Apa Sih Perbedaan ODP, PDP, Dan Suspect Virus Corona?

in
Virus Corona
Credit Image: Grid Kids

Pemerintah melakukan berbagai pengecekan terhadap masyarakat Indonesia sebagai antisipasi mengurangi meluasnya virus corona. Berbagai cara pengecekan tersebut dilakukan oleh Pemerintah yang bertujuan membedakan tiga kategori sebelum seseorang dinyatakan positif corona. Yaitu, ODP, PDP, dan Suspect Virus Corona.

Pemerintah memeriksa siapa-siapa saja warganya yang pernah melakukan perjalanan ke luar negeri yang terdampak virus corona. Selain itu, pemerintah juga melakukan pengecekan kontak yang dilakukan terduga corona dengan yang lainnya.

Hingga artikel ini ditulis, sudah ada ratusan kasus corona yang dinyatakan positif dan sudah dirawat di rumah sakit. Nah, sebelum seseorang dinyatakan positif corona, terdapat tiga kategori orang yang diduga berpotensi positif corona.

Berikut Perbedaan ODP, PDP, Dan Suspect Virus Corona!

1. ODP (Orang Dalam Pemantauan)

Perbedaan Odp Pdp Suspect Virus Corona
Perbedaan Odp, Pdp, Suspect Virus Corona | SehatQ

Kategori yang pertama, ialah ODP atau orang dalam pemantauan. Orang yang pernah melakukan perjalanan ke negara yang terdampak virus corona. Selain itu, mereka yang masuk dalam kategori ini merupakan orang yang pernah berinteraksi (kontak langsung) dengan pasien atau orang yang positif virus corona.

Orang dalam kategori ini, biasanya belum menunjukan tanda-tanda gejala sakit akibat virus corona.

2. PDP (Pasien Dalam Pengawasan)

Kategori yang kedua ialah PDP atau pasien dalam pengawasan. Sebenarnya kita sudah bisa melihat perbedaan antara ODP dan PDP jika dilihat dari status yang ditetapkan.

Jika pada kategori ODP seseorang tersebut belum menjadi pasien, maka pada PDP seseorang sudah menjadi pasien. Artinya, orang yang masuk dalam kategori ini, mereka sudah dilakukan perawatan di rumah sakit.

Orang dalam kategori PDP sudah menunjukan gejala-gejala sakit akibat virus corona seperti demam, batuk, pilek, dan sesak napas. Meskipun tidak semua kategori PDP dirawat di rumah sakit, orang dalam kategori ini juga diberikan obat dan pengawasan serta diisolasi di kediamannya.

3. Suspect Virus Corona

Dan yang ketiga ialah suspect. Dalam kategori ini, seseorang diduga kuat telah terjangkit virus corona. Biasanya mereka menunjukan gejala sakit akibat virus corona dan pernah melakukan kontak langsung dengan orang yang dinyatakan positif virus corona.

Pasien yang dinyatakan suspect akan diperiksa menggunakan dua metode, yaitu Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Genome Sequencing. Orang yang dinyatakan suspect corona belum tentu positif terkena corona.

Pemeriksaan terhadap pasien dalam kategori ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui status infeksi corona dalam tubuh mereka, apakah positif atau negatif.

Nah, jika hasilnya positif, maka pasien tersebut akan dinyatakan sebagai positif virus corona.