Makanan Khas Indonesia yang Terinspirasi dari Budaya Belanda

Indonesia kaya akan budaya, bahasa, sumber daya alam, dan makanan yang beragam. Ada beberapa yang diadaptasi dari budaya Belanda.

4
0

Ada 5 makanan Indonesia yang dipengaruhi oleh Belanda.

Indonesia kaya akan budaya, bahasa, sumber daya alam, dan makanan yang beragam. Meskipun pernah menjadi jajahan Belanda, banyak makanan di Indonesia ternyata merupakan hasil adaptasi dari budaya Belanda.

Walaupun menggunakan bahan resep yang mirip dengan tradisi Belanda, makanan-makanan tersebut telah diadaptasi sesuai dengan selera orang Indonesia.

Ini adalah daftar makanan Indonesia yang dipengaruhi oleh makanan Belanda.

1. Spikoe

5fd5c78c083b0

Spikoe atau kue lapis Surabaya adalah salah satu makanan khas Indonesia yang ternyata berasal dari pengaruh Belanda. Nama ‘Spikoe’ sendiri berasal dari bahasa Belanda yang artinya adalah ‘Speekok’.

Dulu, Spikoe digunakan sebagai camilan untuk menemani minum teh para bangsawan Belanda. Biasanya, Spikoe diisi dengan selai yang dioleskan di setiap bagian. Beberapa Spikoe juga dimodifikasi dengan ditambahkan kismis sebagai topping.

2. Klappertart

makanan khas indonesia

Klappertart merupakan salah satu hidangan khas dari Manado, Sulawesi Utara. Makanan ini memiliki rasa manis dan gurih, dan namanya berasal dari kata ‘klapper’ yang berarti ‘kelapa’ dan ‘taart’ yang artinya ‘kue’ dalam bahasa Belanda.

Menurut essay yang berjudul “Klappertaart: makanan tradisional dengan pengaruh Indonesia-Belanda”, para pedagang Belanda yang datang ke Manado memperkenalkan resep Klappertart setelah mereka menyadari betapa melimpahnya hasil kelapa di Indonesia.

Makanan orang-orang Belanda kelas menengah ke atas ini terbuat dari bahan utama seperti kelapa, kenari, kismis, kayu manis, dan tepung terigu.

3. Semur

60137f833d1b4

Semur merupakan salah satu hidangan daging yang sangat terkenal di kalangan masyarakat Indonesia. Namun, tidak banyak yang menyadari bahwa masakan ini sebenarnya berasal dari Belanda dan mempunyai cita rasa yang khas sesuai dengan selera orang Indonesia.

Berdasarkan informasi yang saya temukan di laman Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Semur adalah masakan yang berasal dari kata ‘Smoor’ dalam bahasa Belanda. Masakan ini dimasak dengan merebus tomat dan bawang dengan perlahan. Asal mula masakan ini adalah saat bangsa Belanda menggunakan lada, kayu manis, jahe, kemiri, kecap, dan cengkeh di dalamnya.

Pada saat itu, orang-orang Eropa yang memiliki keahlian dalam memasak dengan rempah-rempah dianggap sebagai golongan bangsawan. Orang-orang Belanda yang berkelas sosial tinggi menyukai hidangan semur ini, dan menjadi salah satu menu utama dalam rijsttafel,” ungkap Dr. Phil Lily Tjahjandari, seorang ahli dalam studi budaya.

4. Selat Solo

64b0d9dfd61ae

Selat Solo, atau yang juga dikenal sebagai Bistik Jawa, adalah sajian kuliner khas Jawa. Makanan ini memiliki cita rasa asam manis yang unik, hasil dari kolaborasi antara Keraton dan Belanda pada masa penjajahan.

Menurut informasi dari situs indonesia.go.id, Selat Solo merupakan kombinasi antara bistik dan salad yang berasal dari kata ‘slachtje’ dan ‘biefstuk’ dalam bahasa Belanda. Makanan ini dikembangkan setelah bangsa Belanda merasa kurang cocok dengan makanan dari Keraton yang mayoritas terbuat dari sayuran.

Di benua Eropa, daging untuk hidangan steak biasanya disajikan dalam porsi yang besar dan dimasak hingga setengah matang. Namun, di Kerajaan Kasunanan Solo, para raja tidak terbiasa mengonsumsi hidangan daging yang dimasak setengah matang.

Pada akhirnya, daging yang semestinya dimasak setengah matang diubah menjadi daging sapi yang sudah dihaluskan dan dicampur dengan sosis, tepung roti, dan telur. Campuran bahan-bahan tersebut kemudian dibentuk menjadi bentuk memanjang, seperti lontong, dan dibungkus dengan daun pisang.

Daging yang telah diolah kemudian dikukus sampai matang dan didiamkan hingga dingin. Selanjutnya, daging yang telah diolah tersebut dipotong tebal dan digoreng dengan sedikit margarin.

5. Perkedel

makanan khas indonesia

Makanan ini terbuat dari kentang dan terinspirasi dari makanan ringan tradisional Belanda yang disebut frikadeller. Frikadeller dalam bahasa Belanda berarti daging cincang yang dipadatkan dan digoreng.

Jika frikadeller menggunakan daging yang sudah digiling sebagai bahan utama, perkedel khas Indonesia menggunakan kentang sebagai bahan utamanya yang dicampur dengan daging ayam, bawang putih, lada, garam, dan telur.

Tinggalkan Balasan