Anti Feminis, Pantas Didukung?

in
O 19u1bc8ln1ph5ksjvic1t5gc10a

Bebaspedia – Beberapa  hari yang lalu, kita mungkin pernah mendengar “ITF” ya kan?. Indonesia Tanpa Feminisme atau biasa disingkat dengan ITF, merupakan gerakan atau kampanye yang dilakukan oleh sekelompok perempuan. Mungkin sedikit aneh, pasalnya gerakan ini justru seperti merendahkan para wanita dan menganggap wanita hanya sebagai barang atau properti bagi para lelaki. Simpelnya, gerakan ini tunduk kepada patriarki.

Entah apa yang salah dengan feminism sehingga mereka terang-terangan dalam menentang hak dan kesetaraan antar wanita dan pria ini. Satu hal yang mungkin bisa menjadi penyebab mereka melakukan hal ini. Apa itu? Mungkin dari kesalahpahaman dalam mempelajari agama, menentang feminisme yang mereka anggap sebagai gerakan dari “negeri barat”.

Apa itu “Feminisme”

Simpelnya, feminisme menurut KBBI adalah  gerakan wanita yg menuntut persamaan hak sepenuhnya antara kaum wanita dan pria.

Feminisme tidak berbicara mengenai superioritas gender, tidak berbicara perempuan yang dapat berbuat seenaknya kepada laki-laki, dan sebagainya. Namun feminisme hanya ingin ada dan terwujudnya persaman hak antar pria dan wanita.

Feminisme pada prinsipnya mmeperjuangkan kesetaraan, dalam hal apa? Kesetaraan sebagai manusia. Pada jaman dulu, wanita dianggap lebih rendah daripada lelaki, hanya sebagai boneka dan mainan bagi lelaki. Jaman dulu, wanita tidak diperbolehkan untuk sekolah, menuntunt ilmu dan lain sebagainya. Mereka, para wanita hanya dianggap sebagai pelayan dan budak bagi pria. Yang hanya bisa memasak didapur, melayani dikasur, dan mencuci disumur, tidak lebih dari itu.

Pada saat abad 19-20 atau bahkan jauhh sebelum dari itu, wanita tidak punya hak dalam berpolitik–tidak punya suara.

Feminisme tidak hanya urusan bagi perempuan, melainkan juga bagi lelaki. Dalam pandangan tradisional. Lelaki/ayah bertindak sebagai pencari nafkah untuk menafkahi keluarganya. Lantas, apakah dia harus lepas tanggung jawab dalam mengurusi anak? Mengasuh anak? Menyuapinya? Memandikannya? Mendidiknya? Tidak. Feminisme tidak seperti itu. Semuanya sama.

Feminis bukan soal wanita berkarir atau tidak, bukan soal perempuan bekerja atau tidak, kantoran atau bukan, tidak. Simpel! Feminisme mengharapkan adanya kesempatan bagi wanita, tidak dikekang dan diperbudak. Berkat feminisme, kalian–para wanita bisa merasakan kebebasan berbicara saat ini, kebebasan memilih dan ikut serta dalam pemilu, merasakan pendidikan, ikut masuk ke ranah politik dll.

Namun sayangnya, secara historis patriarki telah terwujud dalam organisasi sosial, ekonomi, politik, budaya dan agama. Membuat banyak orang terperangkap dalam faham patriarki dan mungkin bisa menjadi bibit-bibit anti feminisme. Wanita tidak boleh keluar malam, tidak boleh mempunyai banyak teman, harus memakai pakaian feminim dll merupakan bentuk kita masih berada dalam faham patriarki.

Entah apa yang dipikirkan oleh para Anti Feminism ini, atau bahkan mereka mungkin tidak tahu apa itu feminisme? Miris, para pejuang wanita dulu seperti R.A Kartini berusaha menaikkan derajat wanita. Namun beberapa orang-orang kontemporer malah menggaungkan gerakan Indonesia Tanpa Feminisme
Gerakan ITF justru membawa wanita kepada jaman kebodohan, dimana wanita hanya diperbudak dan diperalat.

Artikel ini Dibuat oleh Komunitas Bebaspedia. Segala sesuatu yang berhubungan dengan tulisan diatas sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis. Ingin bergabung dalam komunitas Ensiklopedia Bebas? Buat Artikelmu! Klik Disini!

5/5 (2 Reviews)

Tinggalkan Balasan