4 Tanda Anjing Peliharaan Stres yang Harus Diwaspadai

Perhatikan tanda anjing stres. Ketika anjing mengalami stres, mereka mungkin akan menunjukkan perilaku yang tidak biasa.

5
0
Tanda Anjing Stres

Perhatikan 4 tanda bahwa anjing peliharaan Anda sedang stres, salah satunya adalah kebotakan bulu.

Ketika anjing mengalami stres, mereka mungkin akan menunjukkan perilaku yang tidak biasa. Mereka dapat terlihat lebih tenang dan diam. Penting untuk mengenali tanda-tanda stres pada anjing peliharaan.

Ketika Anda memperhatikan perubahan dalam perilaku anjing Anda, itu mungkin menandakan ada masalah yang perlu Anda perhatikan.

Ciri Anjing Depresi 1
Ciri Anjing Stres

Kadang-kadang sulit untuk mengenali tanda-tanda stres pada hewan peliharaan. Menurut Great Pet Care, berikut adalah beberapa tanda-tanda stres pada anjing peliharaan:

Merasa tidak nyaman di perut dan ingin muntah

Apabila anjing merasa stres, tubuhnya akan mengalami rangkaian aktivitas yang sistem saraf simpatik dan sumbu HPA (hipotalamus-hipofisis-adrenal) atur. Jika anjing Anda mengalami muntah, sebaiknya segera menghubungi dokter hewan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Jika anjing tetap muntah dan enggan makan, sebaiknya Anda mengatur jadwal untuk membawa anjing ke klinik hewan supaya dokter dapat memeriksanya.

Diare tanda anjing stres

Stres juga bisa membuat makanan bergerak lebih cepat melalui saluran pencernaan anjing, yang bisa menyebabkan anjing mengalami diare.

Meskipun begitu, penyebab diare bisa karena banyak faktor lain, termasuk infeksi parasit dan penyakit melalui penyebaran makanan. Oleh karena itu, stres tidak selalu menjadi penyebabnya.

Perilaku yang anjing lakukan secara terus-menerus

Tekanan emosional dapat menyebabkan beberapa anjing melakukan tindakan kompulsif, seperti menggigit benda-benda yang dapat merusak atau menelan benda-benda yang bukan makanan.

Bulu yang rontok

Salah satu gejala yang menunjukkan bahwa anjing sedang mengalami stres adalah adanya kerontokan bulu. Selain itu, stres juga dapat menyebabkan peradangan yang akut di saluran pencernaan, menurunkan daya tahan tubuh, dan meningkatkan kerentanan saluran pencernaan.

Keadaan ini membuat saluran pencernaan menjadi lebih rentan terhadap zat beracun yang bakteri hasilkan.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan