Mengapa Makanan Pedas Membuat Kita Ketagihan?

in , ,
Ilustrasi Makanan Pedas
Credit Picture: Tribunnews

Saat musim hujan memang enak menyantap makanan pedas. Sensasi pedas yang berasal dari cabai, lada, kari bisa membuat ketagihan. Mengapa demikian ya?

Dari mana sensasi pedas berasal?

Cabai mengandung kapsaisin yang berasal dari senyawa kapsaisinoid. Ketika senyawa tersebut bertemu dengan lidah, protein TRPV1 yang berada di permukaan sel saraf akan berinetraksi dengan senyawa tersebut.

Protein TRPV1 bekerja mengukur suhu di sekitar sel. Sehingga otak akan merespon dengan menyeimbangkan perubahan suhu tubuh. Nah keringat berasal dari respon otak ini, ketika TRPV1 aktif karena ada suhu panas, otak akan mendinginkan tubuh dengan mengeluarkan keringat.

Itulah mengapa saat kita makan makanan pedas, keringat, air mata kita keluar, bahkan hidung pun ikut berair.

Selain itu, ternyata sensasi pedas karena cabai berbeda dengan sensasi pedas karena wasabi. Jika kapsaisin menempel di lidah kita, maka tidak halnya dengan wasabi. Wasabi mengandung molekul isothiocyanates.

Molekul tersebut mengapung di sinus, yaitu rongga kecil yang menghubungkan saluran udara dan mulut kita. Jika pedas karena cabai dan lada, mulut kita yang merasakan sensasi seperti terbakar. Sementara pedas karena wasabi, hidung kita lah yang merasakan sensasi seperti terbakar.

ARTIKEL TERKAIT •
Apakah Benar Nasi yang Dipanaskan Selama 12 Jam Bisa Menjadi Racun?

Bagaimana Makanan Pedas Bisa Membuat Ketagihan?

Kapsaisin pada cabai bisa mempengaruhi saraf, saat kita makan makanan pedas, kapsaisin membuat otak berpikir bahwa tubuh sedang kepanasan dan mengalami sakit.

Lalu, otak akan melepaskan neurotransmiter yang bernama endorfin. Endorfin merupakan hormon pada tubuh kita yang berfungsi untuk pereda stress alami. Endorfin menghalangi kemampuan syaraf yang bertugas mengirimkan sinyal sakit, itulah mengapa endorfin bisa meredakan sakit.

Selain itu, otak juga melepaskan dopamin. Dopamin merupakan hormon yang membuat kita merasa senang. Disebut juga hormon bahagia.

Semakin pedas makanan yang kita makan, otak akan terus menerima laporan bahwa tubuh sedang mengalami sakit, sehingga otak juga akan terus melepaskan kedua neurotransmiter tersebut.

Karena itu, sensasi pedas tersebut bisa membuat kita jadi ketagihan.

Berikan Nilai Untuk Konten ini