Di Dalam Kapal Pesiar, Hanya Warga Indonesia Yang Tidak Terinfeksi Virus Corona

in ,
Di Dalam Kapal Pesiar, Hanya Warga Indonesia Tidak Terinfeksi Virus Corona
Di Dalam Kapal Pesiar, Hanya Warga Indonesia Tidak Terinfeksi Virus Corona

Sejak awal Februari ini, ribuan penumpang kapal pesiar Diamond Princes dikarantina karena virus corona.

Bermula dari seseorang yang positif terjangkit, kini ratusan orang lainnya dari berbagai negara tertular, tapi tidak ada satu pun warga negara Indonesia.

Peristiwa bermula pada Senin (3/2) waktu setempat ketika seseorang penumpang kapal itu yang berusia 80 tahun turun di Hong Kong pada 25 Januari lalu dan dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

Riwayat perjalanan kakek itu menunjukkan dia sempat berkunjung ke wilayah China daratan selama beberapa jam pada 10 Januari lalu. Selama di China, kakek itu tidak mendatangi pusat kesehatan atau pasar makanan laut, yang berarti dia diyakini tertular virus corona dari orang lain.

Setelah itu, kapal berlayar di perairan Jepang tersebut dikarantina. Dari hari ke hari disebutkan satu per satu penumpang kapal itu dinyatakan positif mengidap virus corona. Data terbaru, sebanyak 39 orang dinyatakan positif virus corona sehingga kini jumlah kasus bertambah menjadi 174 orang.

“Dari 53 hasil tes baru, 39 orang ditemukan positif,” ujar Menteri Kesehatan Jepang Katsunobu Kato kepada para wartawan seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (12/2/2020).

Selain itu, seorang petugas karantina kapal pesiar tersebut juga diketahui terinfeksi virus mematikan ini. Kapal Pesiar Diamond Princess juga masih akan dikarantina hingga 19 Februari mendatang.

Dengan bertambahnya jumlah orang yang positif virus corona, akan ada lebih banyak orang di dalam kapal pesiar bernama Diamond Princess itu yang diperiksa lebih lanjut. Diketahui ada 3.711 orang, yang terdiri dari 2.666 penumpang 1.045 awak, termasuk 78 WNI di dalam kapal pesiar itu. Keseluruhan WNI dilaporkan dalam keadaan sehat dan tidak menunjukkan gejala virus corona.

Otoritas Jepang sejauh ini telah memeriksa 273 orang yang mengalami gejala dan diduga melakukan kontak dengan sang kakek yang positif virus corona. Hasil pemeriksaan itu diumumkan secara bertahap oleh otoritas Jepang.