Lifepedia

3 Tanda Fix Kamu Sedang Mengalami Fenomena Toxic Success

Apakah kamu kini sedang mengalami fenomena kekinian yang bernama toxic success? Yuk mari cari tahu melalui penjelasn berikut ini!

Salah satu istilah / fenomena yang sedang tren saat ini, adalah toxic success. Mungkin kamu masih banyak yang belum mengetahui. Apa sih toxic succsess itu?

Hmm, agak susah kalau diberikan definisi pastinya. Lebih baik langsung pahami saja dengan menyimak 3 tanda / cirinya berikut ini.

1. Ambisius Dalam Mengejar Kesuksesan

Ambisius itu sebenarnya sah-sah saja. Bahkan bagi gue pribadi, gue senang dengan orang ambisius. Itu menandakan orang tersebut, memang niat banget untuk sukses dalam karir yang ditekuninya.

Tapia da batasan yang jelas banget antara ambisi yang masih bisa ditolerir dan juga, ambisus yang berlebihan banget.

Nah kamu yang mana nih? Apabila kamu berambisinya sampai ingin mendapatkan ekspektasi yang benar-benar tinggi padahal, belum tentu juga kamu bisa mendapatkan, maka fix kamu ambisinys berlebihan.

Dan ambisi berlebihan inilah yang ujung-ujungnya menciptakan toxic success di diri kita.

2. Sangat Menggantungkan Diri Ke Kesuksesan Yang Didapat

Berambisi untuk sukses bagus banget. Tapi kalau sampai ujung-ujungnya kesuksesan tersebut menjadi tolok ukur hidup bahkan sampai menggantungkan hidup kita ke kesuksesannya, wah ini kamu sudah kena toxic success guys.

Guys ingat! Kesuksesan yang kita dapat mau itu biasa saja atau bahkan sukses besar, gak selalu menjamin kamu bisa hidup aman, tenang, apalagi bahagia. Jadi ya mau sukses besar atau tidak, jalani saja semuanya dengan normal-normal saja oke?

3. All Work, No Play

Nah ini nih ciri paling “jos” dari fenomena ini. Kerja keras memang penting. Heck, tanpa kerja keras, mustahil bagi kita untuk bisa sukses.

Tapi INGAT guys! Kita tetaplah manusia biasa, terlebih mahluk sosial. Kita juga butuh waktu untuk bersosialisasi dan juga waktu santai / bersenang-senang. Jangan sampai pekerjaanmu, menyita itu semua.

Ingat juga salah satu slogan / moto para pekerja yang seharusnya: “Work Hard, Play Hard”. Semoga pembahasan ini bisa mencerahkan pola pikir kalian semua ya guys!

Related Posts