Beberapa film tentang TNI yang pernah dibuat

in , , ,
Prajurit TNI AD Mengikuti Defile Saat Upacara Perayaan HUT Ke 74 TNI Di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (5/10/2019)
Prajurit TNI AD mengikuti defile saat Upacara Perayaan HUT Ke-74 TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (5/10/2019). Perayaan HUT ke-74 TNI bertemakan TNI Profesional Kebanggaan Rakyat. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.

Tentara Nasional Indonesia atau biasa disingkat TNI adalah nama sebuah angkatan perang dari negara Indonesia. Pada awal dibentuk bernama Tentara Keamanan Rakyat (TKR) kemudian berganti nama menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI) dan kemudian diubah lagi namanya menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI) hingga saat ini.

Tentara Nasional Indonesia (TNI) terdiri dari tiga angkatan bersenjata, yaitu TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara. TNI dipimpin oleh seorang Panglima TNI, sedangkan masing-masing angkatan dipimpin oleh seorang Kepala Staf Angkatan. Panglima TNI saat ini adalah Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Pada masa Demokrasi Terpimpin hingga masa Orde Baru, TNI pernah digabungkan dengan POLRI. Penggabungan ini disebut dengan ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia).

Sesuai Ketetapan MPR nomor VI/MPR/2000 tentang pemisahan TNI dan POLRI serta Ketetapan MPR nomor VII/MPR/2000 tentang Peran TNI dan peran POLRI maka pada tanggal 30 September 2004 telah disahkan Rancangan Undang-Undang TNI oleh Dewan Perwakilan Rakyat yang selanjutnya ditandatangani oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada tanggal 19 Oktober 2004.


Film ini dibuat

untuk mengenang mereka yang telah tiada

untuk memperingatkan mereka yang masih ada

untuk memberitahu mereka yang ingin tahu

tentang sekelumit kisah revolusi Indonesia


Berikut beberapa film tentang TNI yang pernah dibuat

TNI ANGKATAN DARAT:

1. Doea Tanda Cinta

CwU3iGYXUAArUwD 1 1
Youtube

Doea Tanda Cinta adalah sebuah film drama Indonesia yang mengisahkan tentang kisah cinta dan transformasi dari dua orang pemuda dengan karakter bandel, nakal, pemalas dan suka berkelahi yaitu Bagus dan Mahesa yang berubah menjadi perwira muda berprestasi.

Sinopsis:
Bagus adalah seorang pemuda dari kampung kumuh yang keluarganya memiliki usaha laundry kiloan, dan kerjanya hanya berkelahi karena dipicu masalah sepele, misalnya hanya karena ada preman kampung yang memakai baju tentara dan memalak di kampung.

Keinginannya untuk menjadi tentara diawali oleh pernyataan ibunya ‘Kalau memang kamu nggak suka dengan orang yang sok-sokan pake baju tentara, kamu dong yang jadi tentara asli’ Mahesa adalah seorang putera dari perwira tinggi TNI, yang kerjanya hanya hura-hura saja dengan sikap yang malas dan arogan.

Mereka mengikuti pendidikan militer di Akademi Militer dengan segala suka dukanya, yang terkadang diselingi dengan kelucuan, yang kerap terjadi karena ulah Mahesa yang malas, sehingga teman-teman satu peletonnya merasa jengkel karena sering kena hukuman bersama hanya karena ulah satu orang.

Perjalanan mereka menjadi perwira muda diwarnai juga dengan kisah percintaan dimana mereka sama-sama jatuh cinta pada seorang gadis yang bernama Laras adik sepupu dari Sermatutar Bram, senior dari Bagus dan Mahesa di Akmil.

Mahesa yang lebih aktif mencoba mendekati Laras dan meskipun perkenalan mereka hanya sebentar Mahesa langsung mencoba menyampaikan perasaanya kepada Laras dengan Bagus sebagai saksinya. Bagus pun demi mempertahankan pertemanan mereka, dia rela mundur dan memendam perasaan cintanya kepada Laras.

Akhirnya mereka pun dilantik menjadi perwira muda dengan predikat terbaik Adhi Makayasa. Mahesa pun segera berusaha melamar Laras, tapi di tolak oleh Laras dengan halus dengan alasan bahwa dia masih kuliah, padahal diam-diam dia telah jatuh cinta kepada Bagus, meskipun Bagus tidak menyadarinya.

Dan setelah 3 tahun, ketika akan dikirim ke operasi pembebasan sandera, Mahesa pun tidak menyerah dan berusaha melamar Laras lagi, yang akhirnya diterima Laras dengan berat hati setelah tidak bisa menghubungi Bagus.

Dalam operasi tersebut, Mahesa gugur, dan akhirnya Laras menyatakan perasaannya kepada Bagus yang langsung disambut juga oleh Bagus yang menjelaskan kenapa dia memendam perasaannya, mereka pun akhirnya menikah dan pindah ke rumah dinas Bagus.

