupakan hewan bergigi terbesar di dunia.

Paus sperma dijuluki demikian karena terdapat bahan putih susu spermaceti di kepalanya. Pada awalnya cairan tersebut adalah sperma.

Kepalanya yang besar menjadi ciri khas dari Paus Sperma ini, terutama pada jantan, ukuran kepalanya hampir sepertiga daripada panjang tubuhnya.

Nama ilmiahnya juga diambil dari bahasa Yunani, macrocephaluss yang memiliki arti “kepala besar”.

Pelepasan paus dan lumba-lumba di Skotlandia terus meningkat. Menurut laporan angka SMASS, ada 204 laporan di tahun 2009, dan naik menjadi 930 di tahun 2018.

Sumber: liputan6.com

Tinggalkan Balasan