Kisah Haru, Seorang Ibu yang tak Ingin Anaknya Dijadikan Limbah Medis, dan lebih Memilih Menyimpannya di Kulkas

in
Kisah Haru Ibu Hamil
Kisah Haru Ibu Hamil

Kehadiran seorang anak merupakan anugerah terindah bagi pasangan suami istri. Oleh karena itu, saat masa-masa kehamilan adalah waktu yang sangat berharga bagi mereka. Namun, tidak semua orang yang mendapatkan kebahagiaan sewaktu kehamilannya. Salah satunya ialah kisah haru dari seorang ibu yang berasal dari Amerika Serikat ini

Ia harus mengalami kisah haru sewaktu masa kehamilannya. Ia membagikan kisahnya tersebut, agar semua wanita yang ingin menggugurkan kandungannya berpikir kembali dan tidak memilih melakukan hal keji demikian.

Berikut kisah haru nya

Ibu tersebut mengalami keguguran dan membagikan foto-foto yang menyayat hati dari janin bayi miliknya yang memperlihatkan pada bagian kaki dan tangan kecilnya.

Baca Juga : Berlinang Air Mata Dan Suasana Haru, Wanita Ini Izinkan Suami Nya Menikah Lagi

Ibu yang bernama Sharran Sutherland itu mengupload foto janinnya yang masih berusia 14 minggu. Ia berusaha mengambil foto janinnya yang bisa dibilang ‘sudah sempurna’, walaupun postur tubuhnya hanya empat inci dan beratnya 0.02 kg.

ARTIKEL TERKAIT •
Kisah Seorang Ayah yang Besarkan Anak-Anaknya, Namun, ia Malah Ditelantarkan Begitu Saja

Wanita yang berasal dari Fair Grove, Missouri, AS tersebut tidak ingin janinnya dicampakkan sebagai limbah rumah sakit, karena itulah ia bersama suaminya Michael lebih memilih menyimpan janinnya tersebut di dalam kulkas selama satu minggu. Sampai akhirnya mereka menguburkannya di pot bunga.

Wanita berusia 40 tahun itu menuturkan kalau ‘dia mencoba menjalani hidup sesuai dengan apa yang diinginkan oleh Tuhan,’ setelah itu ia membagikan kisah haru nya tersebut ke media sosial dan menganggap kalau janin merupakan ‘bayi yang sebenar-benarnya’.

Dia tetap bersyukur

Kisah Haru Ibu Hamil
Sumber: Dailymail

Dia menjelaskan pada unggahan anti-aborsi-nya “Bagaimana seseorang dapat menyangkal tidak membunuh bayi bila aborsi?

“Saya berharap bahwa dengan membagikan foto-foto bayi lelaki saya yang begitu berharga ini, mungkin akan membuat satu orang yang memikirkan aborsi memutuskan untuk membatalkannya dan membiarkan anak mereka tetap hidup.”

Sharran menuturkan dia tetap bersyukur diberi kesempatan oleh Tuhan untuk melahirkan, walaupun harus kehilangan anaknya, yang ia beri nama Miran. Sharran juga memperjelas kalau ia dilarang untuk bersedih karena tidak dianggap sah secara hukum sebagai seorang anak. Memang sangat menyedihkan kisah haru yang dialami oleh Sharran.

ARTIKEL TERKAIT •
Kisah Mualaf Seorang Penjual Donat Yang Menggetarkan Hati Warganet

Baca Juga : Kasus Virus Corona Di China Menurun Dratis, Para Medis Berpelukan

Karena dalam hukum Amerika Serikat, usia janin harus 20 minggu agar dia dianggap sebagai ‘bayi yang sebenarnya’.

Lihat dia, memegang jariku, melihat bagaimana dia terbentuk dengan sempurna, saya kagum,” kata Sharran.

“Saya tidak bisa percaya betapa sempurna segala sesuatunya padanya. Telinganya, lidahnya, gusinya, bibirnya. Saya tidak bisa mempercayainya.”

Dokter mencoba melakukan yang terbaik

Janin Bayi
Sumber : Dailymail

Dokter yang merawatnya menyuruh Sharran agar melaksanakan prosedur pelebaran dan kuretase untuk dapat memisahkan bayi keluar dari rahimnya. Hal itu dilakukan karena sonogram menunjukkan Miran sudah tak bernyawa lagi.

Namun Sharran tidak mengindahkan permintaan dokter karena ia tidak mau bayinya hancur berkeping-keping. Ia lebih memilih diinduksi dan melahirkan secara normal, 173 hari sebelum tanggal jatuh tempo.

“Dokter mengatakan kami dapat membuangnya sebagai limbah medis, atau Anda dapat menghubungi rumah duka,” ucap ibu dari 11 orang anak itu.

ARTIKEL TERKAIT •
Kisah Haru, Suami Selingkuh dan Nikahi Pelakornya, Perjuangan Istri Sah Rawat Mertua Bikin Sedih

“Saya sangat marah karena dia memanggil bayiku ‘janin’. Saya tidak percaya dia juga menyindir tentang membuang di limbah medis,” tuturnya.

Baca Juga : Untuk Dijadikan Mumi, Anak Kucing Ini Dipatahkan Lehernya Terlebih Dahulu

Tetapi saya juga merasa pemakaman tampak berlebihan. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dan saya dihadapkan dengan keputusan ini,” tambahnya.

Suami saya dan saya berdiskusi untuk menguburnya di pot bunga yang penuh dengan hydrangea yang akan tumbuh setiap tahun dan kami pikir itu ide yang bagus,” mengakhiri kisah haru nya.

Sharran ingin mengubah pola pikir orang lain yang ingin melakukan aborsi kalau jika usia bayi telah menginjak 14 minggu, maka dia adalah bayi yang sesungguhnya dah harus dirawat.

Berikan Nilai Untuk Konten ini

Yudi Gintara

Seorang yang berjiwa introvert, dan masih mengharapkan dirinya.