Trailer


2. Toba Dreams

Toba Dreams adalah sebuah Film Indonesia yang diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karangan T.B. Silalahi.

Sinopsis:
Film ini berlatar belakang tentang kisah cinta yang terlalu mencintai.Cinta yang kadang tersesat dalam menemukan kebenaran. Seperti sersan Tebe yang mendidik anak-anaknya layaknya pasukan tempur karena cintanya yang luar biasa kepada mereka.

Maka ketika Ronggur, anak sulungnya menjadi pemberontak dalam keluarga, terjadilah konflik mendalam antara ayah dan anak. Ronggur yang sesungguhnya mewarisi tabiat keras ayahnya menemukan cinta dalam diri Andini, seorang wanita ningrat yg berbeda agama.

Film ini adalah tentang mimpi sersan Tebe yang ingin hidup dengan tenang dan damai mengandalkan uang pensiunan tentara dan memilih pulang untuk membangun kampung halamannya. Tapi Ronggur menolak, ia ingin membuktikan bahwa selama ini ayahnya salah memilih jalan hidup. Dengan penuh siasat Ronggur menjelma menjadi pentolan mafia narkoba dan merebut Andini dari orangtuanya yang tak merestui hubungan mereka.

Apakah pada akhirnya setiap anak manusia sanggup menggapai mimpi dan merenangi takdirnya dengan bahagia? Di antara gemerlapnya jakarta dan ketenangan Danau Toba. Sersan tebe, ronggur dan andini merajut drama perjalanan mereka. Di danau Toba jualah Mimpi dan Cinta mereka bermula.

Trailer


3. Jenderal Soedirman

Jenderal Soedirman adalah film biopik yang menceritakan tentang seorang tokoh yang bernama Soedirman, seorang jenderal yang menderita penyakit paru-paru dan hanya memiliki satu paru-paru. Film ini disutradarai oleh Viva Westi dan dibintangi oleh Adipati Dolken, Ibnu Jamil, Mathias Muchus, Baim Wong, dan Nugie.

Sinopsis:
Belanda menyatakan secara sepihak sudah tidak terikat dengan perjanjian Renville, sekaligus menyatakan penghentian gencatan senjata. Pada tanggal 19 Desember 1948, Jenderal Simons Spoor Panglima Tentara Belanda memimpin Agresi militer ke II menyerang Yogyakarta yang saat itu menjadi ibukota Republik..

Soekarno-Hatta ditangkap dan diasingkan ke Pulau Bangka. Jenderal Soedirman yang sedang didera sakit berat melakukan perjalanan ke arah selatan dan memimpin perang gerilya selama tujuh bulan.

Belanda menyatakan Indonesia sudah tidak ada. Dari kedalaman hutan, Jenderal Soedirman menyiarkan bahwa Republik Indonesia masih ada, kokoh berdiri bersama Tentara Nasionalnya yang kuat.

Soedirman membuat Jawa menjadi medan perang gerilya yang luas, membuat Belanda kehabisan logistik dan waktu.

Kemanunggalan TNI dan rakyat lah akhirya memenangkan perang. Dengan ditanda tangani Perjanjian Roem-Royen, Kerajaan Belanda mengakui kedaulatan RI seutuhnya.

Trailer


4. Penumpasan Pengkhianatan G 30 S PKI

Penumpasan Pengkhianatan G 30 S PKI atau hanya Pengkhianatan G 30 S PKI [a] adalah judul film dokudrama propaganda Indonesia tahun 1984. Film ini disutradarai dan ditulis oleh Arifin C. Noer, diproduseri oleh G. Dwipayana, dan dibintangi Amoroso Katamsi, Umar Kayam, dan Syubah Asa.

Diproduksi selama dua tahun dengan anggaran sebesar Rp. 800 juta kala itu, film ini disponsori oleh pemerintahan Orde Baru Soeharto.

Film ini dibuat berdasarkan pada versi resmi menurut pemerintah kala itu dari peristiwa “Gerakan 30 September” atau “G30S” (peristiwa percobaan kudeta pada tahun 1965) yang ditulis oleh Nugroho Notosusanto dan Ismail Saleh, yang menggambarkan peristiwa kudeta ini didalangi oleh Partai Komunis Indonesia atau PKI.

Film ini menggambarkan masa menjelang kudeta dan beberapa hari setelah peristiwa tersebut. Dalam kala kekacauan ekonomi, enam jenderal diculik dan dibunuh oleh PKI dan TNI Angkatan Udara, konon untuk memulai kudeta terhadap Presiden Soekarno.

