Hukum Bercadar Bagi Muslimah Menurut 4 Madzhab

in
Jangan Bersedih

Bagi perempuan-perempuan yang memakai cadar, janganlah merasa menjadi shaliha atau seperti ahli surga. Terkadang banyak perempuan-perempuan yang mulai berhijrah dan menggunakan cadar namun belum mampu mengendalikan hatinya. Merasa paling benar sehingga berbicara dan menjudge orang lain adalah pendosa.

Yang seperti itu bisa disebut, memang betul wajahmu tertutupi hingga sang lelaki pun tak akan bisa melihat kecantikanmu yang anggun yang bisa membawamu ke Surga. Namun tidak dengan lisanmu, yang justru bisa membawamu ke Neraka.

Terdapat sedikit empat perbedaan dari para Imam Mazhab mengenai hukum dan bagian-bagian tubuh mana saja yang wajib ditutup oleh muslimah.

1. Menurut Imam Hanafi

Wajah perempuan bukanlah aurat seperti yang dijelaskan di Surat An-Nur ayat 31. Sesuatu yang biasa nampak atau dipandang bukanlah aurat seperti wajah dan telapak tangan.

Dan dalam hadist yang diriwayatkan Abu Daud, bahwa perempuan yang sudah datang bulan tidak pantas terlihat tubuhnya kecuali wajahnya dan kedua telapak tangan sampai pergelangan.

Lalu menurut Imam Hanafi, hukum memakai cadar adalah sunnah atau dianjurkan dan menjadi wajib jika dikhawatirkan menimbulkan fitnah.

ARTIKEL TERKAIT •
Jangan Pernah Memanggil Orang Lain Dengan Nama Binatang!

2. Menurut Imam Maliki

Kurang lebih hampir sama dengan pendapat Imam Hanafi. Sunnah hukumnya dan menjadi wajib jika dikhawatirkan menimbulkan fitnah.

3. Menurut Imam Syafii

Setiap wanita yang bukan mahramnya yang tidak ada ikatan kekerabatan yang mahram dengannya, maka wajib hukumnya menutup seluruh tubuhnya atau menggunakan cadar.

Pendapat yang terpilih dari kalangan mazhab Assyafii itu wajib perempuan bercadar dengan tingkat paling ringan adalah sunnah.

4. Menurut Imam Hambali

Hampir menyerupai pendapat Syafii namun lebih ketat lagi. Bagian telapak tangan bahkan kuku harus ditutup juga. Serta memiliki hukum paling utama adalah wajib dan sunnah adalah yang paling ringan.

Hukum bercadar adalah mayoritas sunnah bagi yang ingin menggunakan atau yang ingin meningkatkan kadar keimanannya.

Namun jika tidak menggunakan pun tidak berdosa bagi si perempuan, karena seperti yang kita tahu sunnah itu berpahala jika dikerjakan dan tidak berdosa jika ditinggalkan.

Hanya Allah yang tahu.

Referensi: Ustadz Adi Hidayat

ARTIKEL TERKAIT •
Cara Mengusir Jin Penganggu Bayi yang Sering Datang Kerumah, Ummu Sibyan

Berikan Nilai Untuk Konten ini