5 Penjara Paling Brutal bagi Tahanan di Dunia

Banyak penjara yang menjadi tempat menyimpan mimpi buruk atau bahkan lebih buruk lagi bagi tahanan, seolah-olah menjadi neraka di dunia ini.

7
0

5 Penjara Paling Menakutkan di Seluruh Dunia, Menjadi Mimpi Buruk Bagi Narapidana

Seseorang yang telah dijatuhi hukuman oleh pengadilan pasti langsung dikirim ke Penjara sebagai tempat untuk membayar dosa-dosanya.

Jangan pernah beranggapan bahwa di dalam Penjara, para tahanan hanya berdiam diri dan menunggu perintah dari sipir.

Di banyak tempat di dunia, ada penjara yang memberikan tahanan petunjuk khusus tentang apa yang harus mereka lakukan, seperti berolahraga, makan, dan melakukan kegiatan lainnya.

Banyak penjara yang menjadi tempat menyimpan mimpi buruk atau bahkan lebih buruk lagi, seolah-olah menjadi neraka di dunia ini. Hal ini disebabkan oleh kekejaman yang terjadi di dalamnya, baik dari sipir penjara maupun tahanan lainnya yang berada dalam sel.

Bagaimana dengan penjara-penjara yang dianggap ‘kejam’ tempatnya bagi para narapidana?

Daftar 5 penjara Tidak Ramah bagi Tahanan

Penjara

1. Gitarama, di Rwanda

Apakah Anda bisa membayangkan, penjara di sana hanya dapat menampung 400 orang, tetapi isinya bisa lebih dari 5300 orang. Hal ini terjadi karena tingginya angka kejahatan di daerah tersebut, sehingga banyak orang yang masuk penjara.

Selain itu, sebagian besar orang yang di penjara adalah pelaku kejahatan. Keterbatasan sumber daya karena kelebihan kapasitas membuat mereka saling berkompetisi untuk mendapatkan makanan dan bertahan hidup.

Tidak jarang tahanan di Penjara Gitarama saling membunuh demi mendapatkan sumber daya penting seperti air dan makanan. Banyak insiden pembunuhan di penjara ini sehingga penjara ini mendapat julukan sebagai ‘Neraka di Bumi’.

2. Black Beach Jail, di Guinea

Tempat untuk tahanan ini sering menjadi perhatian global karena kekejaman dan ketidakadilan dalam penahanan seseorang. Terletak di Ibu Kota Guinea dan sering terjadi pelanggaran terhadap hak asasi manusia terhadap para tahanan di sana.

Lebih buruknya lagi, ketika penyakit malaria dan kuning mulai menyebar di penjara ini, penjara black beach tidak memiliki peralatan medis yang dapat mengatasi wabah tersebut.

Tidak ada kesempatan untuk melarikan diri dari penjara ini, karena penjaga penjara adalah tentara yang bejaga lengkap dengan senjata api dan peluru tajam.

Para penjaga di penjara tersebut sangat kejam, mereka hanya tahu cara menyiksa para tahanan. Banyak sekali tahanan yang meninggal karena penyiksaan dan kurangnya makanan di dalam penjara tersebut.

3. Camp 22, di Korea Utara

Apa yang muncul dalam pikiran saat mendengar tentang Korea Utara? Mungkin terpikir tentang kekejaman seorang diktator, banyaknya larangan, dan ketidaktersediaan internet.

Di Korea Utara, terdapat sebuah tempat mengerikan yang disebut Camp 22 atau sebutannya Haengyong Concentration camp. Penjara ini terletak di antara gunung dan lembah, dan menjadi mimpi buruk bagi para tahanan yang berada di dalamnya.

Tidak mengherankan, tahanan di tempat ini secara otomatis terpisahkan dari masyarakat luas. Banyak laporan yang mengungkapkan bahwa tindakan kekerasan yang kejam, penyiksaan, bahkan eksekusi terjadi di sini.

Sebagai akibat dari perlakuan penyiksaan yang mengerikan, sekitar 30% tahanan di Camp 22 mengalami kelainan bentuk wajah yang parah, seperti mata bengkak, luka-luka di seluruh wajah, dan kerusakan telinga. Bahkan keluarga tahanan Camp 22 terpaksa tinggal di penjara ini selama 3 generasi. Camp 22 sungguh menjadi tempat yang paling mengerikan bagi para tahanan yang berada di sana.

4. Penjara Diyarbakir, Turki

Tidak banyak yang menyangka bahwa negara dengan pemimpin Erdogan juga memiliki penjara yang masuk dalam daftar penjara paling tidak bersahabat di dunia. Banyak insiden sipi melakukan kekerasan fisik di penjara ini. Penjara ini masuk sebagai penjara dengan tingkat pelanggaran HAM yang tinggi.

Tidak ada perlakuan istimewa bagi anak-anak yang melakukan tindakan kriminal di sana. Perlakuan kepada mereka sama seperti tahanan lainnya.

Sejumlah narapidana di Penjara Diyarbakir memilih untuk mengakhiri hidup mereka sendiri sebagai upaya untuk menghindari penyiksaan yang oleh petugas penjara.

5. La Sabaneta, di Venezuela

La Sabaneta di Venezuela adalah salah satu penjara yang mengalami overkapasitas. Meskipun kapasitasnya hanya 700 orang, saat ini terdapat 3000 tahanan di dalamnya. Di penjara ini, penyiksaan dan kekerasan menjadi hal yang sering terjadi.

Banyak tahanan meninggal bukan hanya karena penyiksaan, tetapi juga karena wabah penyakit kolera yang terjadi karena kurangnya kebersihan dan kelebihan jumlah tahanan. Tidak kurang dari 700 orang tahanan meninggal akibat penyakit kolera ini.

Tinggalkan Balasan