Hanya Cuma Mengkritik Jalan Rusak, Pemuda di Banten Ini Dijemput Polisi

in
Mengkritik Jalan Rusak, Warga Ini Dijemput Polisi
Mengkritik Jalan Rusak, Warga Ini Dijemput Polisi

Seorang pria bernama Badrudin harus terpaksa diamankan oleh pihak kepolisian. Alasannya karena kepala desa disana tidak terima atas kritik yang disampaikan oleh Badrudin. Sebelum diamankan, Badrudin membuat sebuah video yang mengomentari pemerintah yang tidak serius dalam menangani jalan rusak yang mana bisa membahayakan pengendara, terutama ibu hamil.

Karena membuat video kritik jalan rusak

Badrudin bin Adhani dibawa ke Polsek Penggarangan, Lebak, Banten oleh kepala desanya sendiri. Bukan hanya membuat video, Badrudin juga menyebarkannya ke media sosial, hingga akhirnya menjadi viral.

Baca Juga: Seram, Lilin Ulang Tahun Mati Sendiri Saat Ingin Rayakan Ulang Tahun

Terlihat dalam video, warga asal Desa Barunai, Kecamatan Cihara, Lebak, melalui jalan rusak yang becek sambil membawa ibu yang sedang ingin melahirkan. Karena itu, mereka memutuskan untuk jalan kaki sejauh 3 km untuk mencapai jalan yang bisa dilalui oleh kendaraan, supaya mereka dapat membawanya ke Rumah Sakit Malingping.

Unggah Video Jalan Rusak Pemuda Ini Diamankan
Unggah video jalan rusak, pemuda ini diamankan | kompas.com

Sudah 75 tahun kapan merasakan indahnya jalan. Yang mau melahirkan pun kudu digotong. Helou pemerintah setempat, apa kabar pemerintah setempat, Kp ds barunai kec. Cihara Lebak Banten mana sumpahmu untuk mengayomi masyarakat,” tulis caption pada unggahannya.

ARTIKEL TERKAIT •
Pria China Ini Dinyatakan Positif Corona Setelah Berkunjung Ke Indonesia

Berdasarkan keterangan dari kepala desa dan pihak kepolisian setempat, postingan Badrudin yang mengkritik pemerintah mengenai jalan rusak itu menimbulkan pro dan kontra antara pengkritik Kepdes dan warga desa simpatisan.

Baca Juga: TikTokers Gabut, Ia Membuat Dan Meminum Sarapan Teh Yang Dicampur Nasi Putih

Ada beberapa desa yang tidak terima atas postingan Badrudin, dan berniat untuk meminta kejelasan kepada Badrudin. Hingga pada akhirnya, pada Selasa (03/11/2020), pihak kepolisian beserta petugas RT mengamankan Badrudin di kediamannya, untuk dibawa ke balai desa. Sampai akhirnya Badrudin diarahkan ke Polsek Panggarangan.

Bukan ditahan melainkan dilindungi

Akan tetapi, maksud polisi membawanya bukan untuk menahannya. “Bukan diamankan, tapi dilindungi agar tidak terjadi kesalahpahaman antara pihak warga yang pro ke kepala desa dengan pihak yang sebaliknya,” sebut Rohidi selaku Kapolsek Panggarangan, pada Rabu (04/11/2020), dilansir dari Kompas.

Ilustrasi Jalan Berlubang
Ilustrasi jalan berlubang | Liputan6.com

Hasan juga mengatakan hal serupa. “Itu bukan ditahan. Karena di antara postingan itu sangat banyak pro-kontra. Setelah diamankan, sudah tidak ada apa-apa, daripada terjadi kejadian yang lain. Saya sebagai kepala desa sudah musyawarah dan sudah tidak ada masalah apa-apa,” ujarnya.

ARTIKEL TERKAIT •
DPR Menentang Pemerintah Agar Tidak Menaikkan Iuran BPJS

Kakak ipar Badrudin, Rinaldi menyanggah bahwa postingan Badrudin mengenai kritik atas jalan yang rusak itu menimbulkan konflik antara warga desa setempat. Ia malah menyebutkan bahwa warga setempat malah setuju dengan apa yang dilakukan adiknya. Ia juga menambahkan kalau inisiatif Badrudin dibawa ke polisi datang dari kepala desa, Hasan.

Baca Juga: Wanita Ini Bagikan Kisah Ketika Dipandang Tak Mampu Oleh Pelayan Restoran

“Alasannya ngamankan, sedangkan polsek ngakui itu aspirasi masyarakat, jaro [kepala desa] keukeuh katanya pencemaran nama baik,” tutur Rinaldi kepada Detik. Pada akhirnya Badrudin dilepas oleh polisi pada Kamis, (05/11/2020).

Keluarga Badrudin yang tidak terima atas perlakuan yang dialami oleh Badrudin berniat untuk melaporkan balik kepala desa.

Berikan Nilai Untuk Konten ini

Yudi Gintara

Seorang yang berjiwa introvert, dan masih mengharapkan dirinya.