Perjalanan ke Ensiklopedia Bebas ID

in
Sadada

Bulan-bulan ini tetiba ada panggilan khusus untuk membicarakan suatu hal yang awalnya tak begitu aku pikirkan. Karena banyaknya netizen yang mengenal nama Ensiklopedia Bebas lalu bertanya-tanya suatu “kekacauan” yang terjadi kepada FP EB lama dengan logo yang sering disandingkan dengan Tokopedia itu. 

Sebelumnya, artikel ini ditulis berdasarkan pandangan saya, Fiana (Sufia Pebiana) atau pendiri group Ensiklopedia Bebas. Semenjak bergabung di tim EB selama satu tahun sampai akhirnya saya membentuk EnsiklopediaBebas ID dibantu oleh Tim Dafunda, Dafunda Community sendiri adalah sebuah Komunitas Media Geek dan Pop-Culture Indonesia. Tentunya pengalaman mereka di media tidak saya ragukan lagi. Dan tulisan ini sama sekali bukan untuk membuat“ dorama” melainkan untuk meng KLARIFIKASI dengan jelas terkait lahirnya Ensiklopedia Bebas ID.

Screenshot 453

Fanspage Ensiklopedia Bebas pertama kali didirikan pada tahun 2014 oleh seorang pemuda dari Aceh. Founder EB pun mempunyai wakil yang sangat dipercaya olehnya dan mengangkatnya menjadi “CEO” EB, saya tidak bisa menyebutkan nama jelasnya. Karena sekali lagi, tidak ada niatan untuk melahirkan “dorama” baru di sosial media. Hanya ini fakta yang saya tau terkait kepemimpinan EB pada awalnya.

Sampai akhirnya saya tahu Fanspage tersebut pada pertengahan tahun 2017, dimana saya mulai diajak bergabung oleh CEO dan menyetujui ajakan itu. Manajemen saat itu bagiku pas-pas an. Dimana tidak sepenuhnya kompak. Ada yang pasif, ada juga yang tidak mau mendengarkan CEO dan “kaka-kaka” diatasnya alias tidak bisa diajak kerjasama.

Kenapa saya bilang pas-pasan?. Karena pada saat saya bergabung, EB sendiri terasa seperti benar-benar media yang mempunyai “nilai” lebih bagi orang-orang yang memerlukan sebuah media relasi. Dan saat itu EB mendapatkan kerjasama dengan beberapa tim Esport Indonesia. Dimana, CEO EB pada waktu itu yang mengurus berbagai kerjasama itu. Dan saya adalah salah satu orang yang menerbitkan berbagai project tersebut.

Akhirnya setelah beberapa bulan bergabung, saya beberapa kali membantu beberapa masalah internal di EB termasuk divisi grupnya. Dan dipercaya untuk memimpin grup atas nama Ensiklopedia Bebas.

Keterangan waktu disini, tidak bisa saya sebutkan dengan detail. Karena saya sendiri ingat-ingat lupa hehe. Tidak lama setelah grup didirikan dan mencapai 40ribu anggota, masih di tahun 2017. EB pun dikabarkan mempunyai CEO/Owner baru, waktu itu saya dan kawan-kawan lain sepertinya sudah percaya dengan keputusan CEO EB lama dengan memindahkan EB ke tangan orang baru. Karena yang terlihat adalah berbagai poin positif yang akan didapatkan EB kedepannya.

Apa saja poin positifnya?. Template yang di design ulang dan datangnya media partner yang menjadi bagian EB, ditambah sebuah “harapan” agar EB bisa menjadi lebih dari sekedar FP Facebook. Pada saat itu, manajemen EB bagiku sangat bagus, dimana semuanya aktif dan terjadwal. Itupun keliatannya bukan dari sistem yang diciptakan CEO Baru, tapi dari kepemimpinan media partner yang bergabung dengan EB.

Sampai akhirnya, “kontrak” dengan media partner tersebut habis dan keluar dari EB. Setidaknya itulah yang dikabarkan oleh CEO kepada tim EB. Belum ada penurunan kualitas manajemen saat itu, malah CEO mengatakan bahwa EB lebih baik berdikari. Akhirnya web EB di design ulang, dan saat itu memang hasilnya tampilan web EB sangat bagus.

Masa “fullpower” itu tidak bertahan lama, saya sendiri dari aktif menurun menjadi pasif. Posisiku sebagai leader FP pun digantikan oleh yang lebih aktif. Tapi itupun tidak berpengaruh, dikarenakan hilangnya semangat semua anggota. Saya tidak tahu alasan anggota lain kehilangan powernya, bisa jadi karena kesibukan pribadi di dunia nyata ataupun hal lainnya. Tapi saya sendiri, dikarenakan CEO EB baru yang semakin lama tidak turun ke EB. Dipikiran saya hanya terlintas“untuk apa berperan aktif, jika CEO nya tidak menunjukkan pergerakan”.