Jenderal Soeharto muncul sebagai tokoh yang menghancurkan gerakan kudeta tersebut, setelah itu mendesak rakyat Indonesia untuk memperingati mereka yang tewas dan melawan segala bentuk komunisme. Film ini juga menampilkan pergantian rezim pemerintahan Indonesia dari Presiden Soekarno ke Soeharto menurut versi pemerintahan Orde Baru.

Film ini menggambarkan gerakan G30S sebagai gerakan kejam yang telah merencanakan “setiap langkah dengan terperinci”, menggambarkan sukacita dalam penggunaan kekerasan yang berlebihan dan penyiksaan terhadap para jenderal, penggambaran yang telah dianggap menggambarkan bahwa “musuh negara adalah bukanlah manusia”.

Film ini adalah film dalam negeri pertama yang dirilis secara komersial dan menampilkan peristiwa 1965 tersebut. Penumpasan Pengkhianatan G 30 S PKI meraih sukses secara komersial maupun kritis.

Film ini dinominasikan untuk tujuh penghargaan di Festival Film Indonesia 1984, memenangkan satu, dan mencapai angka rekor penonton – meskipun dalam banyak kasus penonton diminta untuk melihat film ini, alih-alih secara sukarela.

Film ini terus digunakan sebagai kendaraan propaganda oleh pemerintah Orde Baru selama tiga belas tahun, di mana pemerintahan Soeharto kala itu memerintahkan satu-satunya stasiun televisi di Indonesia saat itu, TVRI, untuk menayangkan film ini setiap tahun pada tanggal 30 September malam.

Film ini juga diperintahkan menjadi tontonan wajib bagi siswa sekolah di Indonesia, walaupun memperlihatkan adegan-adegan yang penuh kekerasan berlebihan. Pada saat stasiun-stasiun televisi swasta bermunculan, mereka juga dikenai kewajiban yang sama. Peraturan ini kemudian dihapuskan sejak jatuhnya Soeharto tahun 1998.

Sejak itu film ini telah menjadi kurang diminati lagi dan belum pernah lagi diputar di stasiun televisi Indonesia. Meskipun aspek artistik film ini tetap diterima dengan baik, kekeliruan sejarahnya telah menuai banyak kritik.

Full Film


5. Djakarta 1966

Djakarta 1966 adalah film dokumenter drama tahun 1988 dari Indonesia yang disutradarai oleh Arifin C. Noer dan dibintangi oleh Amoroso Katamsi dan Umar Kayam. Film ini diproduksi oleh studio PPFN milik negara, dan dimaksudkan sebagai sekuel dari film Pengkhianatan G 30 S PKI.

Kayam dan Katamsi kembali mengambil peran mereka dalam film sekuel ini setelah memerankan peran yang sama dalam film Pengkhianatan G 30 S PKI. Film ini memenangkan tujuh penghargaan di Festival Film Bandung 1989.

Film ini menceritakan kronologi lahirnya Surat Perintah Sebelas Maret tahun 1966 berdasarkan versi pemerintahan Orde Baru. Dalam keadaan negara yang genting pasca peristiwa Gerakan 30 September, Presiden Soekarno memberikan wewenang kepada Letjen Soeharto berupa Supersemar. Kopi film 35 mm film ini dapat diakses dari Koleksi Sinematek Indonesia.

Sinopsis:
Film ini secara kronologis membeberkan proses lahirnya Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) pada tahun 1966. Setelah peristiwa G30S yang disalahkan kepada PKI tahun sebelumnya, Presiden Soekarno (Umar Kayam) tidak segera melakukan penyelesaian politik yang memuaskan.

Hari-hari itu Jakarta dipenuhi demonstrasi mahasiswa yang tergabung dalam KAMI dan KAPPI. Mereka mencetuskan Tritura: pembubaran PKI, perombakan kabinet dan penurunan harga. Sewaktu keadaan makin genting, Presiden Soekarno (Umar Kayam akhirnya memberi wewenang berupa Supersemar pada Letjen Soeharto (Amoroso Katamsi) untuk memulihkan keamanan negara lewat tindakan apapun yang “dianggap perlu”.

Berdasar kewenangan itu Soeharto memerintahkan pembubaran PKI.

Film


TNI ANGKATAN LAUT:

1. Pelangi Di Nusa Laut

Pelangi di Nusa Laut merupakan film drama Indonesia tahun 1992 yang disutradarai oleh MT Risyaf. Film ini menampilkan Onky Alexander, Nurul Arifin dan Dolly Martin.

Sinopsis:
Film ini menceritakan tentang kehidupan taruna TNI Angkatan Laut di Indonesia. Seno yang diperankan oleh Onky Alexander adalah taruna yang menjabat sebagai Danmen (Komandan Resimen Korps Kadet), harus ditakdirkan untuk memilih antara karier atau kekasihnya Ratna yang diperankan oleh Nurul Arifin.

