Zona Rasa Pada Lidah Manusia Merupakan Kesalahan, Berikut Faktanya!

in ,
Taste Zone Thumbnail image 120418 750x405 1
Source Image: Signal Surgeon

Lidah sebagai indera pengecap, memiliki papila atau bintil pengecap, sehingga kita bisa merasakan empat rasa yaitu, utama, manis, asam, asin, dan pahit. Bintil pada lidah bisa dilihat dari jarak yang dekat dengan lebih detail, bintil tersebut berukuran kecil menonjol pada permukaan lidah.

Bintil papila yang sehat, adalah yang berwarna merah muda. Bintil lidah yang sehat menunjukan bahwa lidah dapat mengecap rasa dengan baik. Setiap papila memiliki 50 – 100 sensor yang berfungsi mendeteksi rasa.

Ketika ada makanan atau minuman yang masuk ke mulut dan memasuki area lidah, berbagai bahan kimia pada makanan akan bersentuhan dengan protein reseptor pada sensor tersebut.

Selama ini kita mengenal bahwa lidah memiliki area-area khusus untuk merasakan jenis rasa tertentu, namun hal ini ternyata tidak benar. Berikut ulasannya!

Zona rasa pada lidah manusia

1 3 1
Ilustrasi zona rasa lidah | warstek

Kalian pasti pernah melihat peta zona rasa lidah manusia pada buku-buku pelajaran. Peta tersebut menunjukan pembagian rasa sesuai zonanya. Sisi kiri dan kanan dikhususkan untuk mengecap rasa masam, pangkal depan lidah depan mengecap asin dan manis, sedangkan pangkal lidah bagian belakang dikhususkan mengecap rasa pahit.

ARTIKEL TERKAIT •
Berapa Lama Manusia Aman Tidak Mandi-Mandi?

Brian Lewandowski, seorang ahli ilmu saraf asal Amerika Serikat mengatakan bahwa sebenarnya tidak ada area khusus pada lidah yang dapat mengecap rasa tertentu.

Seluruh area lidah diciptakan untuk bisa merasakan dan mendeteksi setiap rasa dari makanan atau minuman yang dikonsumsi. Memang benar, ada perbedaan sensitivitas pada lidah dalam mengecap rasa. Namun hal tersebut tidak memberikan peran besar dalam membedakan jenis rasa yang masuk ke area lidah.

Selain hal itu, papila pada lidah mendeteksi rasa dengan waktu dan cara yang berbeda-beda.

Peta pengecap rasa pada lidah dibuat oleh Ilmuwan Jerman

Pada tahun 1901, seorang Ilmuwan Jerman, David Hanig membuat peta rasa pada lidah manusia. Hanig meneliti dengan mengukur respon lidah manusia terhadap stimulasi rasa di semua area lidah.

Lalu, ia membuat grafik yang menunjukan adanya perubahan sensitivitas pada lidah dalam merasakan stimulus rasa yang diberikan.

Grafik tersebut menunjukan bahwa setiap area lidah, memiliki peran yang berbeda dalam mengecap rasa tertentu.

Kemudian pada tahun 1940, seorang psikolog bernama Edwin Boring menggambar ulang grafik tersebut, namun ia salah mengartikan grafik yang dibuat oleh David Hanig.

ARTIKEL TERKAIT •
Orang Dengan Imun Rendah Rentan Terkena Virus Corona

Sehingga hasilnya ialah, beberapa bagian lidah yang bisa mendeteksi rasa dasar, bukan rasa relatif atau rasa umum yang bisa dirasakan oleh seluruh bagian lidah.

Berikan Nilai Untuk Konten ini