5 Fakta Teror Ular Kobra di Beberapa Wilayah Indonesia

in ,
Equatorial Spitting Cobra
Credit Picture: Tribunnews

Kemunculan ular kobra yang serentak di berbagai wilayah di Indonesia membuat kita bertanya-tanya, sebenarnya fenomena apa yang sedang terjadi? Mengapa ular kobra muncul di musim penghujan dan bagaimana mengatasi hal ini?

Berikut ulasan mengenai fakta kemunculan ular kobra di berbagai daerah!

1. Musim Menetas

Anak Ular Kobra Ditemukan Di Masjid At Taqwa Sukoharjo
Anakan kobra | Tribunnews

Musim kawin ular kobra Jawa atau Naja sputatrix bertepatan pada saat awal musim kemarau. Lalu, pada awal musim penghujan adalah musim telur mereka menetas.

Induk kobra Jawa langsung pergi setelah bertelur, mereka tidak melakukan parental care dalam pengembak biakan kobra. Sekali bertelur induk kobra menghasilkan 10-20 telur dengan prosentase 80 persen yang berhasil menetas.

Setelah menetas, anakan ular kobra akan menyebar ke mana-mana termasuk pemukiman warga.

2. Bisa anak kobra berbahaya

Bisa pada ular kobra mengandung mycrotoxin, cardiotoxin, neurotoxin, dan cytotoxin. Dalam beberapa kasus, kematian yang disebabkan bisa kobra paling banyak karena kandungan cardiotoxin dan neurotoxin.

Jaringan bisa rusak dan mati, jika kerusakan sel tidak diberikan antivenom. Seperti pembuluh darah dan syaraf akan rusak. Venom tersebut akan menyebar lewat kelenjar getah bening.

ARTIKEL TERKAIT •
Rakyat Indonesia Kebal Dari Virus Corona? Ini Penjelasan Dari Kemenkes Indonesia

Meskipun masih anakan, bayi kobra sudah memiliki kelenjar yang mampu menghasilkan bisa yang berbahaya bagi manusia.

3. Ular dan garam

Ular memiliki sisik, bukan berlendir, menurut Ketua Taman Belajar Ular Indonesia, Erwandi Supriadi, menaburkan garam untuk mengusir ular adalah mitos.

Garam hanya berpengaruh kepada hewan berlendir seperti lintah. Bahan dapur ini tidak mempan untuk mengusir ular yang notabennya hewan bersisik.

4. Tutup akses dan bersihkan rumah

Cara mencegah ular untuk masuk ke rumah adalah dengan menutup aksesnya. Semisal menutup saluran air dengan kawat baja, menutup ruang kosong antara ubin dengan pintu.

Lalu, bersihkan rumah dengan mengepel rumah dengan pembersih lantai dengan bau yang menyengat, ular tidak suka dengan bau yang tajam seperti itu.

5. Pedoman penanganan gigitan ular berbisa dari WHO

Menurut WHO, pertolongan pertama pada korban gigitan ular berbisa ialah dengan melakukan imobilisasi atau membuat bagian tubuh yang digigit ular tidak bergerak, lalu segera dibawa ke rumah sakit.

Lakukan hal tersebut sambil diberikan anticholinesterase. Selain itu, anggota tubuh yang terkena bisa jangan sampai disedot atau dihisap, juga tidak boleh dipijat untuk mengeluarkan darah pada anggota tubuh yang terkena gigitan.

ARTIKEL TERKAIT •
Perilaku Hewan yang Memakan Anaknya Sendiri

Penanganan korban lebih lanjut harus ditangani oleh tim medis dengan tepat. Tidak boleh menggunakan obatan herbal.

Berikan Nilai Untuk Konten ini