Apa Itu Toleransi? Bagaimana Pandangannya Dalam Islam?

in
Images (4)

Seperti yang kita ketahui, Islam adalah agama yang sangat toleran. Sebab didalam islam diajarkan untuk menghormati penganut agama lain, dan titak memaksakan orang lain untuk menganut agama Islam. Selain itu, Islam pun melarang untuk menghina agama lain dengan alasan apapapun.

Jika agama Islam merupakan agama yang toleran, lalu apa arti dari toleransi tersebut? Bagaimana pandangan islam terhadap Toleransi? Apakah terdapat dalil yang berhubungan dengan toleransi?

Apa Itu Toleransi?

Images 5
Img: Indonesiaside.id

Secara Bahasa, Toleransi berasal dari Bahasa latin “tolerate” yang artinya sabar dan menahan diri. Toleransi juga bisa berarti sikap saling menghormati dan menghargai antarkelompok atau antarindividu dalam masyarakat atau dalam lingkup lainnya. Meskipun didalam masyarakat terdapat kelompok dan golongan yang berbeda, toleransi mencegah hal yang tidak diinginkan seperti diskriminasi.

“Katakanlah (wahai Muhammad kepada orang-orang kafir), “Hai orang-orang yang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku.” (QS. Al-Kafirun: 1-6).

ARTIKEL TERKAIT •
Konsekuensi Nyata Dalam Indahnya Keberagaman Di Indonesia

Dalam toleransi beragama tidaklah sama dengan toleransi mencampuradukkan ajaran agama. Sebab toleransi itu membiarkan bukan mencampuri. Seorang muslim tidak boleh menggunakan atribut apapun yang melambangkan ajaran ritual agama tertentu, sebab bisa masuk dalam kategori mencampuradukkan ajaran agama, bukan toleransi.

Dalil Yang Mendukung Adanya Toleransi Dalam Islam?

Artinya: Dan di antara mereka ada orang-orang yang beriman kepada Al Qur’an, dan di antaranya ada (pula) orang-orang yang tidak beriman kepadanya. Tuhanmu lebih mengetahui tentang orang-orang yang berbuat kerusakan. Jika mereka mendustakan kamu, Maka Katakanlah: “Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu berlepas diri terhadap apa yang Aku kerjakan dan akupun berlepas diri terhadap apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. Yunus: 40-41)

Artinya: “Tidak ada paksaan untuk memasuki agama Islam Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada tali yang amat Kuat (Islam) yang tidak akan putus. dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Q.S Al-Baqarah: 256).

ARTIKEL TERKAIT •
Inilah Alasan Mengapa Indonesia Baperan!

Berikan Nilai Untuk Konten ini