Helikoper Sebar 2.000 Kg Wortel dan Kentang Untuk Satwa Hutan Di Australia

in ,
Helikoper Sebar 2.000 Kg Wortel dan Kentang Untuk Satwa Hutan Di Australia
Helikoper Sebar 2.000 Kg Wortel dan Kentang Untuk Satwa Hutan Di Australia

Pemerintah Australia menyebarkan wortel dan kentang dari helikopter untuk memberi makan satwa hutan yang menjadi korban kebakaran di Australia.

Australia Drops Food For Wildfire Animals Featured 1280x720 1
Source

Melansir dari CNN, kegiatan itu dilakukan untuk memberi makan para walabi yang habitat juga sumber makanannya habis terbakar karena kebakaran hutan yang terjadi sangat parah.

Wortel dan kentang segar ini dijatuhkan dari ketinggian di negara bagian New South Wales, sehingga dapat menjangkau satwa-satwa yang berada di area yang sulit dijangkau.

Salah satunya walabi, hewan sejenis kanguru yang juga merupakan endemik Australia. Walabi-walabi yang sudah terancam punah sejak sebelum adanya bencana itu kesulitan mendapatkan makanan, karena hutan tempat mereka hidup lenyap terbakar oleh api.

Untuk itu komunitas yang peduli terhadap keberlangsungan satwa liar di sana menyediakan 2.000 Kg wortel dan kentang yang siap mereka sebar dari helikopter.

Diduga terancam punah

Australia sudah memiliki tingkat kepunahan spesies yang tinggi, hal tersebut diperparah dengan begitu banyak hewan yang terkena dampak kebakaran, belum terlaporkan berapa banyak satwa liat Australia yang bertahan hidup.

ARTIKEL TERKAIT •
Kebakaran dan Banjir Telah Usai, Kini Australia Harus Waspada Terhadap Laba-laba Mematikan di Dunia!

Tak hanya upaya menghujani makanan segar dari udara, komunitas-komunitas lain di sejumlah negara bagian lainnya juga melakukan upaya sejenis dengan menyelamatkan kanguru, unta, kuda, dan alpaka, dengan memberi mereka makanan agar dapat bertahan hidup.

Kebakaran hutan yang terjadi hampir di seluruh kawasan Australia memang mengundang dunia untuk berbelasungkawa. Diperkirakan lebih dari 1 miliar hewan terbunuh dalam bencana alam dahsyat tersebut.

Sebagian dari satwa liar mengalami luka-luka sehingga semakin memperlambat kemampuan geraknya untuk mencari tempat yang lebih hijau dan mendapatkan asupan makanan berupa rumput-rumput segar.

Hal itu menjadi faktor utama menyebabkan satwa liar mati secara perlahan, karena sakit dan tidak adanya asupan makanan dan pertolongan yang cepat membuat satwa-satwa liar tersika secara perlahan lalu mati.

Kebakaran besar yang terjadi benar-benar membawa banyak dampak kerusakan yang sangat merugikan bagi negara, manusia, dan juga hewan yang hidup.

Pemerintah Australia pun menganggarkan dana sebanyak 50 juta dollar AS untuk membantu menyelamatkan satwa liar yang menjadi korban.

ARTIKEL TERKAIT •
Karena Dibully di Sekolah, Seorang Anak Memilih Untuk Mati Saat Curhat Dengan Sang Ibunda

Berikan Nilai Untuk Konten ini