Penjelasan Ilmiah Mengapa Manusia Sering Lupa?

Seringkali, manusia sering lupa akan beberapa hal yang sudah terjadi. Fenomena ini menjadi alasan ketika kita mengabaikan sesuatu. Mengapa?

10
0

Seringkali, manusia sering lupa akan beberapa hal yang sudah terjadi. Fenomena ini sering menjadi alasan ketika kita mengabaikan sesuatu. Mengapa hal ini terjadi?

Sebuah teori baru dari para ilmuwan dalam jurnal Nature Review Neuroscience mengungkapkan bahwa kemampuan kita untuk mengakses ingatan tertentu dipengaruhi oleh umpan balik dan prediksi lingkungan.

Kutipdan dari Science Daily, daripada dianggap sebagai kesalahan, kemungkinan manusia lupa adalah bagian dari kemampuan otak yang berfungsi. Kemampuan yang memungkinkannya beradaptasi secara aktif dengan lingkungan sekitarnya.

Baca Juga: Self Sabotage: Mengapa Manusia Seringkali ‘Merusak’ Hidup Sendiri?

Di tengah perubahan yang terus-menerus, melupakan beberapa hal justru bisa menjadi keuntungan. Mengapa? Karena hal itu bisa membimbing manusia untuk menjadi lebih fleksibel dalam perilaku dan membuat keputusan yang lebih baik.

Jika perolehan ingatan dalam kondisi yang tidak berhubungan sama sekali dengan lingkungan saat ini, melupakannya juga dapat memiliki dampak yang baik.

Pada akhirnya, ahli meyakini bahwa manusia memiliki kemampuan untuk menghapus beberapa kenangan dan pada saat yang sama menjaga yang penting.

Mengabaikan suatu hal tentu akan berdampak pada kehilangan beberapa informasi. Namun, seiring dengan penelitian yang berkembang, setidaknya dalam beberapa situasi, melupakan bukan hanya tentang kehilangan ingatan. Tetapi bisa terjadi lebih dari tentang perubahan cara mengaksesnya.

Teori Baru Manusia Sering Lupa

Sering Lupa Coba Atasi Dengan X .width 800.format Webp

Dr. Tomás Ryan, seorang profesor di Sekolah Biokimia dan Imunologi serta Institut Neurosains Trinity College di Trinity College Dublin, bersama dengan Dr. Paul Frankland, seorang profesor di Departemen Psikologi di University of Toronto dan Rumah Sakit untuk Anak-anak Sakit di Toronto, telah mengemukakan teori baru ini.

Ryan menjelaskan bahwa memori disimpan dalam kumpulan neuron yang disebut ‘sel engram’. Lansiran dari Trinity College Dublin, ketika memori sukses dipanggil kembali, hal tersebut melibatkan pengaktifan kembali dari kelompok tersebut.

Dia menjelaskan bahwa akibat yang logis dari hal tersebut adalah ketika seseorang lupa, sel-sel memori tidak dapat aktif kembali. Dia mengatakan bahwa meskipun memori masih ada, tetapi jika rangkaian spesifik tidak bisa aktif, memori tersebut tidak dapat manusia ingat.

Teorinya menyatakan bahwa lupa terjadi ketika sirkuit otak yang mengatur ingatan dari dapat mengaksesnya menjadi tidak dapat terakses mengalami pemodelan ulang.

Menurut Ryan, tingkat kelupaan dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Kelupaan sebenarnya adalah cara pembelajaran di mana aksesibilitas ingatan dapat berubah sesuai dengan lingkungan. Juga seberapa mudahnya terprediksi.

Selain itu, Frankland menyatakan bahwa terdapat beberapa metode yang dapat bisa otak lakukan untuk melupakan sesuatu. Namun, semua metode tersebut berakhir dengan membuat engram sulit mendapatkan akses.

Tinggalkan Balasan