Broken Heart Syndrome: Serangan Jantung yang diakibatkan oleh Stress Berlebihan

Ensiklopedia Bebas, Bandung – Takotsubo Cardiomyopathy atau disebut juga Broken Heart Syndrome adalah suatu kondisi serupa serangan jantung yang disebabkan oleh stres. Tingkat stres yang ekstrem dapat menyebabkan kegagalan otot jantung jangka pendek. Meski begitu, berbeda dengan kondisi di saat “patah hati”, Broken Heart Syndrome disebabkan oleh berbagai kegiatan yang membuat hormon stres melambung tinggi.

Broken Heart Syndrome dapat terjadi pada siapapun dengan berbagi usia. Salah satu ciri-ciri yang menunjukan bahwa seseorang mengalami Broken Heart Syndrome ialah karena seseorang tersebut tidak memiliki catatan penyakit jantung sebelumnya.

Ada dua penyebab stres yang bisa jadi penyebab munculnya kondisi Broken Heart Syndrome. Pertama ada stres emosional seperti patah hati, sedih, marah, takut dan sejenisnya. Kedua ada stres fisik, seperti akibat kelelahan seusai melakukan aktivitas tertentu.

Adapun yang membedakan kondisi Broken Heart Syndrome dengan Penyakit Jantung ialah, dimana Broken Heart Syndrome hanya terjadi dalam jangka pendek dimana seseorang sedang dalam keadaan stres yang tinggi. Bagaimanapun, disaat gejala – gejala serupa serangan jantung, kamu tetap harus berkonsultasi dengan dokter. Seperti gejala-gejala di bawah ini :

  1. Nyeri dada mendadak dan terasa berat
  2. Sesak nafas
  3. Detak jantung tidak teratur
  4. Syok kardiogenik adalah kondisi di mana jantung mengalami gangguan secara mendadak, sehingga tidak mampu mencukupi pasokan darah yang dibutuhkan oleh tubuh. Walaupun jarang terjadi, kondisi ini umumnya merupakan komplikasi dari serangan jantung dan membutuhkan pengobatan segera.
  5. Pingsan, dan
  6. Tekanan darah rendah.
0/5 (0 Reviews)

Tinggalkan Balasan

Legend

Fiana

CEO Ensiklopedia Bebas, Salah satu Founder Bebaspedia.