Fakta Menarik Bunga Rafflesia Arnoldii, Apakah Sama dengan Bunga Bangkai?

Bunga rafflesia arnoldi adalah bunga yang sangat besar dan memiliki warna merah tua serta kelopak yang lebar. Simak beberapa fakta uniknya.

3
0

Rrafflesia arnoldi merupakan bunga yang sangat besar dan memiliki warna merah tua serta kelopak yang lebar. Selain memiliki ukuran yang lebar, bunga ini juga dapat mencapai berat hingga 11 kg!

Pada tahun 1818, seorang pemandu ekspedisi bernama Thomas Stamford Raffles menemukan Rafflesia arnoldii di hutan tropis Sumatera. Bunga tersebut dinamai sesuai dengan nama penemunya, yaitu Raffles dan Arnold.

Dalam bukunya yang berjudul “Rafflesia: Keindahan Bunga Terbesar di Bumi”, Agus Susatya mencatat bahwa terdapat 25 jenis Rafflesia di berbagai belahan dunia. Keberuntungan bagi Indonesia, di negara ini tumbuh 12 jenis dari Rafflesia tersebut.

Banyak orang salah mengira bahwa bunga rafflesia arnoldii dan bunga bangkai adalah sama. Namun, sebenarnya ada perbedaan di antara keduanya. Perbedaan yang mencolok terlihat dari bentuknya.

Menurut informasi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), bunga Rafflesia memiliki bentuk yang lebih rata dari bunga bangkai. Bunga bangkai memiliki bentuk kuncup dan terdapat tongkol atau spadiks berwarna kuning di tengahnya.

1506746025
Gambar Bunga Bangkai

Di samping itu, bunga bangkai termasuk bunga yang hanya hidup sementara, sedangkan Rafflesia arnoldii adalah jenis parasit. Bunga Rafflesia tidak memiliki bagian daun, akar, atau tangkai. Bunga ini tidak mampu menghasilkan makanannya sendiri dan bergantung pada inangnya sebagai parasit.

Namun, kedua bunga ini memiliki aroma yang tidak sedap dan dapat tercium dari jarak beberapa meter.

Fakta Bunga Rafflesia

Rafflesia Arnoldii Istock Ratio 16x9 1

1. Bunga Parasit

Sebenarnya Rafflesia Arnoldii termasuk dalam kategori parasit. Bunga ini akan tumbuh di batang tanaman merambat atau liana. Menurut informasi yang ditemukan di laman resmi Kementerian Lingkungan Hidup, jika tanaman inang yang ditempati oleh rafflesia mati, maka rafflesia juga akan mati.

2. Tidak Memiliki Klorofil

Rafflesia tidak memiliki klorofil, yaitu zat hijau yang terdapat di daun dan berfungsi dalam proses fotosintesis. Karena alasan ini, Rafflesia tidak dapat membuat makanannya sendiri dan harus menyerap makanan dari inangnya.

3. Tidak Memiliki Akar, Daun, dan Tangkai

Rafflesia tidak memiliki daun, tangkai, atau akar. Bunga ini hanya memiliki kelopak yang sangat besar, bisa mencapai panjang 1 meter dan beratnya mencapai 10 kg.

4. Mengeluarkan Bau Busuk

Bunga Rafflesia menghasilkan aroma yang tak sedap, mirip dengan bunga bangkai. Menurut penjelasan Ensiklopedia Britannica, bau yang tidak sedap ini memiliki fungsi untuk menarik serangga-serangga agar dapat membantu dalam proses penyerbukan. Anda dapat menemukan arnoldii di Taman Nasional Bukit Barisan, Bengkulu.

Saat ini, Rafflesia Arnoldi, yang merupakan bunga raksasa, telah masuk ke dalam daftar spesies yang dilindungi berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Populasi Rafflesia Arnoldi mengalami penurunan akibat perburuan dan kebakaran hutan.

Tinggalkan Balasan