Sejarah Aktivitas Erupsi Gunung Marapi

Gunung Marapi adalah gunung yang paling sering meletus di Indonesia, terutama di Sumatera. Erupsi pertama Marapi terjadi pada tahun 1807.

5
0

Cerita tentang letusan Gunung Marapi yang terjadi pada tahun 1807

Pada hari Minggu (03/12/2023) sekitar pukul 14.54 WIB, terjadi erupsi Gunung Marapi di Sumatera Barat yang menyebabkan puluhan pendaki meninggal dunia.

Berdasarkan rekaman data PVMBG, letusan Marapi terdengar dengan suara yang menggelegar dan berlangsung selama 4 menit 41 detik dengan amplitudo maksimum 30 mm.

Saat itu, terjadi letusan yang mengeluarkan kolom abu yang terdiri dari material vulkanik dan mencapai ketinggian 3.000m dari puncak kawah atau sekitar 5.891mdpl.

Pada saat kejadian, terdapat 75 orang pendaki yang terperangkap di Gunung Marapi. Informasi terbaru pada malam Selasa, 5 Desember 2023 menyatakan bahwa dari 75 orang tersebut, 22 orang telah meninggal dunia.

Setelah kejadian tersebut, 40 orang berhasil selamat dan telah pulang ke rumah mereka masing-masing. Namun, masih ada 12 orang yang mengalami luka-luka serius dan sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Selain itu, proses pencarian masih dilakukan untuk menemukan 1 orang yang masih hilang.

Peristiwa Letusan Gunung Marapi dalam Sejarah

20112011091149

Gunung Marapi adalah salah satu gunung yang paling sering meletus di Indonesia, terutama di pulau Sumatera. Sejarah mencatat bahwa letusan pertama Marapi terjadi pada tahun 1807 hingga tahun 2023, gunung ini telah meletus sekitar 50 kali.

Berdasarkan laporan BNPB, dalam jangka waktu lebih dari 200 tahun, tercatat ada lima kali erupsi gunung yang memiliki dampak yang cukup besar. Pada tanggal 8 September 1830, Gunung Marapi meletus dan mengeluarkan awan berbentuk seperti kembang kol berwarna hitam abu. Lapisan abu di atas kawah gunung tersebut mencapai ketebalan 1.500 meter.

Saat terjadi erupsi, terdengar suara yang sangat keras. Tanggal 30 April 1979, terjadi erupsi lain yang menyebabkan kematian sekitar 60 orang, termasuk 19 petugas penyelamat yang terjebak di dalam tanah longsor. Kemudian, dari akhir tahun 2011 hingga awal tahun 2014, Gunung Marapi kembali aktif dengan melepaskan abu dan awan hitam. Pada erupsi di akhir tahun 2011, abu yang terlempar oleh gunung ini terbawa oleh angin hingga mencapai Kabupaten Padang Pariaman.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mengeluarkan peringatan tingkat II (Waspada) untuk aktivitas Gunung Marapi sejak tanggal 3 Agustus 2011. Status tersebut masih berlaku sampai terjadi erupsi terakhir pada hari Minggu, 3 Desember 2023. Pada tanggal 26 Februari 2014 sekitar pukul 16.15 WIB, Gunung Marapi juga meletus. Material vulkanik dari gunung tersebut kemudian menyebar hingga mencapai Kabupaten Agam dan Tanah Darat.

Berdasarkan catatan erupsi sebelumnya, Gunung Marapi cenderung meletus dengan kuat. Berpotensi memuntahkan lahar secara berkelanjutan, dengan periode istirahat sekitar 4 tahun.

Tinggalkan Balasan