Pada tahun 2018 FP, IG dan WEB EB pun mulai pasif kecuali grupnya. Sering kali netizen yang suka mangkal di EB mempertanyakan kemana perginya postingan EB yang biasanya muncul di beranda Facebook mereka. Oh iya, grup tidak mungkin bisa pasif karena banyaknya “rakyat” yang perlu diurusi dan moderator-moderatorku tidak terpengaruh oleh masalah FP karena saya memisahkan masalah itu kepada mereka.

Berbagai wacana untuk bergerak beberapa kali dilontarkan oleh CEO, akan tetapi wacana itu seterusnya menjadi wacana saja. Wacana itu selalu di pending dan akhirnya tidak pernah terlaksana. Pada akhir bulan September 2018, EB mendapat tawaran yang cukup “menggiurkan” dimana ada seseorang yang berniat membeli FP EB dengan harga mencapai 120jt Rupiah. Pada waktu itu sebagai timnya saya tidak memperingatkan apa-apa karena yakin jika CEO EB adalah orang yang sudah berpengalaman dan lebih berilmu dari saya.

Selang beberapa jam, semua kontri FP tidak memiliki akses lagi di FP EB, termasuk CEO. Yup. CEO terkena phising dan FP EB pun berpindah tangan. Disini semua permasalahan memuncak. Selama satu tahun saya bergabung dengan EB tentunya merasa marah karena FP yang ikut saya bangun itu hilang begitu saja. Bisa dibayangkan mungkin perasaan kawan-kawan lain apalagi angkatan pendiri EB yang sudah membangunnya selama 4 tahun.

Selama berminggu-minggu terombang-ambing, dan sudah mencoba mendirikan FP penopang grup yaitu Ensikology, saya tetap tidak melihat masa depan yang “cerah”. Bahkan sempat terpikir untuk menonaktifkan grup EB. Dan pada waktu yang tepat, pimpinan dari Dafunda Team juga teman lama yang mengenalku sejak masih anak smp hehe, menghubungi saya untuk membantu membangun ulang fondasi EB.

Selang beberapa lama kami berdiskusi, terbitlah Ensiklopedia Bebas ID. Tanpa mikir berjam-jam saya menyetujui kerjasama dengan Dafunda Community. Fp, web, dan design EB ID terbit dengan cepat. Tidak memakan waktu berminggu-minggu bahkan berhari-hari, Ensiklopedia Bebas ID langsung berjalan. Tentunya jalannya EB ID ini didukung juga oleh komitmen tim EB dari admin fp dan moderator grupnya.

Screenshot 452
FP Ensiklopedia Bebas ID

Berbagai persoalan internal EB yang aku tulis diatas sudah bukan menjadi fokus utama lagi karena hal itu sudah terjadi dan tak bisa diulangi lagi, tetapi tetap harus ada pembelajaran yang bisa diambil oleh seluruh tim disini baik yang ikut serta ataupun tidak.

Sekarang, secara pribadi akhirnya aku bersyukur telah mengambil keputusan itu untuk komunitas EB ID ini. Sama sekali tidak ada rasa dendam ataupun kecewa pada masa lalu EB. Sebab ada beberapa hal yang setelah aku diskusikan dengan beberapa orang menuju pada jawaban yang sama dengan pertimbangan lain. Kerjasama ini sejatinya harus menjadi kegiatan yang memiliki itikad baik dan menjadi fasillitas bersama-sama antara Dafunda dengan Ensiklopedia Bebas ID untuk memikirkan pengembangan platform Ensiklopedia Bebas ID ke ranah yang lebih luas.

Diakhir artikel ini, karena banyaknya yang menanyakan kemana burung hantu EB. Saya informasikan jika burung hantu tersebut akan datang kembali bukan dalam bentuk logo resmi tapi sebagai maskot resmi! 

Jadi..bisa ditunggu peresmiannya di berbagai sosial media EB ID 🙂

6 Comments

Leave a Reply
  1. sudah lama sebenernaya aku bergabung di grup EB, dari 1 grup sampai terpecah menjadi dua, yang sekarang dua – duanya saya masih bergabung EB Dan Cerdis. Sesekali terkadang melihat beberapa postingan di ke dua grup tersebut dan mengikuti beberapa tren yang ada, dari berbagai permasalahan yang ada dan kemudian terselesaikan. sangat sayang mungkin, tapi inilah sebuah organisasi. semua mempunya pendapat sendiri – sendiri dan orang berhak menentukan arah hidupnya masing masing. tapi yang masih di ingat tentang sebuah pesan di mana ada masyarakat di situ pasti ada aturan 🙂

Tinggalkan Balasan

Legend

Fiana

CEO Ensiklopedia Bebas, Salah satu Founder Bebaspedia.