Seno memiliki sahabat bernama Boby yang berpacaran dengan teman Ratna, bernama Nonik. Boby yang sangat mencintai Nonik, terpaksa harus meninggalkan kariernya sebagai tentara karena telah menjalin hubungan yang terlalu jauh dengan Nonik.

Oleh karena hal itu Boby dipecat sebagai taruna, dan dikeluarkan dari Akademi TNI Angkatan Laut. Seno yang sedih karena kepergian sahabatnya Boby, harus kembali berlapang dada menerima kabar dari rumah yang memberitakan bahwa Ayah dari Seno meninggal dunia, sehingga Seno harus menghidupi keluarganya dan adik-adiknya.

Seno yang memilih karier ketimbang cintanya kepada Ratna, akhirnya memutuskan untuk tidak berhubungan dengan wanita manapun hingga berpangkat mayor dan fokus kepada kariernya sebagai komandan KRI Ajak.

Boby yang setelah beberapa tahun tidak bertemu dengan Ratna, bertemu di bandara dan Boby memberi tahu Ratna bahwa Boby telah cerai dengan Nonik. Boby yang menjadi pengusaha sukses, ternyata melakukan perdagangan dan penyelundupan narkotika secara ilegal.

Hal itu diketahui oleh anak buah kapal Seno yang sedang bertugas. Tim Kopaska dan Taifib dikerahkan untuk menggagalkan rencana itu, dan menghancurkan kapal Boby. Boby yang sedang sekarat dibawa ke KRI Ajak, disaat itulah Seno baru mengetahui bahwa kepala dari kapal itu adalah sahabatnya Boby yang dalam sakratul maut. Pada saat itulah Boby menghembuskan nafas terakhirnya.

Lalu Ratna, walaupun harus menahan gengsinya, ia tetap mencintai Seno hingga akhirnya mereka bertemu di Tanjung Pinang ditempat adik perempuan Ratna yang berprofesi sebagai KOWAL penerbang TNI Angkatan Laut. Di akhir cerita, Ratna yang masih memakai cincin akademi yang diberikan Seno semasa taruna, cincin tersebut dilepas oleh Seno dan Seno menyematkan cincin yang baru di jari Ratna sebagai tanda bahwa kini Seno siap mencintai Ratna.

Film


2. Badai di Ujung Negeri

CwU3iGYXUAArUwD 1 7
Unknown

Badai di Ujung Negeri merupakan film drama Indonesia yang dirilis pada 29 September 2011 yang disutradarai oleh Agung Sentausa serta dibintangi oleh Arifin Putra dan Astrid Tiar.

Sinopsis:
Badai adalah marinir yang ditugaskan di pos jaga perbatasan Indonesia di sebuah pulau di Laut Cina Selatan (Pulau Bintan). Penemuan mayat misterius mempertemukannya kembali dengan Joko, sahabat lama yang ditugaskan di kapal KRI.

Anisa seorang gadis setempat mempertanyakan kepastian hubungannya dengan Badai. Badai ragu untuk membuat keputusan karena dia bisa dipindah tugaskan kapan-pun, kemana-pun.

Dika, anak nelayan teman Badai ditemukan mati. Kesalahpahaman Joko dan Badai tentang kematian Nugi, adik Joko, mempengaruhi kerjasama mereka dalam menemukan siapa pembunuh Dika dan mayat-mayat lainnya yang belakangan bermunculan terapung di laut.

Badai dan Joko dijebak ke pulau terpencil sementara para pembunuh merencanakan pembajakan sebuah kapal tanker di laut perbatasan, memanfaatkan kelemahan konflik di antara mereka dan kondisi kapal KRI yang sudah tua.

Trailer


TNI ANGKATAN UDARA:

1. Perwira dan Ksatria

Perwira dan Ksatria adalah film drama romantis tahun 1991 dari Indonesia yang disutradarai oleh Norman Benny. Film ini dibintangi antara lain oleh Dian Nitami dan Dede Yusuf. Film ini dikenal sebagai sedikit film yang mengetengahkan kehidupan perwira TNI AU sebagai unsur cerita utama. Selain itu film ini juga memperkenalkan pesawat tempur F-16 Fighting Falcon milik TNI-AU yang saat itu baru saja operasional. Film ini didistribusikan oleh Studio 41.

Sinopsis:
Ronaldi (Dede Yusuf) adalah seorang yang berasal dari keluarga mampu, dan Prasojo (Donny Damara) berasal dari keluarga miskin, bisa diterima menjadi taruna Akademi Angkatan Udara (AAU). Selain informasi mengenai AAU dan kepilotan, disajikan juga kisah cinta antara Ronaldi dan anak penjual gudeg, Laras (Dian Nitami).

Film

Tinggalkan Balasan

Participant

Aldino Akbar Rabkanastan

Still trying to learn english, mandarin and русский
Fall in love with Central Asia and Caucasus

Content AuthorYears Of Membership