Perbedaan ‘Suki Desu’ dan ‘Aishiteru’ di Kalangan Anak Muda Jepang

in ,
Perbedaan 'Suki Desu' dan 'Aishiteru' di Kalangan Anak Muda Jepang
Perbedaan 'Suki Desu' dan 'Aishiteru' di Kalangan Anak Muda Jepang

Salah satu ungkapan yang banyak orang ucapkan adalah “Aku mencintaimu” yang tentunya diucapkan kepada orang yang kita sukai. Namun untuk orang Jepang, cara yang paling umum untuk menyatakan rasa suka mereka terhadap orang yang mereka sukai adalah mengatakan “suki desu” atau jika ingin terdengar lebih maskulin, orang Jepang akan mengatakan “suki da”.

Tetapi itu bukan satu-satunya cara untuk memberi tahu seseorang bahwa Anda mencintai seseorang. Ada juga kata “ai shiteiru”, yang juga berarti “Aku mencintaimu”.

Beberapa buku mencoba untuk membedakan kedua dengan menerjemahkan “suki desu” sebagai “menyukai” dan “ai shiteiru” sebagai “cinta” karena kamu dapat menggunakan “suki desu” untuk mengekspresikan kesukaan untuk hal-hal seperti sebagai olahraga, makanan, atau anime.

Namun, jika kamu mengatakan “suki desu” kepada orang Jepang, mereka pasti tidak akan menganggapnya sebagai penegasan persahabatan atau rasa kekaguman, namun sebagai deklerasi ketertarikan secara romansa.

Memang benar bahwa kata “ai shiteiru” pada umumnya digunakan untuk menyatakan rasa cinta yang lebih substansial dan stabil. Bahkan untuk orang Jepang asli., perbedaan antara kedua ungkapan tersebut sulit untuk dibedakan, yang akhirnya hal ini menarik perhatian seorang pengguna Twitter bernama @TEMUNO_KOTO.

ARTIKEL TERKAIT •
"Kimochi, Kimochi" Ini Arti Sebenarnya dari Kata Tersebut, Jangan Salah Kaprah Lagi

“Suki desu” dan “ai shiteiru” terdaftar sebagai kategori yang berbeda artinya sangat dalam,” renung @TEMUNO_KOTO. Para netizen lain menimpali untuk menyeruakan keterkejutan mereka.

Betapa sedikit yang mengaku pengalaman pertama mereka menjadi hasil dari dorongan yang mabuk dan penuh semangat, serta lebih banyak remaja pria dari pada remaja wanita yang mengatakan bahwa mereka kehilangan keperawanan mereka karena permintaan yang kuat dari pasangan mereka.

Kembali ke topik “ai shiteiru” dan “suki desu”. beberapa netizen merasa bahwa masa-mas SMA mungkin merupakan masa paling sulit untuk mengatakan “ai shiteiru”. Beberapa tahun lebih muda, dan kamu masih cukup naif untuk mengira “cinta monyet” di kalangan anak SMA.

Saat kamu beberapa tahun lebih tua, dimana kamu memiliki pemahaman yang lebih baik tentang nilai kehidupan. Yang dapat memberimu kepercayaan diri untuk mengatakan “ai shiteiru” ketika kamu menemukan seseorang yang diinginkan untuk dijadikan pasangan hidupmu.

Rasa yang kamu rasakan saat mengucapkan “suki desu” secara komperatif, seperti tidak terdengar sebagai janji seumur hidup yang kamu ucapkan tulus dari hatimu bilang dibandingkan ungkapan “ai shiteiru”.

ARTIKEL TERKAIT •
Walaupun Sudah Dewasa, Kamu Juga Bisa Lho Mengalami Cinta Monyet

Berikan Nilai Untuk Konten ini