Kebakaran dan Banjir Telah Usai, Kini Australia Harus Waspada Terhadap Laba-laba Mematikan di Dunia!

in ,
Kebakaran dan Banjir Telah Usai, Kini Australia Harus Waspada Terhadap Laba-laba Mematikan di Dunia!
Kebakaran dan Banjir Telah Usai, Kini Australia Harus Waspada Terhadap Laba-laba Mematikan di Dunia!

Australia sempat dilanda bencana alam bertubi-tubi seperti kebakaran hutan yang parah, banjir besar dan hujan es. Setelah semua itu berlalu, parah ahli memperingatkan kepada warga Australia untuk berhati-hati terhadap laba-laba funnel-web berbentuk corong yang sangat mematikan.

Laba-laba mematikan ini berasal dari daerah hutan lembab di timur Australia, beberapa spesies laba-laba ini dikenal karena racunnya yang sangat mematikan dan bekerja cepat pada sasarannya.

Australia adalah rumah bagi 40 spesies laba-laba funnel-web , salah satu spesies dianggap sangat mematikan untuk manusia, racun pada laba-laba jantan lebih kuat dibanding laba-laba betina.

Dilansir CNN, pada hari rabu (22/1/2020), Australian Reptile Park, yang berbasis di Somersby, di negara bagian New South Wales, mengatakan bahwa aktivitas laba-laba telah meningkat pesat dalam beberapa hari terakhir.

“Karena hujan baru-baru ini dan panas yang kita alami sekarang, laba-laba funnel-web akan mulai bergerak,” Ujar juru bicara taman Daniel Rumsey dalam sebuah video yang diposting dalam di Facebook.

“Laba-laba ini berpotensi menjadi salah satu laba-laba paling berbahaya di bumi, racunnya sangat mematikan, dan kita harus mengambil tindakan yang serius,” tambahnya.

ARTIKEL TERKAIT •
Berkenalan Dengan Sinopoda Scurion, Laba-Laba yang Tidak Punya Mata

Warren Bailey, pemilik ABC Pest Control Sydney mengatakan bahwa laba-laba mematikan ini biasanya aktif selama musim panas.

Namun, musim laba-laba tiba lebih lambat dari biasanya di tahun ini karena cuaca yang kering dalam beberapa bulan terakhir.

“Racun mereka sangat mematikan dan dengan mudah membunuh manusia,” katanya. “Akhir-akhir ini laba-laba jaring corong ini sekarang keluar bersamaan dengan hujan, dan mereka dapat pergi ke rumah-rumah orang lewat tanah maupun dari atap.”

Setelah mengalami banyak muibah, sebagian besar wilayah Australia rusak parah. terlaporkan ada 28 orang telah tewas secara nasional dan di negara bagian New South Wales, lebih dari 3.000 rumah telah hancur dan rusak parah.

Hujan memberikan bantuan ke beberapa wilayah yang terkena kebakaran, namun ternyata hujan menciptakan banjir bandang di tempat tersebut.

Beberapa bagian tenggara Australia juga dilempari hujan es seukuran bola golf, hujan sangat lebat mampu menghancurkan jendela mobil dan melukai burung, kurang dari 24 jam setelah wilayah itu dilanda badai besar.

ARTIKEL TERKAIT •
Helikoper Sebar 2.000 Kg Wortel dan Kentang Untuk Satwa Hutan Di Australia

Berikan Nilai Untuk Konten ini