DuniaNewspedia

Usai Agresi Israel di Gaza, presiden Palestina Batalkan Perayaan Idul Fitri

Jika di Indonesia perayaan Idul Fitri identik dengan hari kemenangan bagi umat muslim. Di mana orang-orang akan berkunjung ke rumah kerabat dekat maupun jauh, saling bermaaf-maafan, dan berbagi kebahagiaan. Lain halnya perayaan Idul Fitri di Palestina, terutama Gaza.

Mahmoud Abbas selaku Presiden Palestina membuat keputusan untuk membatalkan perayaan resmi Idul Fitri di Palestina. Hal ini dilakukan untuk berduka dan menghormati para pejuang Palestina yang meninggal dunia karena serangan bom yang diluncurkan oleh Israel pada Selasa (11/5/2021) lalu.

Kepresidenan Palestina melalui Abbas menghubungi Gubernur Gaza Utara, Salah Abu Warda, anggota Komite Sentral Fatah, Ahmad Helles, dan beberapa pejabat lainnya di Jalur Gaza, untuk mengambil tindakan terhadap serangan militer Israel di daerah kantong yang terkepung. Di mana serangan tersebut membuat 35 martir Palestina harus kehilangan nyawanya, termasuk 10 orang anak kecil dan seorang wanita yang tengah hamil.

Agresi Israel Di Jalur Gaza
Agresi Israel di Jalur Gaza (Mahmud Hams/AFP)

Ketabahan dan persatuan rakyat Palestina sangat penting dalam menghadapi agresi yang mempengaruhi seluruh rakyat kita di Gaza dan Tepi Barat, dan Yerusalem.” lanjut Abbas.

Selain itu, Nabil Abu-Rudeinah, juru bicara kepresidenan Palestina menyebutkan Yerusalem Timur tidak akan pernah menjadi bagian dari Israel.

Yerusalem Timur adalah ibu kota abadi Palestina sesuai legitimasi internasional dan hukum internasional.”

Pernyataan tersebut untuk menanggapi pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang mengatakan “Yerusalem akan tetap menjadi ibu kota persatuan Israel.”

Retorika menghasut Netanyahu, pengingkaran perjanjian, dan pelanggaran hukum internasional, mendorong situasi ke arah yang tidak diketahui,” tambah Abu-Rudeinah.

Suasana perayaan Idul Fitri di Palestina

Saat ini, perayaan Idul Fitri di Palestina, terutama di Jalur Gaza dilalui dengan suasana kesedihan dan duka mendalam akibat agresi yang dilakukan oleh Israel.

Hingga saat ini, sudah banyak berbagai pihak yang mengecam aksi tersebut. Meskipun dunia internasional belum memberi sanksi apapun terhadap kekejaman zionis Israel yang telah semena-mena menyerang warga sipil di Palestina.

Sebagai umat muslim di Indonesia, kita harus turut berpartisipasi membantu mereka. Bisa dengan sumbangan di Kitabisa atau layanan lainnya. Selain itu juga bisa dengan mengirimkan doa semoga Allah SWT membantu mereka yang tertindas.

Seorang yang berjiwa introvert, dan masih mengharapkan dirinya.

Related Posts