NasionalNewspedia

Pantaskah Menghukum Siswa Dengan Cara Mencukur Rambut?

Di Majalengka, Jawa Barat, seorang guru SD berinisial AS nyari dipenjara saat mendisplinkan siswanya yang berambut gondrong. Hal serupa juga terjadi di Banyuwangi, Jawa Timur.

Komisioner KPAI Susanto menyayangkan kasus pendisplinan oleh guru-guru tersebut harus berujung ke meja hukum. Menurutnya, guru bisa memberi teguran kepada siswa dengan cara yang lebih edukatif lagi.

“Tantangan guru zaman sekarang gak mudah, makanya perlu membangun banyak strategi. Sepanjang misalnya siswa melanggar tata tertib itu tentu harus ada konsekuensi yang edukatif. Guru masih berpikir bahwa anak yang melanggar dapat sanksi. Padahal, logika hukum tidak bisa diterapkan dalam logika pendidikan,” ujar Susanto.

Susanto mengatakan, tidak semua jenis sanksi yang diberikan oleh guru terhadap muridnya di sekolah bisa diterima dengan baik. Meski niat sang guru baik, tetapi tidak serta merta guru dapat menerapkan pendisplinan dengan cukur rambut ala kadarnya sebagai bentuk hukuman.

“Harusnya kita lebih mencari formula edukatif. Sebab pendisplinan itu cenderung dimaknai konotasinya dengan hukuman padahal paradigmanya itu pengembangan perilaku. Kalau hukuman itu efektif hanya untuk jangka pendek, tapi perilaku ke depannya belum tentu anak mau mengikuti aturan dan norma,” ujar Susanto.

1 2 3 4

What's your reaction?

Leave Comment

Related Posts

Load More Posts Loading...No more posts.