Oarfish Deteksi Gempa dan Tsunami?

in ,
Oarfish
Credit Picture: StarJogja

Ikan Oarfish sering disebut sebagai salah satu ikan raksasa. Ukuran ikan ini memang bsia dibilang besar, bahkan ada yang mencapai 5 meter. Tak hanya di Indonesia, banyak wilayah-wilayah di negara lain yang mengaitkan kemunculan ikan ini di permukaan merupakan suatu pertanda buruk.

Ikan ini kembali menjadi viral, karena baru-baru ini ikan oarfish muncul di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Beberapa kejadian gempa

Ikan oarfish merupakan ikan laut dalam yang jarang berenang ke permukaan laut. Jika oarfish sampai ditemukan di permukaan laut dan ditangkap nelayan, hal itu merupakan termasuk yang jarang terjadi, oleh karena itu kemunculan oarfish di permukaan laut sering dianggap sebagai pertanda buruk yang akan terjadi, gempa dan tsunami misalnya.

Pada 2010 lalu misalnya, di Jepang ditemukan beberapa oarfish yang berada di permukaan laut. Setelah itu tak lama Chile mengalami gempa besar bermagnitudi 8,8.

Setahun setelahnya, 20 ekor oarfish lagi-lagi terdampar di pantai di daerah Tohaku, Jepang. Lalu setelahnya, Tohaku mengalami gempa besar juga.

ARTIKEL TERKAIT •
Mengapa Orang yang Tidur Cenderung Tidak Bisa Mendengar?

Pendapat ahli

Menurut para peneliti, kemunculan oarfish ke permukaan bukanlah merupakan pertanda buruk yang akan terjadi.

Belum ada penjelasan ilmiah yang tepat mengenai hubungan ikan oarfish dengan gempa dan tsunami, menurut ahli gempa di Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Terdapat suatu fenomena yang disebut upwelling. Di saat air laut berjenis massa lebih besar dan bersuhu lebih dingin berpindah dari dasar laut ke permukaan laut. Karena fenomena ini, ikan-ikan yang hidup di dasar laut, biasanya akan muncul ke permukaan.

Oarfish juga memiliki kebiasaan mengambang atau mendekat ke permukaan laut ketika mereka sekarat atau sedang sakit. Hal ini lah yang mungkin saja menjadi penyebab orang-orang menemukan ikan oarfish di permukaan laut.

Berikan Nilai Untuk Konten ini