Faktapedia

Omayra Sanchez Garzon, Gadis Kecil Korban Gunung Berapi yang Malang

Omayra Sanchez Garzon adalah salah satu dari 25000 korban bencana gunung berapi yang meletus pada 14 November 1985. Gadis yang berusia 13 tahun itu terperangkap selama 3 hari. Kematian Omayra menyebabkan kontroversi atas pemerintah Colombia yang terlambat melakukan penyelamatan atas tragedi itu.

Armero, sebuah kota kecil yang berpenduduk sekitar 31.000 orang saja, yang semula bernama San Lorenzo. Pada tahun 1930, Presiden Rafael Reyes mengganti nama San Lorenzo menjadi Armero, untuk mengenang kepahlawanan José León Armero.

Letusan Gunung Berapi Nevado Del Ruiz Mengguncang kota Armero

Gunung Nevado Del Ruiz
Gunung Nevado Del Ruiz | Tribunnewswiki.com

Pada tanggal 13 November 1985, kota Armero yang kecil dan tenang, diguncang oleh letusan gunung berapi Nevado Del Ruiz. Saat meletus, Nevado Del Ruiz menghasilkan guncangan hebat, yang meluluhlantahkan ribuan bangunan di Armero, dan masih ditambah dengan muntahan lahar panas, yang mengalir ke kaki gunung, membakar habis wilayah yang tertimpa aliran panasnya, termasuk kota Armero yang berada di kaki gunung Nevado Del Ruiz.

Malam hari saat bencana terjadi, Omayra Sanchez Garzon yang tinggal bersama keluarganya, terbangun oleh guncangan dahsyat, dan lewat siaran radio mereka mendengar bahwa lahar panas sedang mengalir menuju ke tempat mereka. Di tengah proses evakuasi menuju ke gunung terdekat, nenek Omayra terjatuh kedalam lubang saluran air.

ARTIKEL TERKAIT •
Serangga yang Hanya Tinggal di Aliran Lava

Omayra berhenti untuk menolongnya. Malang bagi gadis ini, setelah menolong neneknya, kakinya terjepit reruntuhan bangunan, sehingga tidak dapat bergerak keluar.

Omayra Sanchez Garzon Sudah Berusaha Ditolong

Kisah Omayra Sanchez Garzon
Omayra Sanchez Garzon | Istimewa

Tim penolong yang datang tidak dapat menariknya keluar, dan saat itu air mulai mengalir keluar dari lubang saluran air. Bebarapa puing reruntuhan makin menghimpit Omayra, keluarga dan beberapa penduduk menemaninya sambil menunggu datangnya tim penolong yang membawa peralatan yang dapat mengangkat puing reruntuhan yang menjepit Omayra.

Selama tiga hari tim penolong tidak kunjung datang, air telah bergerak hingga sebatas leher Omayra, selama itu, siang dan malam, orang-orang disekitarnya berusaha menguatkannya dengan menghiburnya, mengajaknya bernyanyi, dan membantunya mengatasi ketakutan.

Pada hari ketiga, masih terjepit reruntuhan dan dalam rendaman air setinggi leher, Omayra mulai berhalusinasi ia berkata bahwa ia terlambat untuk berangkat ke sekolah. Tidak berapa lama kemudian ia meminta orang-orang disekitarnya untuk meninggalkannya agar ia dapat berisitirahat.

Tak lama kemudian ia meninggal akibat gangrene pada lukanya, dan juga hypothermia akibat terendam air selama berhari-hari.

ARTIKEL TERKAIT •
Mirip Bumi, Planet Venus Juga Memiliki Gunung Berapi yang Aktif

Televisi yang datang untuk meliput gempa, juga menyiarkan liputan mengenai keadaan Omayra Sanchez Garzon ke seluruh dunia. Gambar yang anda saksikan diambil sebelum ia meninggal, dan dipublikasikan tak lama setelah ia meninggal. Cristina Echandia seorang reporter menyebutkan, untuk seorang anak seusianya, Omayra cukup tabah menghadapi keadaannya, hingga ajal menjemputnya.

Omayra Sanchez Garzon
Omayra Sanchez Garzon | Istimewa

Tim penolong datang terlambat akibat adanya serangan gerilyawan M-19 (yang berlangsung pada tanggal 6 November) ke istana dan menyandera beberapa orang diantaranya. Hal ini memperkeruh keadaan, dan membuat pemerintah terlambat mengirimkan perintah untuk mengirimkan bala bantuan ke Armero karena memprioritaskan pada upaya pembebasan sandera.

Sebagian rakyat menyalahkan keterlambatan pengambilan keputusan pemerintah, karena aksi pembebasan dan pengiriman tim penolong ke Armero dilakukan oleh departemen yang berbeda.

Hanya sepertiga penduduk yang selamat, sekitar 23.000 orang meninggal akibat bencana tersebut, dan kota Armero kemudian ditutup selamanya oleh pemerintah Columbia, seluruh warga yang selamat diungsikan ke kota-kota lainnya. Armero kini hanyalah tinggal kenangan, hilang bersama tragedi kematian Omayra Sanchez Garzon dan ribuan orang lainnya.

Related Posts