WHO Mengumumkan 18 Bulan Lagi Untuk Meluncurkan Vaksin Virus Corona

in ,
WHO Mengumumkan 18 Bulan Lagi Untuk Meluncurkan Vaksin Virus Corona
WHO Mengumumkan 18 Bulan Lagi Untuk Meluncurkan Vaksin Virus Corona

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan vaksin untuk virus corona asal China atau 2019-nCoV tipe baru akan siap 18 bulan lagi. Sementara ini, WHO menyarankan negara-negara untuk saat ini memaksimalkan seluruh perangkat yang ada dalam memerangi virus corona.

“Vaksin pertama diperkirakan siap dalam 18 bulan. Jadi kita harus melakukan semuanya sekarang menggunakan ‘senjata’ yang tersedia untuk melawan virus ini,” ujar kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, seperti dikutip Reuters, Selasa (11/2).

“Dengan 99 persen kasus di China, ini masih jadi darurat di negara itu, tapi penyakit ini menjadi ancaman besar bagi negara lainnya di dunia,” ujar Tedros lagi.

WHO sebelumnya telah menekankan bahwa proses pencarian obat dan vaksin untuk patogen baru biasanya berhasil setelah pengujian selama beberapa tahun, diwarnai dengan banyak kegagalan. Namun dengan teknologi baru saat ini, diharapkan vaksin virus corona ditemukan dengan cepat.

Saat ini ada lebih dari 400 peneliti dari seluruh dunia yang berusaha menemukan vaksin tersebut. Sebelumnya Who telah menetapkan nama untuk virus corona asal Wuhan, China yakni COVID-19.

“Sejujurnya, virus ini lebih kuat untuk menciptakan gangguan politik, sosial, dan ekonomi dibanding serangan terotis. Ini adalah musuh terburuk yang bisa kau bayangkan,” ujar Tedros.

Angka kematian akibat virus corona di China telah mencapai 1.114 orang pada Rabu (12/2). Sementara jumlah penderita sudah lebih dari 45 ribu orang. Menurut data terbaru, ada 4.781 orang yang berhasil sembuh dari virus corona.

Sejauh ini perawatan yang banyak dilakukan untuk mengatasi virus corona adalah menggunakan obat anti virus lain. Sebelumnya juga muncul laporan yang menyebut obat pencegah HIV dan AIDS ampuh kurangi gejala virus corona.

Perusahaan obat dari Amerika Serikat, Gilead, mengaku telah melakukan uji klinis terhadap penderita virus corona di China menggunakan obat yang tengah mereka kembangkan selama ini, bernama Remdesivir.

Namun pengujian ini belum ada jaminan keberhasilan. Remdesivir dikembangkan Gilead sebelum muncul wabah virus corona yang berpusat di Wuhan, China. Virus corona tipe baru ini memakan puluhan ribu orang melebihi penyakit SARS.