Silsilah Pendiri Muhammadiyah dan NU

in ,
9fa1a00aa136270fb9eaa2d8e1b5f0e4

Mbah Dahlan dan Mbah Hasyim merupakan satu seperguruan yang sama; baik di Indonesia dan juga di Mekkah, memiliki guru yang sama, berangkatnya pun sama – sama. Mereka ini adalah kerabat jauh dan mempunyai nasab atau silsilah yg terhubung.

Silsilah Hasyim Asy’ari dan Ahmad Dahlan

Muhammad Hasyim Al Asy’ari bin Abdul Wahid bin Abdul Halim, Abdul Halim nama aslinya adalah Pangeran Benawa bin Abdul Rahman, Abdul Rahman nama aslinya Sultan Hadiwijaya dikenal dengan sebutan Jaka Tingkir bin Abdul Fatthah bin Abdul Aziz bin Abdullah bin Maulana Ishaq, Maulana Ishak adalah Bapaknya Raden Ainul Yaqin yg dikenal sebagai Sunan Giri.

Bertemulah Nasabnya di Maulan Ishak;

KH Ahmad Dahlan bin KH Abu Bakar bin KH Ilyas bin KH Sulaiman bin Kiyai Murtado bin Demang Jurang Juru Kapindo bin Demang Jurang Juru Sapisan bin Kiyai Grebeg bin Maulana Ishaq.

Siapakah Maulana Ishak ini?

Maulana Ishak adalah satu dari dua anaknya Syeh Ahmad Jumadil Qubra berasal dari Mesir. Datang bersama dengan 8 orang temannya atas perintah dari Kekhilafahan Turki untuk menyebarkan Islam di Nusantara.

Ahmad Jumadil Qubra mempunya 2 orang anak, yang pertama Maulana Ishaq dan yang kedua adalah Syarif Abdullah.

Maulana Ishaq lah yang akan menurunkan dua Ulama besar pendiri NU dan Muhammadiyah tadi, sedangkan Syarif Abdullah tinggal di Mesir tidak ikut ke Nusantara. Tapi pada sekitar abad ke-15 akan bertemu pada seorang perempuan yaitu anaknya Prabu Siliwangi.

Prabu Siliwangi yang dimiliki oleh orang yg bernama asli Pamanah Rasa menikah dengan Nyai Subang Larang. Mereka bertemu di Karawang ketika Nyai Subang Larang sedang membaca Al-Qur’an. Ketika akan meminang Subang Larang, Pamanah Rasa memutuskan masuk Islam.

Mereka memiliki tiga keturunan, pertama Walangsungsang, kedua Nyai Rara Santang dan ketiga Raja Sengara. Walangsungsang dan Rara Santang suatu masa pergi berhaji ke Mekkah, di sana Walangsungsang berganti nama menjadi Ki Abdullah Iman sedangkan Rara Santang mengganti nama menjadi Syarifah Muda’im.

Saat akan pulang, Syarifah di jalan bertemu dengan Syarif Abdullah kemudian mereka menikah dan tinggal di Mesir memiliki anak bernama Syarif Hidayatullah. Setelah 20 tahun Syarif Abdullah menuju ke Nusantara menengok kakeknya si Prabu Siliwangi kemudian diberi kekuaasaan wilayah di daerah Jati maka Syarif Hidayatullah dikenal sebagai Sunan Gunung Jati.



Narasumber: Ust Adi Hidayat
Sumber: Buku Api Sejarah

Berikan Nilai Untuk Konten ini