Sering Mendadak Lupa Kata Saat Bicara? Kenali Fenomena Lethologica Ini

Pernahkah kamu mengalami fenomena saat sedang berbicara mendadak lupa dengan apa yang mau dibicarakan? Hal itu disebut lethologica.

5
0

Pernahkah kamu mengalami fenomena lethologica atau saat sedang berbicara mendadak lupa dengan apa yang mau dibicarakan?

Pernahkah saat sedang berbicara dengan seseorang, tiba-tiba terhenti karena sulit mengingat kata yang ingin kamu ucapkan? Keadaan seperti ini mungkin setiap orang pernah mengalaminya, setidaknya sekali seumur hidup.

Ternyata, hal itu tidak hanya kebetulan semata. Alasannya adalah karena ada penjelasan logis mengapa sulit mengingat kata saat berbicara secara tiba-tiba. Keadaan ini dikenal sebagai lethologica. Apa sebenarnya lethologica itu?

Baca Juga: Penjelasan Ilmiah Mengapa Manusia Sering Lupa?

Lethologica Berasal dari Bahasa Yunani Klasik

1168153720

Lethologica adalah istilah yang berasal dari bahasa Yunani, yang menggabungkan kata lethe yang berarti kelupaan dan logo yang berarti kata. Jadi, lethologica merujuk pada fenomena kelupaan kata.

Dalam ilmu psikologi, lethologica merujuk pada kondisi di mana otak tidak dapat mengambil informasi dari ingatan atau memori dalam waktu singkat. Sebutan lethologica juga sebagai tip of the tongue atau fenomena di ujung lidah.

Mengapa hal ini terjadi? Karena pada umumnya ketika dalam keadaan seperti ini, seseorang sebenarnya sudah mengetahui apa yang ingin mereka sampaikan, namun tiba-tiba mereka lupa dan kesulitan untuk mengungkapkannya dengan kata-kata. Saat mengalaminya, ada beberapa orang yang berusaha dengan gigih untuk mengingatnya. Sementara yang lain mencoba menjelaskannya kepada lawan bicara agar mereka bisa membantu menemukan kata yang ia maksud.

Baca Juga: Benarkah Dinosaurus Penyebab Manusia Tidak Bisa Berumur Panjang?

Mendadak Lupa Tidak Berbahaya Tapi Bikin Frustrasi

Lethologica umumnya tidak berbahaya karena bersifat sementara. Namun, fenomena ini sering membuat seseorang merasa frustrasi. Tidak jarang juga menimbulkan stres, karena individu tersebut berusaha keras untuk mengingat kata-kata yang tiba-tiba terlupa saat berbicara.

Lethologica terjadi karena adanya keterkaitan dengan fungsi otak dalam memproduksi bahasa. Otak bekerja dengan mengenali, memaknai, dan mengingat makna serta suara yang dilihat. Hal ini juga termasuk dalam cara mengatakannya.

Selama proses penggunaan bahasa ini, terdapat berbagai bagian otak yang terlibat. Bagian-bagian seperti hippocampus, neocortex, amigdala, basal ganglia, dan cerebellum berperan dalam membentuk dan menyimpan memori. Selain itu, lobus temporal atau sebagian dari korteks serebral bertanggung jawab dalam memberikan makna pada kata-kata atau semantik. Terdapat juga area Broca yang berperan dalam kemampuan berbicara.

Baca Juga: 4 Tips Gaya Hidup Sehat untuk Mengawali Hari dengan Optimal

Banyak pakar meyakini bahwa fenomena lethologica terjadi ketika ada gangguan dalam proses menghasilkan bahasa, terutama yang berhubungan dengan pembentukan suara dan bicara. Hal ini bisa terjadi mulai dari penggunaan kata-kata yang jarang digunakan, kata-kata yang sudah lama tidak terdengar, hingga faktor penuaan. Beberapa faktor ini dapat menyebabkan lethologica.

Di samping itu, lethologica juga dapat terjadi karena beberapa faktor seperti emosi yang sangat kuat, kelelahan, atau mengonsumsi terlalu banyak kafein. Menariknya, beberapa peneliti juga percaya bahwa lethologica dapat membantu melatih otak untuk mencari solusi atau menciptakan metode khusus untuk mengingat kata-kata yang terlupakan.

Jadi, itu adalah hal yang biasa terjadi. Tetapi, jika sering mengalaminya dan tidak ingin kesulitan berkomunikasi karena hal ini, maka dapat diselesaikan dengan mencari kata-kata yang lebih akrab. Dengan cara ini, tidak perlu terpaku pada mengingat kata yang terlupa.

Tinggalkan Balasan