Perusahaan ini Akan Membayarmu 19 juta Rupiah Untuk Tidur 9 Jam per Hari

in , ,
Tidur Dibayar
ilustrasi Tidur | Unsplash

Terdapat sebuah perusahaan pembuat matras di India bernama Wakefit yang akan membayar seseorang dengan nilai yang besar untuk pekerjaan yang terlampau ringan.

Wakefit mencari karyawan magang yang mau tidur selama 9 jam per hari untuk 100 malam. Mereka akan membayar uang saku sebesar 100 ribu rupee atau setara dengan 19,6 juta rupiah.

“Kami mencari orang-orang yang punya waktu tidur terbaik di negara ini dan mau melakukan apa saja untuk menjadikan tidur sebagai prioritas dalam hidup mereka,” sebut Chaitanya Ramalingegowda, direktur dan salah satu pendiri Wakefit, seperti dikutip health detik.

Deskripsi job

Shutterstock 413570857 1511498549
Ilustrasi suka molor | beritatagar

Wakefit mengutamakan seseorang yang suka rebahan, bermalas-malasan, dan suka molor. Mereka juga membutuhkan kandidat ideal yang mampu bekerja secara lambat, serta memiliki strategi agar timnya bisa cepat tidur dalam waktu yang lama.

Bisa dilakukan di rumah

Ilustrasi mendengkur | tribunnwskaltim

Pekerjaan ini menurut Wakefit, bisa dikerjakan di rumah sendiri dengan menggunakan piyama yang bagus yang disediakan oleh Wakefit. Namun, kita harus meninggalkan kebiasaan begadang, insomnia, nonton drakor sampai subuh dan harus mampu mengabaikan notifikasi ponsel.

Wakefit melarang pekerjanya menggunakan laptop selama jam kerja. Wakefit juga mendorong bagi siapapun yang pernah ketiduran di kelas yang juga memiliki kecenderungan mendengkur untuk mencoba menjadi kandidat dalam pemilihan karyawan ini.

Uji coba produk

Maxresdefault 1
Wakefit promotion | Youtube Wakefit

Wakefit ingin menguji produk terbarunya untuk memantau pola tidur bagi penggunanya. Produk tersebut dapat melacak riwayat tidur sesudah dan sebelum menggunakannya.

Wakefit sendiri merupakan sebuah start-up yang berasal dari Bengaluru, India. Di India, Wakefit memang dikenal aktif untuk mendorong perusahaan-perusahaan untuk menyediakan tempat tidur bagi karyawannya.

Karena, 86 persen pekerja di India mengaku produktivitas dan kinerja mereka meningkat dan menjadi lebih baik jika diperbolehkan tidur siang.

Tinggalkan Balasan